
Menurut anak buah Bastian yang sudah berada di lokasi tempat Maira berada. Mereka mengatakan bahwa Maira menderita luka cukup serius. Hal ini membuat hati Bastian di landa kekhawatiran. Tanpa menunggu lama Bastian bersiap untuk menjemput Maira.
Beberapa jam kemudian, Bastian akhirnya sampai di klinik tempat Maira di rawat. Anak buah Bastian langsung menyambut dan mengantarkannya ke ruangan. Kebetulan di sana juga sudah ada Dokter jaga sedang memeriksa dan mengoleskan obat pada luka wajah aktris tersebut.
Tap...tap...tap
Langkah kaki beberapa orang masuk ke dalam ruangan sontak mengalihkan perhatian sang Dokter. Segera dia berpaling untuk melihat siapa yang datang.
Dokter begitu terkejut saat melihat siapa yang datang. Seorang pria tampan memakai setelan jas. Bastian tidak seperti kelihatannya dia tidak seperti seorang manager yang hanya memakai kaos belel, tapi dia memakai setelan bahkan Dokter pun terpesona melihat penampilan Bastian. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia adalah seorang Ceo dari perusahaan ternama.
Bastian melihat keadaan luka di wajah Maira, luka bekas cakaran monyet di wajah Maira bisa terbilang serius.
Maira tidak sadarkan diri selama beberapa jam akibat luka cakaran monyet di wajahnya juga karena kelaparan. Walaupun baru satu hari tapi tubuhnya sudah sangat lemah.
Cairan infus sedikit membantu keadaan Maira. Dia masih belum sadarkan diri dan belum tahu kondisi wajahnya yang sekarang, Entah bagaimana respon nya nanti jika mengetahui wajahnya kini.
"Bagaimana keadaannya Dokter?" akhirnya Bastian menyadarkan Dokter dari keterpesona terhadap dirinya. Bastian sudah berada di samping ranjang sebrang Dokter. Nampak kekhawatiran tercetak di wajah tampannya. Dia menatap wajah Maira dengan prihatin.
"Pasien sudah tidak apa-apa, dia masih belum sadarkan diri akibat lemas karena kelaparan. Tetapi tenang saja, pasien akan segera sadar..." Dokter itu berhenti sejenak sebelum dia melanjutkan. "Untuk luka di wajah nya cukup serius. Cakaran monyet tersebut cukup kuat sehingga membuat luka yang begitu dalam. Seandainya dia sembuh, bekas luka nya akan nampak dan susah untuk dihilangkan, kecuali dengan operasi yang kemungkinan menelan banyak biayà."
Bastian hanya mengangukkan kepalanya dan tersenyum kepada Dokter "Terima kasih atas penjelasannya Bu Dokter!."
Bu Dokter sedikit salah tingkah dengan pesona Bastian yang tersenyum.
Bu Dokter hanya menganguk dan permisi untuk memeriksa pasien lain.
Tak lama kemudian, Maira pun tersadar. Perih di wajahnya masih terasa walaupun sudah di suntikkan obat anti nyeri. Perlahan ia membuka mata, mulutnya mengeluarkan erangan kesakitan.
__ADS_1
Bastian sontak melihat ke arah Maira.
"Syukur lah kamu sudah sadar!" ucap lirih Bastian.
"A...aku dimana?" erang Maira, dia menahan perih diwajahnya. Dia masih belum mengingat apa yang terjadi kepadanya.
"Kamu di klinik. Ini di Sukabumi, kamu harus menjalani perawatan." jelas Bastian. Pria itu tampak acuh tak acuh melihat keadaan Maira.
Kepala Maira sakit, samar-samar dia mengingat kejadian dimana sekumpulan monyet dengan wajah yang marah menyerangnya dengan buas. Lalu dia pingsan.
Maira mengalihkan pandangan ke arah Bastian. "Ambilkan aku cermin!" titah Maira dengan nada lemas.
Bastian menggeleng,
"Ambilkan aku cermin!" kali ini dengan lebih tegas namun dengan nada masih lemas.
Melihat Bastian yang ragu-ragu menyerahkannya, Maira kemudian merebut dengan satu tangannya kasar.
