Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
Part 75


__ADS_3

"Mau apa kau kemari?." ketus Aisyah. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, bersidekap dengan sangat anggun dan menaikkan dagu nya dengan angkuh.


"Tenang Aisyah. Harus nya kamu sambut aku dengan senyum manis mu." Jawab Dimas.


"Aku tak sudi tersenyum kepadamu." sinis Aisyah.


Dimas tergelak, "Wow ternyata istri ku yang lugu, polos dan gampang di manfaatkan. Sekarang sudah berani yah." ucap Dimas sambil tersenyum mengejek.


"Cepat aku tidak punya waktu. Katakan apa mau mu!." tanya Aisyah tegas.


"Aku hanya bertanya dimana keluarga ku?." tanya Dimas balik.


"Kenapa kamu bertanya kepadaku?" tanya Aisyah lagi.


"Karena kamu yang sudah menghancurkan keluarga ku." balas Dimas dengan menaikkan suara nya.


"Dengar Tuan Dimas yang terhormat, aku sama sekali tidak pernah menghancurkan keluargamu. Kamu yang menghancurkan keluarga mu sendiri." Jawab Aisyah.


"Brengs*k kau Aisyah."


"Hei Tuan Dimas Anggara jangan berbuat onar di rumah ku, atau aku akan memasukkan kembali kamu ke dalam penjara." ucap Aisyah sedikit mengancam saat melihat Dimas berjalan mendekat ke arahnya.


"SATPAM, SATPAM!." Teriak Aisyah. "Apa yang kalian lakukan ? kenapa dia bisa masuk ke mari?." tanya Aisyah.


"Maaf Nyonya!." ucap dua orang satpam itu menunduk.


"CEPAT USIR DIA!." teriak Aisyah lagi.


"Awas saja kau Aisyah, aku tidak akan pernah memaafkan mu. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan kepadamu." balas Dimas dengan sorot mata tajam ke arah Aisyah. Namun Aisyah cuek tidak menghiraukan ancaman Dimas.


Kedua satpam itu menyeret Dimas keluar rumah, Dimas sedikit berontak tidak terima dengan perlakuan Aisyah kepadanya.


"Kamu tidak apa-apa Nak?." tanya Sonya menghampiri putrinya.


"Aku baik-baik saja Bun." Jawab Aisyah tersenyum karena tidak ingin Bunda nya khawatir.


"Syukurlah, Bunda takut terjadi sesuatu sama kamu. Teringat kamu pernah di kurung oleh nya dan mantan mertua mu itu membuat Bunda selalu mengkhawatirkanmu." ucap Sonya dengan menatap mata sendu putrinya.


"Jangan khawatir Bunda. Aisyah yang dulu dengan Aisyah sekarang berbeda. Aisyah yang sekarang jauh lebih kuat dan tegar, Aisyah tidak akan mau di tindas lagi seperti kebodohanku di masa lalu."


"Sudah, sudah jangan di ingat lagi. Itu sudah masa lalu. Yang terpenting kamu sekarang sudah bahagia, sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Wijaya. Bunda yakin Nak Adit pasti akan selalu membahagiakanmu." ucap Sonya.


"Iyah Bun, Amiin." ucap Aisyah.

__ADS_1


"Bun, bolehkah malam ini Aisyah tidur bersama Bunda."


"Boleh dong sayang, apalagi nanti kamu akan menjadi istri orang. Kapan lagi kita bisa tidur bersama yah kan?."


Aisyah tersenyum dan menganguk lalu menggandeng lengan Bunda nya menuju kamar tidur. Malam ini Aisyah akan tidur bersama Bunda nya.


***


Sementara Dimas di luar rumah Aisyah berdecak kesal.


"Lepas!, aku bisa keluar sendiri." Lalu ia berjalan ke arah luar menuju gerbang pagar rumah Aisyah.


Tangan nya terkepal menandakan dia sangat marah.


Kemudian Dimas merogoh saku celana nya dan menghubungi seseorang.


"Kau jemput aku di sini!, aku share alamat nya!." ucap nya pada seseorang di sebrang sana.


Tak lama kemudian, Gito dan Reza datang menjemputnya.


"Hai Bos maaf lama, jalanan macet." ucap Gito yang duduk di balik kemudi dan Reza duduk di samping nya.


Dimas tidak menghiraukan ocehan Gito, lalu dia masuk ke dalam mobil di kursi belakang dan menepuk pundak Gito, "Git ke Club sekarang!." titah Dimas pada Gito.


