Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[70] Ulang Tahun Malika


__ADS_3

Saat ini Aditya dan Malika sedang berbincang-bincang di sofa sambil nonton televisi. Bagas dan Adel belum pulang kerja. Tidak ada kecanggungan di antara Malika dan Aditya, orang lain pasti akan mengira mereka adalah anak dan Ibu kandung karena keakraban di antara mereka.


"Apa yang membuat mu yakin, bahwa Aisyah adalah wanita terbaik untuk kamu?." tanya Malika dengan lembut. Tatapannya begitu menyejukkan bagi Aditya


"Untuk saat ini aku belum tahu, Mah. Yang aku tahu aku sangat bahagia saat berada dengannya. Dan selalu mengingat dia di setiap kegiatan." ucap Aditya dengan jujur.


Malika tersenyum, dia mengusap bahu anaknya. Lalu tangannya menyentuh wajah tampan itu. "Kamu sudah dewasa Nak, walau Mamah bukan Mamah kandung kamu, Mamah berharap kamu menemukan kebahagiaan bersama Aisyah."


Malika meraih tangan sang putra.


"Dua minggu lagi, ulang tahun Mamah. Kamu undang Aisyah dan Bundanya ke ulang tahun Mamah yah! Manfaatkqn moment itu." ucap Malika pada Aditya.


"Pasti Mah, aku pasti akan berjuang mendapatkan cinta Aisyah!.) ucap Aditya seraya mengacungkan jempolnya.


...----------------...


Dua minggu kemudian,


Aisyah kini sedang bercermin di depan sebuah meja rias di dekat kamarnya.


Setelah pernyataan cinta Aditya waktu itu kepada Aisyah, Aisyah dan Bunda Sonya di undang ke pesta ulang tahun Malika.


Penampilan Aisyah kini nampak sangat cantik sekali. Malika memang menyuruh para tamu yang hadir ke pesta nya memakai dresscode.


Aisyah memakai gaun berwarna biru laut sesuai dresscode permintaan Malika. Gaun cantik Aisyah di padukan dengan pashmina silk yang lembut dan juga berkilau, serta polesan make up yang natural tapi tampak elegant. Semua itu sukses membuat tampilan Aisyah terlihat sempurna dan lebih elegant. Membuat siapa saja yang melihatnya tak akan pernah merasa bosan.


Sesampainya di sana, rombongan Aisyah dan Bunda nya langsung menemui Tuan rumah. Malika dan suami nya, Bagas Wijaya menyambut para tamu yang hadir.


Malika sangat terpukau melihat tampilan Aisyah yang begitu cantiknya.


Dalam hati, dia mengharapkan semoga yang menjadi jodoh putranya adalah Aisyah. Malika tahu jika Aditya sudah menyatakan perasaannya kepada Aisyah namun belum juga di jawab oleh sang pujaan hatinya. Karena Aditya sudah bercerita kepadanya, Malika pun memberikan semangat untuk mendapatkan cinta Aisyah.


Adel menghampiri Aisyah yang baru saja datang dan langsung memeluk sahabat nya itu. Mereka berbincang-bincang bersama, ada canda tawa di sana, Aisyah tersenyum melihat kehangatan keluarga Adel. Namun hati nya berdebar karena laki-laki yang selalu hadir dalam mimpi nya itu beluk juga nampak.

__ADS_1


"Kenapa pipi kamu merah, Aisyah?." tanya Adel tersenyum menggoda.


"Iyah gitu?." ucap Aisyah menghindari tatapan menggoda sahabat nyaa itu


"Kamu lagi nungguin Kak Adit yah?." bisik Adel tidak ingin terdengar oleh para orang tua.


Aisyah mendorong pelan Adel karena dirinya malu karena kedapatan sedang memikirkan kakaknya.


Adel tertawa melihat tingkah lucu Aisyah yang salah tingkah.


Melihat anaknya tertawa, Malika penasaran dan bertanya. "Ada apa sayang?." tanya nya.


"I..itu Mah Aisyah..." Belum Adel menyelesaikan kalimatnya mulutnya sudah di bekap oleh Aisyah.


"Ennga Tante, bukan apa-apa." ucap Aisyah seraya memberikan tatapan tajam kepada Adel yang justru membuat Adel menyingkirkan tangan Aisyah yang membekap mulutnya lalu kembali tertawa.


Malika menggelengkan kepala melihat itu dan tersenyum melihat keakraban Aisyah dan Adel.


