
Aku masuk ke dalam rumah meninggalkan Aisyah dan Mamah yang sedang mengobrol duduk di ruang tamu, entah apa yang mereka bicarakan tapi seperti nya sedang mengobrol hal-hal yang lucu karena terlihat Aisyah yang tersenyum dan sesekali tertawa. Tanpa sadar aku pun ikut tersenyum melihat nya tersenyum bahagia.
Aku biarkan mereka mengobrol sedangkan aku masuk ke dalam kamar. Rencana nya sore ini aku akan memberikan kejutan surpise untuk Aisyah. Aku yakin kalau Aisyah sudah menerima ku menjadi suami nya tapi aku ingin memiliki moment indah bersama Aisyah sebelum kami menjadi sepasang suami istri.
Aku menghubungi anak buah ku, memastikan apakah persiapan nya sudah selesai apa belum. Aku tidak ingin ada kekurangan atau kesalahan dalam acara kejutan nanti.
Setelah selesai menghubungi anak buahku, aku keluar kamar dan bergabung bersama kedua wanita yang aku sayangi.
Tak henti nya aku tersenyum karena melihat wajah Aisyah yang manis.
"Oh yah Dit bukannya kamu mau melamar Aisyah di pantai?." Sahut Mamah keceplosan.
"Mamah" ujar ku geram.
"Hehe, maaf. Ya sudah sana cepet." titah Mamah lagi sedangkan Aisyah hanya tersipu.
Akhirnya kami pun sholat ashar terlebih dahulu kemudian melajukan ke pantai yang berada di ujung kota.
Aku mengajaknya ke pantai Widuri. Aku sudah mempersiapkan kejutan untuknya di sana. Sebelum turun dari mobil, aku menutup mata Aisyah menggunakan kain terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kenapa harus di tutup sih?." protesnya.
"Sudah nggak usah banyak protes, kamu ikut saja!." ujarku kemudian menuntunya turun.
Aku menuntun langkah Aisyah menuju dermaga yang sudah di hias dengan aneka warna bunga, balon lampu yang berbentuk Love, serta beberapa lilin yang menyala di sekitarnya. Sepasang meja kursi terletak di tengah-tengahnya. Aku juga sudah memesan banyak makanan dan minuman yang menjadi kesukaan nya.
Dermaga ini sudah aku sulap menjadi tempat terindah untuk ku dan juga Aisyah. Aku memberikan nuansa putih pada tirai yang mengitari dermaga ini. Aku berharap Aisyah bisa tersentuh melihat segala perjuangan dalam mempersiapkan hal ini untuknya.
Akan kutunjukkan pada seluruh isi alam semesta di senja sore hari ini, jika aku begitu mencintai Makhluk ciptaan Allah yang bernama Aisyah Saraswati. Dan di Dermaga ini menjadi saksi kebahagiaan kita berdua.
Aku terus menuntun langkah Aisyah dengan pelan. Sesampainya di depan Dermaga aku buka penutup mata nya.
Aisyah pun membuka mata dengan perlahan.
"Taraaa."
"Masyaalloh ini bagus banget Kak. Kamu yang menyiapkan ini semua?." Aisyah berucap seraya terus memandangi pemandangan yang ada di depannya.
"Iyah sayang, ini semua khusus untuk menyambut kamu." kataku kemudian menggandeng tangan Aisyag menuju tengah Dermaga, di sana sudah ada meja dan kursi yang sudah di siapkan.
__ADS_1
"Ini indah banget, Ka. Aku terima kasih yah kakak sudah menyiapkan ini semua untukku." ujar Aisyah terharu.
"Iyah sayang, kamu memang pantas mendapatkan semua keindahan ini."
"Kak kita ke sana yuk!." Aisyah meraih tanganku dan mengajakku ke ujung dermaga.
"Pelan-pelan lainnya nanti jatuh." ucapku kala Aisyah semakin mempercepat langkahnya.
"Aku sudah lama banget Kak ingin menikmati suasana sukses seperti ini." katanya dengan senyum yang sangat menawan hati.
"Sekarang kamu luapkan apa yang selama ini menjadi keluh kesahmu di sini. Buang rasa gundah dan derita yang selama ini sering kamu rasakan."
Aisyah menarik nafas panjang dan kemudian dikeluarkan perlahan.
"Kalau mau teriak-teriak aja dengan keras." kataku lagi.
"Aaaaaaa." Aisyah berteriak dengan kencang seraya memejamkan matanya.
"Aaaaaku sayang Aiiiisssyahhhh." Aku ikut berteriak setelahnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Aisyah memelukku.