Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[41] Menahan Rasa


__ADS_3

Tidak lama kemudian makanan datang. Mereka mengobrol obrolan ringan sembari menyantap makanan yang di sajikan. Terlihat sekali jika Aisyah sudah terbiasa dengan etiket meja makan dan Aditya pun sedikit kagum dengan hal itu.


"Aisyah jadi ini pengacara yang saya ceritakan kemarin, dia teman saya pas kuliah ambil S2 dulu. Dia ambil jurusan hukum dan lumayan jago beberapa bahasa asing", Sahut Aditya pada Aisyah.


Adel yang mendengarnya tersenyum kagum, begitu juga Aisyah.


"Wah keren sekali Pak Doni" ucap Adel kagum.


"Terima kasih" Doni tersenyum membalas perkataan Adel namun tatapan nya mengarah kepada Aisyah yang ada di sebelah Adel. Aditya yang melihat itu menepuk pelan paha Doni, karena Aditya duduk di sebelah nya dan memberikan tatapan supaya Doni bersikap profesional.


Doni paham arti tatapan itu, dia hanya sedikit terpesona dengan penampilan anggun Aisyah.


Obrolan pun di lanjut,


"Sya, kamu ceritain saja inti permasalahan kamu pada Doni, Dia bakal bantu kasih arahan ke kamu nantinya", Sahut Aditya pada Aisyah.


"Iya betul bu Aisyah, walaupun Aditya sudah bercerita sedikit, namun saya ingin mendengar langsung dari ibu agar lebih jelas dan detail. Karena itu semua permasalahan Ibu" ucap Doni.


Aisyah mengenyitkan dahi nya mendengar perkataan pengacara itu.


"Maaf saya sedikit tahu cerita dari Adel" ucap Aditya merasa bersalah.


"Tidak apa Kak Adit," Aisyah memberikan senyuman, sebab bukan Aditya yang salah bagaimanapun Aditya yang mencarikan Aisyah pengacara, wajar dia tahu permasalahan Aisyah, apalagi saat itu Aditya yang menolong Aisyah saat di kurung oleh Dimas.


Setelah itu, Aisyah mulai menceritakan kondisi rumah tangga nya tanpa segala ada yang di tutup-tutupi. Ia ingin mengakhiri segala nya dengan cepat, karena dia ingin hidup tenang dan tak ada lagi berurusan dengan suami yang tukang selingkuh dan mertua ipar nya yang benalu.


Ya, kali ini Aisyah akan menggugat cerai Dimas dengan menggunakan rekomendasi jasa pengacara Kak Aditya. Setelah selesai bercerita, ia meminta ke Doni agar membantu nya mengurus perceraian agar tak memakan waktu lama.


Doni yang mendengarnya mangut-mangut tanda ia mengerti dan mulai menanggapi Aisyah.


"Baik Bu Aisyah, saya sudah mengerti duduk persoalannya sejauh ini. Semua permintaan ibu bisa di kabulkan asal ada bukti kuat yang menyatakan bahwa semua yang di ceritakan ibu barusan adalah benar." ujar Doni pada Aisyah.


"Ada, Pak Doni. Saya memiliki banyak bukti perselingkuhan suami saya. Bahkan saya bisa memberikan bukti kepada Bapak saat ini juga". jawab Aisyah.


"Lebih cepat lebih baik Bu, dan tentang gugat cerai Ibu harus menyiapkan beberapa dokumen seperti akte nikah dan lain sebagainya. Saya akan mengirimkan persyaratannya pada kontak Ibu. Jika Ibu merasa sudah pas dan Ibu benar-benar yakin Ibu bisa mengirim bukti nya ke saya dan besok ibu bisa ke kantor saya untuk menyerahkan dokumen yang di butuhkan" jelas Doni sambil menyerahkan sebuah kartu nama yang di dalam nya ada alamat kantor dan ada nomer kantor dan juga nomer telepon dari Doni.

__ADS_1


"Baik Pak Makasih banyak!"


"Sama-sama"


Lalu mereka kembali bercengkraman, hingga akhirnya Doni pamit duluan karena ada urusan lain.


"Adel, Aisyah kaka mau mengantar Doni sekalian mau ke toilet dulu yah, nanti kaka ke sini lagi mengantar kalian pulang" ucap Aditya lalu berjalan beriringan dengan Doni.