Selesai berbincang-bincang dengan keluarga Adel, Aisyah pun meminta ijin untuk pergi ke toilet.


"Aku kangen sama kamu, Dit!." seseorang memeluk erat Aditya. Dan Aisyah tidak sengaja melihatnya. Mereka tak jauh dari tempat Aisyah berdiri.


"Ngapain kamu ke sini, Sherin!. Setelah kamu dengan tega pergi bersama sahabat pacar kamu sendiri?." ucap Aditya menjawab datar. Dan langsung berusaha melepaskan pelukan Sherin.


"Maafin aku Dit, ada banyak alasan yang gak bisa aku jelasin dan sekarang aku menyesal dan ingin kembali memulai kisah kita dulu yang sempat terpisah." lirih sherin. Aditya membuang muka dan tidak peduli dengan ucapan Aisyah.


Saat Aditya menoleh ke arah kanan, dia pun langsung terkejut karena melihat Aisyah yang sedang berdiri dan memperhatikannya.


Aditya mendadak dapat ide untuk menghindari Sherin. Dengan langkah gugup Aditya langsung menuju ke arah Aisyah dan meninggalkan Sherin begitu saja. Sherin pun langsung mengikuti Aditya.


"Hai sayang, kenapa kamu datang nya lama sekali?. Kan aku udah nungguin kamu dari tadi." Aisyah yang tak siap dengan kedatangan Aditya yang tiba-tiba dan juga ucapan Aditya seperti tadi membuat dirinya semakin gugup. Aisyah bingung mau jawab apa.


Aditya langsung menggandeng bahu Aisyah dan mendekatkan pada dirinya.

__ADS_1


"Oh yah kenalkan Rin, ini calon istriku. Maaf yah aku tidak bisa melanjutkan hubungan yang kamu bilang itu. Karena sebentar lagi aku akan segera menikah dan aku harap kamu bisa mode on secepatnya." ucapan yang keluar dari mulut Aditya sangat menohok hati untuk Sherin dan membuat Sherin kesal dan pergi meninggalkan Aditya dan juga Aisyah.


Sherin mengurungkan diri, Di yang akan pergi kembali menghampiri Aditya. Karena dia harus meminta penjelasan.


"Calon istri?." Sherin terpengarah dan melihat penampilan Aisyah dari atas sampai bawah. Jika di lihat kalau Aisyah cantik tapi bukan tipe Aditya.


Sherin tahu bagaimana tipe wanita idaman Aditya. Yaitu wanita cantik, berkulit mulus dan modis, tidak tertutup seperti Aisyah.


"Dia sama sekali bukan tipe mu, bagaimana bisa?."


"Aku mencari kenyamanan dan wanita yang bisa membuatku jatuh cinta. Dan inilah yang menjadi calon istriku." ujar Aidtya memotong ucapan Sherin. Dan melempar senyum pada Aisyah.


Sherin menggeleng pelan, dua masih tidak percaya jika Aditya sudah memiliki calon istri dan berbanding jauh dengan tipenya.


Jika di lihat dari mantan-mantan Aditya, Aisyah tidak masuk ke dalam kriteria.


Aisyah bingung mau melakukan apa. Karena Aditya bersandiwara dengan Spontan.


"Sudahlah Sherin, kamu gak usah ngurusin hidupku lagi. Kamu bukan siapa-siapa ku lagi sejak kamu lebih memilih Verrel. Yang terpenting aku bahagia dan merasa nyaman bersama Aisyah, Iyah kan sayang?." Aditya kemudian menatap Aisyah, seakan dia adalah pria yang sangat mencintai Aisyah.


Aisyah merasa Iba mendengar kisah percintaan Aditya dan Sherin dulu, dia tidak menyangka Aditya mengalami kisah cinta seperti itu. Untuk itu Aisyah akan membantu memuluskan sandiwara Aditya tadi dan menjawab pertanyaan Aditya "Iyah sayang," ucap Aisyah tersenyum.


Sherin melongo.


Hati Sherin panas mendengar ungkapan cinta dari Aditya kepada Aisyah.


Aisyaj dan Aditya meninggalkan Sherin yang melongo di tempatnya. Setelah tersadar bahwa ia di tinggalkan sendiri lalu ia berteriak dan memanggil Aditya.


Tapi Aditya mengacuhkan panggilan itu dan terus berjalan beriringan dengan Aisyah.


Tanpa Aisyah ketahui ada seseorang yang memperhatikanya, dia adalah Sindy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2