Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[64] Pertemuan


__ADS_3

"Sayang, malam ini kamu ikut Mamah ke rumah sahabat Mamah!." ucap Malika pada putra tirinya.


"Lain kali aja mah, aku cape banget sekarang." Jawab Aditya tersenyum sambil mengusap layar memperhatikan foto yang memperlihatkan foto Aisyah yang Aditya ambil secara diam-diam waktu di Bali.


"Enggak pokonya sekarang!. Mamah udah janji soalnya." kekeh Malika.


"Ya udah Mamah tinggal batalin aja!." usul Aditya.


"Issh kamu ini!, kamu udah gak sayang lagi sama Mamah?, padahal Mamah mau ketemu sama sahabat Mamah udah lama kami gak ke temu."


Tiba-tiba Bagas Wijaya berjalan menghampiri istri dan anaknya di ruang keluarga.


"Aditya, Apa yang kamu lakukan sama Mamah. Sampai Mamah nangis gitu?."


Aditya menoleh lalu melihat Mamah yang menunduk dan sedikit berurai air mata. 'Aduh Mamah bisa saja, bikin aku gak bisa nolak kali ini, batin Aditya.


Bagas mengenyakkan bokongnya di sofa, lalu mengelus-elus punggung istrinya.


"Udah mah gak usah nangis, biar Papah beri pelajaran anak itu!." ucap nya.


Malika tergugu, pura-pura menangis.


"Ya sudah Aditya antar, Adit siap -siap dulu." ucap Aditya akhirnya menyerah. Dia tidak bisa memang menang melawan sang Mamah. Tapi walaupun begitu Aditya sangat menyanyangi Mamahnya. Dia tidak sanggup melihat sang Mamah menangis.


Malika tersenyum mendengar nya. Lalu melihat putranya beranjak dari sofa dan berjalan ke kamar.


"Kamu memang paling bisa!." ucap Bagas mencubit hidung bangir Malika.


Malika tersenyum, "Pokonya yah Pah, Mamah mau ngenalin Adit sama anak sahabat Mamah. Mudah-mudahan mereka cocok. Jangan khawatir anak temen Mamah anaknya baik, sholehah lagi." ucap Malika pada Bagas.


"Iyah, iyah Papah percaya." merangkul pundak Malika dan memeluk nya erat.


Tidak lama kemudian, Aditya sudah siap dan keluar dari kamar.


"Ayo Mah, Adit sudah siap!." ucapnya pada Mamahnya.


"Ya sudah kamu panasin mobil dulu, Mamah mau ngambil tas Mamah dulu!." Malika beranjak dan mencium Bagas sekilas. "Sayang aku tinggal dulu Yah, Mamah mau pacaran dulu sama putra Mamah." ucapnya lagi di balas dengan anggukan oleh Bagas.


Aditya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat keromantisan orang tua nya. Walaupun usia tidak muda lagi mereka masih tetap romantis. Dia jadi mengkhayal, jika nanti ia menikah, dia berdoa semoga dia dan istri nya akan selalu romantis sampai tua seperti hal nya keromantisan orang tuannya.


Tiba-tiba saat memikirkan itu terbesit dalam pikirannya wajah tersenyum Aisyah. Buru-buru dia tersadar dari lamunannya dan melanjutkan apa yang di perintahkan Mamah nya tadi.


Malika masuk ke dalam mobil sudah ada Aditya yang duduk di tempat setir.

__ADS_1


"Sayang ini lokasi tempat rumah sahabat Mamah." seraya menyodorkan handphone nya kepada Aditya.


Degh!.


Inikan alamat rumah Aisyah?, apa sahabat Mamah itu Tante Sonya. Tapi setelah di pikir Aisyah dan Adel bersahabat tidak menutup kemungkinan Tante Sonya dan Mamah juga bersahabat.


Aditya mengembalikan handphone Mamahnya, "Oke Mah, Aditya sudah tahu alamat nya. Kita berangkat sekarang yah!." seru Aditya mengagetkan Malika. Pasalnya sebelum itu Aditya hanya menjawab dengan lesu tapi sekarang mendadak dia jadi bersemangat.


Malika tidak mengambil pusing tingkah putranya. Dia justru tersenyum,


Mobil berjalan menjauh dari pekarangan rumah Tuan Bagas Wijaya.


.


.


.


Setelah pertemuannya dengan Wanita bernama Gisel, Aisyah pulang larut malam karena butik sangat ramai sekali. Dia mengabari sang Mamah jika ia akan datang terlambat.