"Iyah ka" Sahut Adel Aisyah kompak.


Sepeninggal Aditya dan Doni pergi, Adel melanjutkan obrolan dengan Aisyah.


"Menurut mu Pak Doni gimana, Sya?" tanya Adel.


"Em gimana apanya, dia pintar dan baik sepertinya".


"Dia tuh Duren tahu, alias duda keren. Istrinya kecelakaan saat anaknya usia 6 bulan. Sekarang anaknya usia 2 tahun tapi dia masih betah sendiri"


"Iyah kah? gak nyangka yah. Kasian banget anaknya, di tinggal Ibu saat sedang membutuhkan kasih sayang Ibunya"


Aisyah yang di tanya Aditya hanya tersenyum malu pipinya merah merona,


"Kenapa muka kamu merah Sya?, kamu suka sama Kak adit?" tanya Adel.


"Ih Apaan sih, Del. Suka ngada-ngada kalau ngomong. Mana mungkin Kak Adit suka sama aku. Lagian aku juga masih perempuan bersuami kali, dan kurasa tak mudah membangun rumah tangga setelah apa yang menimpaku". ucap Aisyah tapi pipinya masih bertemu merah.


"Iya iya. aku kan cuman ngasih tahu kamu. Siapa tahu cocok, kan ga ada yang tahu"


"Ih, Adel"


"Iyah bercanda Aisyah, Tapi aku ngerestuin loh kalau kamu sama Kak Adit menikah"


"Kamu tuh mikir kejauhan, Del. Aku aja masih bersuami"


"Iyah bersuami tapi bentar lagi cerai, atau jangan - jangan kamu udah ada rasa sama Dimas?"

__ADS_1


"Ih enggak lah, aku aja nikah sama dia terpaksa, apalagi dia selingkuh dengan mantan sahabat ku sendiri".


"Ya udahlah biarin aja si Maira itu, nanti juga dia dapat karma sendiri!"


Lalu mereka berdua tertawa bersama, tanpa mereka sadari Aditya sudah ada arah samping mereka terhalang beberapa meja. Jadi posisi duduk Aisyah dan Adel itu ada di dekat kaca restaurant. mereka mendengar obrolan Aisyah dan Adel.


Awalnya Aditya cemburu dengan tatapan terpesona Doni pada Aisyah, lalu saat mendengar obrolan Adel yang membicarakan dirinya, ia hanya diam dan menunggu jawaban Aisyah.


Aditya ingin mengetahui tanggapan Aisyah terhadap dirinya.


Aditya bisa melihat wajah merah Aisyah saat membicarakan dirinya, ada gelenyar aneh yang menelusuk di dada Aditya. Apakah ia sedang jatuh cinta? Kalau iyah rasanya begitu aneh dan membuat jantung nya berdebar kencang. Ia belum pernah merasakan hal seperti ini, selama hidupnya Aditya selalu bekerja dan bekerja. Dia tidak ada waktu untuk mengurusi hal yang lain apalagi untuk sekedar berkencan.


Aditya berusaha menetralkan rasa gemuruh di dadanya apalagi melihat senyum Aisyah yang begitu manis membuat dirinya ikut tersenyum.


Aditya melangkah menuju dua orang wanita cantik itu, hati nya berdebar saat melirik wanita yang selama ini memenuhi pikirannya. Aisyah begitu cantik dan manis dengan berbalut gamis berwarna peach dan pashmina berwarna senada. Dia benar-benar terkesima dengan penampilan Aisyah.


Namun lagi-lagi dia harus menahan rasa di dadanya, Aisyah masih berstatus suami orang walaupun sebentar lagi dia akan bercerai dengan suaminya, tapi Aditya tidak ingin terburu-buru.


"Kak kita pulang sekarang yuk" Ajak Adel pada Aditya.


"Eh ... Apa Del?" tanya Aditya yang gugup, dia tidak sadar dirinya sempat melamun.


"Kita pulang sekarang kak" Sahut Adel mengulang perkataan nya tadi karena kedapatan melihat kaka nya melamun.


Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah Aditya.


"Ya udah Ayok" ucap Aditya lalu membalikkan badan nya sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal, dia malu pada tingkah nya sendiri.


*Jangan lupa Like Comment nya yah


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2