
Ruli pulang dengan penuh emosi dan amarah yan naik sampai ke ubun-ubun. Aisyah tersenyum puas, dia berhasil membuat mertua nya diam tak berkutik. Ruli pergi dengan perasaan kesal dan dongkol diikuti oleh Sindy.
"Maaf Kak Adit saya tidak tahu kalau mertua dan adik ipar saya datang, dan maaf membuat Kak Adit tidak nyaman." lirih Aisyah segan untuk menatap Aditya karena sungguh dia sangat malu dengan tingkah laku mertua nya itu.
"Tidak apa-apa Aisyah, ini bukan salah kamu."
"Baiklah Kak Adit, terima kasih pengertiannya. Mari kita masuk ke dalam!" ucap Aisyah lalu hendak melangkah masuk ke rumah namun di cegah oleh Aditya.
"Tunggu Aisyah, saya ingin membicarakan sesuatu dulu dengan mu"
Aisyah berbalik lalu memandang wajah Aditya dengan penasaran apa yang hendak dibicarakan Aditya dengannya.
Lalu Aditya menceritakan mengenai siapa dalang dari orang yang menyabotase mobil milik Aisyah itu, Aditya juga menceritakan kalau dia sudah mengamankan orang tersebut, dan sekarang menyerahkan kepada Aisyah mau di apakan orang itu.
Tadi nya Aisyah ingin menyerahkan orang itu langsung kepada pihak polisi saja tapi mendengar nama orang yang ingin mencelakainya adalah Maira membuat Aisyah masih tidak menyangka Maira akan berbuat nekat seperti itu. Karena perbuatan ini sudah pasti akan membuat karirnya benar-benar rusak.
Aisyah mengetahui impian Maira sejak kecil yang ingin menjadi orang terkenal, dia tahu bagaimana kerja keras dan usaha Maira menggapai impian itu. Tapi kenapa hanya karena rasa benci pada Aisyah membuat Maira kehilangan arah dan ingin menyakitinya. Padahal Aisyah sendiri orang yang mendukung Maira untuk bisa menjadi artist.
Aisyah membiarkan Maira bebas dari penjara, karena yang namanya hukum sosial di masyarakat justru akan membuat efek menyakitkan di bandingkan hanya mendekam di penjara.
Tidak jarang Aisyah mendengar artis yang bunuh diri karena makian netizen Aisyah mengira Maira akan berpikir untuk berubah memperbaiki karir nya yang ternoda karena kasus perselingkuhannya bersama suami nya Aisyah, tapi ternyata tidak, bahkan untuk mengucapkan kata maaf kepada dirinya pun tidak.
"Sekarang Maira ada di mana Kak Adit?" tanya Aisyah.
"Dia sudah saya amankan dan di jaga oleh anak buah saya." jawab Aditya.
"Saya ingin bertemu dengannya, bisakah kak Adit mengantar saya?" ucap Aisyah, mungkin ini saatnya memberikan Maira sedikit pelajaran dulu supaya berpikir untuk tidak bermain-main dengan Aisyah dan menghancurkan kepercayaan nya dulu dengan sebuah pengkhianatan.
"Baik Aisyah malam ini juga saya antar kamu."
__ADS_1
.
.
.
Malam ini Aisyah akan bertemu dengan Maira, dia berpamitan kepada Sonya bahwa dia ada urusan mendadak. Aisyah tidak mungkin jujur tentang kepergiannya sekarang kepada Bunda nya. Apalagi kodisi kesehatan Bunda nya sedang tidak baik. Dia hanya berpesan kalau Sonya tidak perlu khawatir dia akan langsung pulang secepatnya setelah urusannya selesai.
***
Perjalanan pun segera di mulai, Aditya di belakang kemudi terus fokus menyetir, tidak ada perbincangan di antara mereka. Ingin sekali laki-laki itu mengajaknya sekedar mengobrol, akan tetapi melihat suasana hati Aisyah, akhirnya dia menelan semua kata-katanya. Dia tak ingin memperkeruh suasana.
Perjalanan semakin jauh dari kota. Sekarang Aditya dan Aisyah sudah memasuki kawasan hutan. Di tengah malam, seperti ini semuanya sangat sepi. Hanya ada suara hewan yang terdengar dan beberapa kendaraan mobil yang lewat.
