
Sejak Dimas dan Maira di bawa ke kantor polisi, Dimas tidak berhenti mengumpat, menghina dan memaki dalam hati Aisyah. Dia menyalahkan apa yang sudah terjadi kepada dirinya karena seumur hidup diama tidak pernah berurusan dengan polisi.
Bagaimana bisa semua bukti sudah terkumpul tanpa sepengetahuan dirinya. Dia mengenal Aisyah sebagai seorang wanita yang polos dan bodoh. Tidak menyangka kepolosan dan kebodohan nya itu justru membuat dirinya di penjara.
Sepertinya Dimas tidak bisa menganggap remeh Aisyah, karena Aisyah bahkan berpura-pura tidak mengetahui tentang perselingkuhan nya bersama Maira untuk memuluskan rencananya.
Sekarang dia hanya bisa mendekam di penjara tanpa bisa melakukan apapun. Maira bisa keluar dari penjara karena Bastian sang manajer yang menjaminkan dirinya. Sedangkan Dimas, kasus tentang penggelapan dana perusahaan dan kasus kdrt termasuk kedalam pelanggaran berat bahkan polisi menemukan Aisyah dalam keadaan terkurung di kamar. Sehingga Dimas sudah tentu tidak bisa mengelak lagi.
"Kamu yang sabar Dimas, kita akan mencari pengacara terhebat untuk membebaskan kamu dari penjara" ucap Sonya saat itu.
Dimas hanya bisa menunduk tanpa mengatakan apapun, dia hanya bisa berharap Mamahnya benar membawakan pengacara yang hebat supaya dia tidak usah berlama-lama di penjara.
Saat ini Dimas berada di sebuah sel yang berisi tiga orang yang bernasib sama sepertinya. Walau berat Dimas terpaksa menerima bermalam di sel yang dingin bersama lelaki yang garang - garang.
Anak baru seperti nya biasanya sering di ganggu dan diperlakukan dengan semena-mena. Bahkan menurut kabar ada teman satu sel nya yang memiliki kelainan. Ia merupakan LGBT yang di penjara karena telah membuat seorang lelaki muda tewas akibat perlakuan nya yang kasar dan memaksa lelaki muda itu.
"Jangaaan..." teriak Dimas saat sang lelaki gagah memeluk Dimas dengan paksa. Orang yang di dalam sel tidak ada yang berani membantu, karena mereka sudah tahu tabiat lelaki yang mengganggu Dimas.
"Ja.. ja...jangan Bang, jangan sentuh saya" mohon Dimas dengan nada panik.
Bukannya menghiraukan perkataan dan permohonan Dimas, lelaki itu semakin mendekat ke arah Dimas dengan mimik wajah yang sangat sangar dan penuh nafsu.
__ADS_1
Saat itu para penjaga lapas khusus yang sedang jaga di bagian itu, sedang keluar mencari makan. Teriakan Dimas tak ada yang pedulikan. Ia makin panik, di tambah tak ada satu pun yang mau menolongnya dari antara lelaki lain yang satu sel dengan nya.
Lelaki yang memiliki kelainan itu sedang di depan Dimas yang sedang menggigil ketakutan. Bahkan, ia menahan nafas saat tangan sang lelaki LGBT itu mengelus pelan tubuh Dimas. Karena tubuh lelaki itu lebih besar daripada tubuh Dimas, di tambah ia begitu sangar, membuat nyali Dimas untuk melawan atau memberontak menjadi menciut. Ia hanya bisa menahan nafas dan tak bisa apa-apa selain hampir pasrah. Ia dari tadi melirik ke luar, tak ada petugas polisi.
Saat sang lelaki LGBT itu puas meraba-raba Dimas, ia kini meliputi baju nya berwarna Orange khas baju tahanan, menyisakan celana panjangnya saja. Dimas yang melihat itu semakin merinding dan ketakutan. Bau badan dari lelaki itu menguar saat ia tengah membuka bajunya. Dimas hampir pingsan di buatnya, hingga ia mengeluarkan isi perut saat itu juga.