Satu jam kemudian mobil yang di Kendarai Aditya telah sampai di halaman rumah Aisyah. Sebelumnya mereka sudah membeli buah tangan tadi di jalan.


Tok...tok...tok


Tidak lama kemudian pintu di buka, assisten rumah tangga yang membukanya.


"Silahkan Bu masuk, Nyonya sudah menunggu di dalam!."


Aditya dan Malika masuk ke dalam, di sana sudah ada Sonya yang sedang duduk menunggu kedatangan mereka.


"Ya ampun Djeng apa kabar?," tanya Sonya pada Malika, mereka berpelukan melepas rindu sambil cipika-cipiki.


"Aku baik, Djeng. Ini aku dateng sama putraku!"


"Loh kok Nak Adit?," tanya Sonya saat melihat Malika datang bersama putranya, dan Sonya tidak menyangka kalau Adit adalah putra Malika.


"Kenapa Djeng?, Djeng Sonya kenal sama Adit?" tanya Malika.


Sonya tersenyum, "Iyah, Nak Adit ini yang sudah sangat membantu segala permasalahan Aisyah.


"Malam Tante!." ucap Aditya sambil menyalami tangan Sonya sopan.


"Oh yah Syukurlah kalau begitu." ucap Malika.

__ADS_1


"Ya sudah kalian duduk dulu yah, Sini!."


Mereka pun duduk di sofa, Sonya dan Malika duduk bersebelahan di sofa yang panjang. Sedangkan Aditya duduk seorang diri di sofa yang hanya muat untuk satu orang saja.


"Oh yah Djeng, Aisyah mana?." tanya Malika.


"Aisyah sedikit terlambat, katanya Butik nya sangat ramai hari ini!." jawab Sonya.


"Aisyah hebat yang bisa berdiri sendiri, membangun bisnis nya sendiri padahal orang tuanya sendiri punya perusahaan. Tapi dia dengan gigih membangun usaha sendiri. Saya salut sama Aisyah, dia benar-benar wanita yang gigih!." ucap Malika.


"Hhhmm Iyah saya sebagai orang tua cukup bangga dengan apa yang di capai Aisyah. Tapi saya menginginkan yang terbaik untuk anak saya. Saya ingin dia tidak terlalu lama sendiri, saya ingin Aisyah membuka lembaran baru, memiliki Suami dan Anak. Jika saya tidak ada, saya akan tenang karena Aisyah sudah ada yang menemani."


"Mungkin kita akan mengabulkannya nanti! dan kamu Djeng bisa melihat cucu-cucu kamu nanti!.".ucap Malika membuat Sonya tersenyum.


Sedangkan Aditya hanya menjadi pendengar yang baik untuk kedua sahabat karib di depannya ini.


Tiba lama kemudian, dari arah pintu datang sosok yang sudah dari tadi mereka tunggu.


Siapa lagi kalau bukan Aisyah.


Aisyah menggunakan dress berwarna silver dan juga menggunakan pashmina berwarna senada. Di hias dengan make up natural, namun tetap menawan dan juga sepatu high heels yang membuat tubuhnya semakin terlihat tinggi. Penampilan Aisyah benar-benar sangat cantik malam ini.


Jantung Aisyah semakin berdebar-debar kencang, saat dari kejauhan dia melihat Aditya yang duduk di sana.


Kini Aisyah sudah berada tepat di hadapan Aditya. Dan Aditya pun langsung tercengang saat melihat penampilan Aisyah yang begitu menawan dan elegant.


Sampai-sampai Aditya pun di buat tak berkedip sama sekali.


"Ha-hai!." Sapa Aditya yang mendadak kaku dan lidah nya terasa kelu.


"Hai." Sahut Aisyah risih, karena dari tadi mata Aditya tak lepas-lepas memandangnya.


Tiba-tiba Malika mencubit pinggang putranya.


"Hei, jaga pandangan. Kalian bukan muhrim!" ucap Malika membuat mereka berdua terlihat salah tingkah.


"Aku ngga nyangka loh Djeng Aditya udah kenal sama Aisyah." ucap Malika.


"Iyah Jeng Nak Adit ini yang sudah sangat berjasa sekali dalam hidup Aisyah." Jawab Sonya.


"Syukurlah, dan seperti nya mereka saling suka." goda Malika.


"Iih apaan sih. Mah!." ucap Aditya sedangkan Aisyah pipinya kini bersemu merah karena malu.

__ADS_1


...*** MOHON BANTU LIKE DAN KOMENT YAH ***...


__ADS_2