Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[59] Di Pantai


__ADS_3

Setelah pernyataan Alex tadi pagi, Adel berusaha melupakan itu.


Sekarang Aisyah dan Adel sedang berada di pantai,mereka berada di bawah payung yang memang di sediakan di pinggir pantai.


Mereka duduk sambil menikmati minuman dingin. Para pengunjung lumayan banyak berada di sana, ada yang berenang, lari-larian bahkan ada yang main voly di bibir pantai sana. Mereka tersenyum senang menikmati liburan.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah punya pacar?" tanya Aisyah.


"Pacar apaan sih?, Alex itu cuman teman." Jawab Adel.


Setelah Adel tadi berusaha melupakan pernyataan Alex, justru Aisyah malah memulai pembicaraan tentang itu.


"Tapi Alex menganggapmu lebih dari teman." ucap Aisyah.


"Entahlah, Sya. Aku tidak tahu aku belum memikirkan soal itu." ucap Adel lalu duduk berbalik menghadap Aisyah dan memandangnya lalu berkata. "Coba kalau kamu di posisi aku, kamu mau menerima dia?" tanya Adel.


"Kenapa jadi aku?" tanya Aisyah balik memalingkan wajahnya dan menghadap pantai.


"Kisah kita tidak jauh berbeda Sya, kita sama-sama di selingkuhi oleh suami kita." jelas Adel.


"Aku juga tidak tahu, aku baru aja cerai dan belum memikirkan soal itu."


Mendengar jawaban Aisyah, Adel merasa kasihan pada kakaknya sendiri, belum apa-apa udh di tolak. Apakah seperti itu juga yang di rasakan Alex jika Adel tidak menanggapi pernyataan cinta Alex.


Entahlah biarlah waktu yang menjawab, baik Adel dan juga Aisyah saat ini sedang menikmati waktu mereka sendiri.


Kedua wanita yang bersahabat itu, kemudian bercengkraman ria. Mereka menatap jauh ke tengah laut sana sambil membicarakan apapun yang menarik mereka.


Namun sebuah suara memanggil nama Adel, sontak membuat mereka berdua menoleh ke arah kanan, Adel dan Aisyah bisa menemukan Alex dan Aditya berjalan ke arah mereka.


"Hei, kalian di sini juga, Lex?" tanya Adel bersikap seperti biasa walaupun tidak bisa menahan debaran di dada.

__ADS_1


Aisyah dan Adel yang tadinya berbaring di kursi, langsung mendudukan diri karena sudah kedatangan tamu. Mereka berdua mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di tempat mereka. Adel pindah ke sebelah Aisyah, sedangkan tempat duduk Adel di tempati oleh Alex dan Aditya.


"Iyalah mumpung kami lagi liburan. Tentu saja kami memanfaatkan waktu libur sebaik-baiknya dan ke pantai adalah salah satu destinasi yang harus kami datangi." kata Aditya sambil terkekeh kecil.


"Wah aku gak nyangka kalau kamu itu mau datang panas-panasan ke pantai seperti ini, Lex!" kata Adel sambil menggeleng pelan. "Padahal setahu aku nih yah kamu itu tukang molor, loh. Lex. Apa kamu ini sudah berubah? Udah gak suka tidur lagi?" tanya Adel dengan alis terangkat ke atas.


"Aku suka molor sih sebenernya, tapi ini si Adit ngajak aku buat jalan-jalan ke pantai. Dan kamu tahu ? Kakakmu ini cerewet banget, jadi aku terpaksa ikut dia buat ke sini. Jadi kalau aku bilang aku mau kesini secara sukarela, sebenarnya enggak. Aku lebih suka tidur seperti yang kamu bilang tadi." bisik Alex pada Adel.


Namun tetap saja baik Aisyah dan Rio bisa mendengar apa yang di katakan Alex dengan jelas, mereka serempak tertawa saat menyadari kalau Alex baru saja menyindir Aditya habis-habisan.


"Ya mau gimana lagi, kita jauh-jauh ke Bali tuh buat Liburan. Eh, kamu malah tidur-tidutan doang. Jelas aku tidak setuju. Lah makannya aku paksa buat pergi ke Pantai, minimal bisa bertemu di sini dan juga bisa menikmati suasana di Bali." ucap Aditya sambil meninju bahu Alex dengan pelan.


