Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
Part 73


__ADS_3

Lalu Casie menoleh ke arah Aisyah, mengerutkan keningnya. "Dia siapa?." tanya Casie sambil menunjuk ke arah Aisyah.


"Kenalkan ini Aisyah, calon istri aku." ujar Aditya.


Sontak Casie kaget mendengar penuturan adik sepupunya, calon istri? Bukankah Sherin calon istri Aditya?.


Dengan perasaan malas, Casie pun kemudian mengulurkan tangannya pada Aisyah.


"Casie." ucapnya datar. Menjabat tangan Aisyah dengan malas.


"Aisyah." ucap Aisyah sambil tersenyum.


"Kakak ngga nyangka, kalau kamu bakal punya selesai seperti ini. Biasanya selera kamu cewek s*ksi seperti Sherin." ujar Casie kepada Aditya, tatapannya juga seperti menjatuhkan Aisyah.


Apa yang di katakan Casie itu benar, dulu sekali sebelum Ayah nya menikah dengan Mamah Malika, kehidupan Aditya itu sangatlah bebas, sering mabuk-mabukan dan selalu menjadikan wanita sebagai alat pemuas saja. Bahkan Ayahnya saja sampai kewalahan menghadapi karakter sifat Aditya dulu.


Hal itu karena Aditya sangat membenci wanita, alasan nya karena Ibu kandung Aditya meninggalkan Aditya semenjak bayi bahkan Ibu kandung nya itu berniat membunuh nya sejak dalam kandungan, tapi di cegah oleh Ayahnya. Dan Casie tahu itu.


Namun semenjak Ayah nya menikah dengan Mamah Malika. Malika merubah pandangan Aditya kepada terhadap wanita. Malika mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang nya kepada dirinya. Merubah Aditya menjadi laki-laki yang menghormati Wanita.


Di tambah sejak mengenal Aisyah, kepribadian Aditya berubah menjadi lebih baik. Bahkan ia menjadi rajin beribadah.

__ADS_1


Tapi perkataan Casie membuat ia mengingat kehidupan kelam nya dulu, dan mungkin akan menambah kesan negatif dari Aisyah untuk Aditya.


"Apa yang kamu bicarakan Kak!, aku tidak seperti itu lagi." Jawab Aditya.


Degh!.


Perkataan Aditya membuat Aisyah kaget. 'Jadi emang Kak Adit dulu suka mainin perempuan?, batin Aisyah bertanya. 'Apakah Kak Adit masih seperti itu?.'


"Yah Kakak ngga nyangka sih, kok bisa sih selera kamu jadi turun derajat seperti ini?. Kayaknya beda jauh sama Sherin yang kelas nya tinggi.calon


"Adit tidak ingin berdebat dengan kakak, jelas Aisyah dan Sherin berbeda. Aisyah wanita terhormat sedangkan Sherin wanita murahan." ucap Aditya membela Aisyah, dia tidak ingin Aisyah tersinggung dengan perkataan Kakak sepupunya itu. "Dan juga Semua orang bisa berubah Kak termasuk berubah dalam hal sudut pandang." tambahnya lagi.


Aditya yakin Casie tidak setuju kalau Aditya mempunyai calon istri yang tertutup aurat nya seperti Aisyah.


***


Casie adalah Kakak sepupu Aditya dari pihak Ayah. Orang tuanya telah tiada. Sehingga dia dekat dan di anggap anak oleh Bagas Wijaya begitu juga oleh Malika.


***


Aisyah ikut ke rumah Aditya ketika mengantar Casie. Karena dia akan menginap di rumah Aditya untuk beberapa bulan ini.

__ADS_1


Casie belum tahu sampai kapan dia berada di Indonesia. Dan dia langsung menuju kamarnya.


"Maaf yah Aisyah, Tante menyuruh Aditya menjemputmu."


"Iyah Tante, sama-sama." Jawab Aisyah. "Kalau gitu Aisyah pamit Tante sudah sore kasian Bunda sendiri di rumah." tambahnya.


"Kirain mau makan malam bersama kami, Aisyah. Ada sepupu Aditya juga di sini, mungkin kalian bisa berkenalan." ucap Malika.


"Mungkin lain kali saja, Tante. Nanti Aisyah akan sering ke sini!. Oh yah Tante, Adel mana sudah lama tidak bertemu?." tanya Aisyah.


"Oh Adel sedang mempersiapkan peresmian toko kue baru." Jawab Malika sedangkan Aditya hanya sebagai pendengaran untuk kedua wanita yang ia cintai.


"Alhamdulillah, Adel semakin sukses usahanya yah!."


"Iyah, tapi dia jadi lupa buat nyari jodoh."


"Kalau jodoh nya sudah dateng, ngga akan kemana Tante." ucap Aisyah.


"Iyah kayak kamu sama Adit. Iyah kan!." ucap Malika membuat pipi Aisyah bersemu merah.


"Hhhmmm Mamah bisa saja." Jawab Aditya.

__ADS_1


"Mamah serius kalian mau menikah kapan?."


Aisyah dan Aditya saling berpandangan.


__ADS_2