Bastian sedikit terkejut, ingin merampas balik tapi Maira sudah mengambilnya.
"Aakkhh,.... Wajahku." pekik Maira tiba-tiba. Suaranya mengagetkan pasien dan pengunjung di ruangan itu. Akan tetapi melihat kondisi Maira, semuanya memakluminya. Siapapun terlebih kaum hawa akan bereaksi hal yang sama ketika mengalami kerusakan wajah. Hanya ada rasa simpati di hati mereka.
"Tidak...Tidak mungkin!...Wajahku... Wa..jahku..." jeritan pilu Maira membahana seisi ruangan yang kemudia diiringi isak tangis. Orang yang tidak tahu duduk permasalahan nya mengira kalau Maira kehilangan orang yang di cintai.
Ya, Maira emang kehilangan sesuatu yang di cintai. Yaitu wajahnya.
Mendengar jeritan Maira, perawat pun datang dan segera menyuntikkan obat penenang. Maira pun tak lama kemudian merasa lemas dan akhirnya tertidur.
__ADS_1
Bastian pun bergegas menemui Dokted yang menangani Maira dan berniat membawa Maira ke kota untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Maira dengan keadaan tidak sadar segera di masukkan ke dalam ambulan. Bastian ikut berjaga di dalam ambulans. Mobil Bastian di bawa oleh anak buah Bastian dan mengikuti di belakang mobil ambulans.
***
Dua minggu berlalu dalam sekejap mata.
Maira sekarang sedang memulihkan diri. Dia memutuskan untuk operasi penghilangan luka. Akan tetapi dia harus menunggu semuanya luka nya sembuh dulu.
Saat ini Maira sudah tidak ada pemasukkan sama sekali. Bisa dikatakan Maira sudah menjadi pengangguran, sejak ia terkena kasus bersama Dimas, tidak ada job yang mau menerima dia, apalagi dengan kondisinya yang sekarang. Saat ini dia hanya mengandalkan tabungannya saja.
Hilangnya Maira di layar kaca dan social media membuat penggemar-penggemarnya bertanya-tanya tentang keberadaan dirinya. Ada yang mengatakan Maira di tangkap polisi, ada yang , mengatakan dia liburan keluar negeri dan ada juga yang bilang perempuan itu sakit parah. Banyak sekali spekulasi-spekulasi atas hilangnya Maira terlebih banyak yang bilang Maira mendapat karma karena sudah menjadi pelakor.
Tentang luka di wajah Maira, tidak ada yang mengetahui terkecuali Bastian. Bahkan beberapa minggu ke depan, Maira memutuskan untuk pergi ke Thailand untuk operasi penghilangan bekas luka. Dia menguras seluruh tabungannya untuk itu, sedangkan untuk kasus pembakaran mobil nya, Bastian sudah berusaha mencari tahu, dan hasil nya nihil, tidak ada petunjuk sama sekali. Dia juga mendesak Maira untuk mengemukakan pihak yang bersitegang dengannya. Tapi Maira memilih bungkam.
Bastian sudah bisa menebak, satu-satu nya orang yang bisa melakukan hal seperti itu adalah Aisyah. Karena Aisyah adalah orang yang bersitegang dengan Maira saat ini, sebagai mantan sahabat yang menikung temannya sendiri. Maira pantas mendapatkan pelajaran dari Aisyah. Apalagi sampai sekarang Maira masih belum mau minta maaf pada Aisyah.
Sedangkan Aisyah tampak puas melihat apa yang terjadi pada Maira, aset kebanggaan nya rusak. Orang suruhannya mengirimi foto terbaru Maira tadi kepadanya. Mungkin dengan begini Maira akan sadar dengan apa yang sudah di perbuatnya dulu pada Aisyah.
Aisyah tidak ingin menyimpan dendam terlalu lama pada mantan sahabat nya itu. Aisyah dan Maira bersahabat tidak hanya satu dua tahun saja, mereka berteman sudah sangat lama tapi dirinya terlalu bodoh dan polos sehingga dia tidak tahu watak sahabatnya itu yang ingin membuat dirinya menderita. Sekarang Aisyah ingin hidup tenang tanpa ada benalu di hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1