"Oh yah kalian gak berenang?" tanya Aditya kepada Adel dan juga Aisyah.


"Oh enggak kak, kami sudah mandi di Villa tadi." Sahut Aisyah cepat.


"Apa? kamu mandi di Villa? sedang yang kamu datangi itu pantai?" tanya Aditya sambil terkekeh kecil. "Ternyata kamu itu cukup unik yah, Aisyah." ucap Aditya lagi.


Karena sebenernya apa yang di katakan lelaki itu terdengar masuk akal. Memang terdengar aneh kamu mendatangi pantai tapi kamu sudah mandi duluan di rumah.


Lalu apa gunanya air luas yang terbentang ini kalau kamu lebih memilih sepetak kamar mandi untuk membersihkan tubuhmu duluan?.


Aditya memperhatikan Aisyah yang terlihat malu-malu, wajahnya bertemu merah tapi terlihat cantik sekali. Aditya tidak menyangka, kalau pertemuan mereka berlanjut ke pulau dewata ini.


Apakah berlebihan, jika Aditya mengatakan pertemuan ini adalah takdir yang maha kuasa? Mungkin saja Allah sedang menunjukkan kalau ini adalah sebuah jalan untuk kehidupan Aditya dan Aisyah selanjutnya.


"Eh, karena kita sudah ada di sini, gimana kalau kita foto-foto? Soalnya jarang-jarang kan kita ketemuan apalagi waktu ngga janjian." kata Adel tiba-tiba.


"Ya boleh aja sih, aku gak masalah biar orang tahu kalau aku liburan bersama dua orang wanita cantik seperti kalian." kata Alex sambil tersenyum lebar.


"Lah memang nya kenapa Lex? ada yang special kah ?" tanya Aisyah dengan alis yang terangkat tinggi lalu pandangannya ke arah Adel dengan tersenyum.

__ADS_1


"Bukan apa-apa Aisyah, masalahnya aku tuh di kira gay, gara-gara gak pernah masang foto bareng perempuan. Dan gak pernah menjalin hubungan sama perempuan. Padahal kan yah aku ini selektif dalam mencari perempuan, biar gak salah langkah dan ujung-ujungnya jadi pernikahan toxic!, kecuali kalau temen kamu, Aisyah mau menerima pinangan aku. Hehehee" jelas Alex dengan sangat menggebu-gebu tapi di akhir kalimat nada suara nya bertambah pelan.


"Apa Lex aku gak denger?" Aisyah pura-pura tidak mendengar padahal dia sangat jelas mendengar apa yang di katakan Alex, begitu nya Adel. Dia hanya diam karen malu.


"Udah - udah gak usah di pikirin, Ayo kita foto biar kamu tidak di katakan gay!" ucap Rio memecah suasana canggung karena kalimat akhir Alex.


Mereka banyak melakukan banyak pose, tapi tetap dengan jarak aman. Alex dan Aditya berada di kursi sebrang sana, sedangkan Aisyah dan Adel membidik foto dari kursi milik mereka.


Setelah selesai berfoto, Adel melihat hasil jepretan kamera yang sudah mereka ambil tadi. Hasil nya sangat bagus, tak lupa Adel menggugah foto ke social media miliknya dengan men-tag Aisyah, Aditya dan Alex.


"Oh yah kak, kok aku ga tahu kakak ada di Bali?." tanya Adel.


"Kakak ada pertemuan bisnis di sini bareng Alex. Mamah Papah tahu kok, kamu aja yang ga memperhatikan kakak di rumah saat pamit pergi." Jawab Aditya.


"Kamu kebanyakan ngelamun kali, Del. Ngelamunin siapa? Pasti ngelamunin aku yah." ucap Alex meledek Adel.


"Apaan sih" Adel memajukan bibirnya.


"Bibir kamu tuh jangan seperti itu, nanti kalau aku cium gimana?." Alex terus saja meledek Adel sampai ia tertawa keras dan hampir jatuh dari tempat duduknya.


"Udah ah aku mau balik aja." Adel berdiri dari tempatnya duduk dan meninggalkan mereka bertiga.


"Yah Adel gitu aja ngambek.


Setelah kepergian Adel, Aisyah bingung dan tak tahu harus bagaimana, jadi dia juga memutuskan untuk pamit dan menyusul Adel ke tempat mereka menginap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2