Aditya semakin fokus menyetir. Mereka sudah meninggalkan jalan raya besar. Mereka sekarang sudah memasuki jalan kecil, kanan dan kiri semuanya hanya ada pohon besar dan rindang.
Suasana begitu mencekam dan horor. Untung saja keduanya bukan seorang penakut, sehingga mengabaikan akan ada makhluk tak kasat mata. Aisyah masih bingung, kenapa Aditya mengajak nya keluar malam. Tapi memilih untuk tidak bertanya, Aisyah yakin Aditya tidak akan berani macam-macam padanya.
Aditya keluar dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk Aisyah.
Di sana sudah ada beberapa orang yang berkumpul laki-laki berpakaian hitam dan memakai topeng. Nampak seseorang yang sangat Aisyah kenal, sayangnya sosok itu di buat pingsan.
Aisyah mengenyitkan alisnya dan menoleh ke arah Aditya meminta penjelasan. Siapa orang-orang yang memakai topeng itu?, batin Aisyah bertanya.
"Mereka anak buah saya" menjawab arti tatapan Aisyah walaupun wanita itu tidak bersuara.
Lalu Aditya melangkah kan kaki nya menuju beberapa orang yang memakai topeng. Dan Aisyah mengikuti Aditya dari belakang. Semua yang ada di sana menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan.
"Bagaimana, perempuan ini mau di apakan Bos?". tanya salah satu komplotan berbaju hitam itu yang masih mengenakan topeng, sepertinya dia adalah ketua dari komplotan itu.
__ADS_1
"Seret dia keluar, tapi jangan sampai terluka." perintah Aditya dingin.
Aisyah memandang raut wajah Aditya, dia seperti tidak mengenali sosok yang ada di samping nya ini. Aditya yang di kenal nya adalah sosok yang ramah, baik, dan tidak pernah kasar. Tapi sekarang dia seperti menjelma sebagai seorang Iblis yang memiliki tampang seperti malaikat.
Tapi itu juga membangun sisi lain dari diri Aisyah bangkit, siapa yang suka jika orang selalu menganggap dirinya bodoh, polos, dan hanya bisa di manfaatkan oleh orang lain. Dan lalu Aisyah mengingat bagaimana semua orang mempermainkan hati nya membuat sisi devil nya muncul.
Aisyah berjongkok, dia membelai pipi halus sosok yang pingsan itu, berbagai jenis emosi terpancar di mata nya.
Segera Aisyah bangkit dan berdiri lalu merogoh tas nya dan mengeluarkan tisu basah mengelap tangannya seolah dia sudah menyentuh sesuatu yang jijik dan kotor.
"Segera tuang bahan bakar dan bakar mobilnya." perintah Aisyah.
Para laki-laki bertopeng itu langsung mengikuti perintahnya. Empat jerigen bahan bakar langsung membasahi mobil Maira. Setelahnya, mereka semuanya mengambil jarak.
Aisyah langsung melemparkan pematik api ke arah mobil itu. Sekejap mata si jago merah melalap mobil itu. Aisyah tersenyum manis melihatsi jago merah beraksi.
Semua bergidik ngeri melihat apa yang di perbuat Aisyah. Aditya hanya menonton dan tersenyum bangga. Dia suka dengan kepribadian Aisyah yang berani sekarang.
"Ayo pergi saja dari sini! Kita tinggalkan saja dia di sini. Biarkan dia melihat bagaimana api menghanguskan mobilnya.!" Setelah mengatakan itu Aisyah beranjak menuju mobil Aditya, dan Aditya berjalan mengikuti Aisyah di belakang.
Para komplotan itu pun melakukan hal yang sama. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan perempuan itu dengan kondisi ponsel rusak dan uang tunai raib.
Aisyah menyandarkan badan nya ke kursi. Dia membuka botol minuman dan meminumnya hingga tandas.
"Itu hanya pukulan ringan untuk Maira, aku hanya sedikit memberi dia pelajaran. Aku hanya meminta kembali apa yang sudah aku berikan. Aku tidak ikhlas dia memakai mobil permberianku sebagai hadiah ulang tahunnya. Aku rela membakar mobil itu dari pada melihat ia mengendarainya." Aisyah berbicara begitu mantap dan santai seolah membakar mobil seperti membakar jagung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...