Lelaki yang memiliki kelainan itu melanjutkan aksinya pada Dimas. Ia kembali mengelus-elus Dimas yang kini ia tak tahan dengan bau yang keluar dari lelaki itu. Saat akan menyentuh pusaka milik Dimas, calon mantan suami Aisyah itu langsung bertindak. Entah keberanian dari mana, tanpa pikir panjang lagi, ia langsung mendorong lelaki itu dengan sekuat tenaga hingga lelaki sangar itu terpental mengenai besi sel sehingga menimbulkan suara yang begitu nyaring.
Lelaki yang di serang tiba -tiba oleh Dimas langsung merasakan kesakitan yang luar biasa. Bagaimana tidak, Dimas juga merupakan lelaki yang lumayan gagah walau tak sebesar pria itu. Para tahanan lain yang menyaksikan itu terkejut dengan penyerangan yang dilakukan oleh Dimas. Bahkan kepala lelaki itu mengeluarkan darah segar . Tiba-tiba para tahanan lain langsung mendekat ke arah pria yang mengganggu Dimas itu. Pria itu sudah pucat karena mengeluarkan banyak darah tapi masih bisa bangkit berdiri.
"Sialannnnn, berani sekali kau melakukan ini padaku" Geramnya dengan sedikit meringis karena merasa nyeri di belakang kepalanya yang terluka.
Dimas tak menggubrisnya dan mempersiapkan diri kalau lelaki itu akan menyerangnya balik.
Para tahanan lain yang berkisar dua orang dengan badan kurus-kurus tidak bisa melerai keduanya karena mereka juga baru tahu ternyata Dimas bukanlah orang sembarangan. Nyatanya, baru dia orang yang berani, membantah atau melawan lelaki gagah yang memiliki kelainan itu.
"Arrrgghhhhh" ucap lelaki itu saat ia tak berhasil meninju Dimas tapi malah terjatuh ke lantai.
Dimas malah tersenyum sinis dan merasa bangga atas kemenangannya. Namun saat sedang merasa puas, lelaki itu bangkit dan langsung memukul Dimas dengan sebuah tinjuan tepat mengenai hidung Dimas.
"Arrkkk" erang Dimas saat tinju itu telah sampai mengenai batang hidung mancung milik Dimas.
__ADS_1
"Mampus kau" Umpat lelaki itu. Setelah itu Dimas berusaha meredakan nyeri di hidungnya.
Aarkkk, seperti nya hidungku patah, batin Dimas. Saat ia sedang memegang hidungnya yang begitu sakit, lelaki itu mendekati Dimas. Dimas langsung menghindar, namun lelaki itu sekarang lebih dominan.
"Sini kau anak baru sialan" ucap lelaki itu menarik kerah baju Dimas. Lalu menampar pipi kiri Dimas dengan sangat kuat hingga membuat Dimas pusing seketika.
"Kau begitu agresif sayaaaangg..." ucap lelaki itu sambil memegang dagu Dimas. Dimas merasa jijik tak bisa berbuat apa-apa lagi karena pusing dan kesakitan.
"Aaarkk lepaskan aku lelaki gila" ucap Dimas dengan teriakan. namun lelaki itu hanya menyeringai dan tersenyum mengejek.
"Nikmati saja sayang. Mumpung petugas belum datang" balas lelaki itu.
"Lepaskan, Aarkk" Sahut Dimas lagi.
Saat lelaki itu sedikit lengah dan hampir membuka celana nya, Dimas langsung menendang keras pusaka milik lelaki itu sekuat-kuatnya.
"Aaarrrghhhh.....Aaaarrghhh" erang lelaki itu tak bisa berkata apa-apa lagi saking sakitnya karena tendangan Dimas. Dan saat itu petugas polisi datang menghampiri mereka.
"HEI, NGAPAIN KALIAN" Hardik polisi itu pada mereka. Tak ada yang menjawab. Lalu polisi itu mengamankan Dimas dan lelaki LGBT itu. Kondisi lelaki itu sudah sangat parah dan harus di bawa ke rumah sakit dan Dimas, ia di pindahkan ke sel yang lebih kecil dan hanya seorang diri di sana. Polisi itu mengatakan hukuman Dimas akan berlipat karena ia menambah kasus di dalam sel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...