Dimas dan kedua anak buah nya Reza dan Gito, rencana nya akan pergi ke club yang ada di kota sebelah. Mereka akan menjual barang dagangan mereka di sana.


Setelah keluar dari penjara, Dimas bukannya taubat. Justru malah kembali melakukan hal yang nanti nya mungkin saja dia akan kembali ke penjara lagi.


Dia menjual barang haram bersama kedua temannya Reza dan Gito yang juga mantan napi. Menjadikan Dimas sebagai Bos karena dia yang mendanai operasional mereka.


Kalau di tanya uang dari mana? tentu saja Dimas dapatkan dari Maira alias Gisel.


Di tengah perjalanan, ada beberapa petugas polisi yang sedang melakukan operasi lalu lintas.


"Sialan!, di depan ada polisi Bos!." ucap Gito.


"APA?." teriak Dimas.


"Kalau begitu. Cepat amankan barang ini di ****** ***** kalian." titah Dimas pada Reza dan Gito.


"Siap Bos." Jawab mereka kompak.


"Jangan tegang, santai saja agar tak ketahuan oleh mereka." Dimas terus memberikan arahan pada mereka.

__ADS_1


"Beres Bos." Mereka menganguk mengerti.


Tok! Tok! Tok!


Kaca mobil di ketuk oleh petugas anggota kepolisian.


"Permisi Pak, maaf mengganggu waktunya sebentar!." ucap salah seorang petugas polisi dengan ramah.


"Iyah Pak ada apa?." tanya Gito tanpa ada rasa gugup sedikitpun.


'Bagus Git!.' batin Dimas tersenyum.


"Mau perjalanan kemana nih, Pak?." tanya petugas polisi seraya melirik Reza dan Dimas.


"Mau nongkrong ke Cafe Pak." Jawab Gito lancar lalu ia tersenyum kepada petugas polisi itu.


"Baik. Bisa Bapak tunjukkan kelengkapan kendaraannya!." tutur petugas itu lagi.


"Ini Pak!." ucap Gito seraya menyerahkan surat-surat SIM dan STNK yang Gito pakai.


Satu petugas membawa surat kendaraan dan membacanya. Sementara satu petugas lagi menatap Dimas dan kedua temannya dengan penuh selidik.


"Ini Pak. Silahkan Bapak bisa melanjutkan perjalanan dengan hati-hati." Petugas polisi itu menyerahkan kembali surat-surat kendaraan yang tadi di minta.


Dimas bernafas lega. Akhirnya mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang. Dimas dan lainnya bersyukur karena petugas kepolisian itu tidak curiga. Bisa-bisa mereka kembali ke sel tahanan jika mereka ketahuan.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang. Akhirnya mereka tiba di Club malam. Dimas melangkah lebih dulu masuk ke dalam tempat hiburan itu. Suara musik Dj menggemari di ruangan ini.


Sebagian orang yang ada di sini berjoget ria seraya memegang botol minuman masing-masing. Sebagian lagi hanya duduk sambil memangku seorang wanita penghibur yang sedang menuangkan minuman. Ada juga yang sedang sibuk berjudi bersama gerombolannya.


"Hai sayang, Apa kabar?." seorang wanita penghibur bergelanyut manja di lengan Dimas.


"Diamlah dulu aku sedang tidak ingin." ucap Dimas menepis lengan wanita itu di tangannya."


"Ayolah sayang, kita bergoyang bersama. Apa kamu tidak rindu dengan goyanganku? Hahaaa." ucap Wanita berusaha menggoda Dimas.


Hasrat kelaki-lakian muncul dalam diri Dimas, apalagi dia sudah lama di penjara. Dan saat bertemu Maira bukannya di sambut pelukan justru Maira menghindar saat Dimas sangat menginginkannya. Maira terlalu patuh dengan Mantan manajernya, dan mantan sahabat nya dulu, Bastian yang sekarang justru dia lebih unggul darinya.


Tanpa basa basi, Dimas langsung membopong tubuh wanita itu yang bernama Siska menuju kamar yang tersedia khusus tamu yang hadir dan bermalam di sana. Siska hanya menurut tanpa protes sama sekali. Keadaan nya pun sedang mabuk.


"Bos, ini gimana?." tanya Gito yang sedari tadi membututi Dimas.


"Kau urus bersama Reza. Dan jangan sampai orang lain curiga. Aku mau sikat wanita ini dulu!." ujar Dimas. Mereka berdua berdecak kesal.

__ADS_1


__ADS_2