Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[55] Rencana Liburan


__ADS_3

Sindy jadi merasa bersalah pada Papah nya karena selama ini dia juga tahu kalau Mamah nya sering pergi kencan bersama berondongnya, tapi Sindy tidak pernah mau membantu Papahnya atau mencoba menasihati Mamahnya karena dirinya terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri.


Dalam hati Sindy pun tidak jauh berbeda dengan Mamahnya, dia terlalu terlena dengan kehidupan dunia, terutama semenjak Kakaknya menikah dengan Aisyah. Kekayaan dan kehidupan mewah selalu menghiasinya.


Sindy tidak peduli dengan apa yang di rasakan Papahnya, apalagi semenjak kecelakaan itu terjadi yang mengakibatkan ia kehilangan kakinya, Papahnya pasti butuh support dari orang-orang terdekatnya, tetapi itu tidak ia dapatkan dari istri dan anak-anaknya. Selama itu Papahnya selalu dekat dengan Aisyah, mungkin karena Aisyah lah Papah nya itu kuat dalam menjalani kehidupan walaupun harus kehilangan kaki nya.


Bahkan Aisyah lah yang memberikan gaji kepada Suster Renata yang merawat Edmund selama ini. Walaupun Dimas sudah ada di penjara, Suster Renata masih tetap bekerja karena yang membayar gaji nya itu adalah Aisyah.


Edmund itu sangat memyanyangi Sindy, apalagi sewaktu kecil Papah nya selalu ada untuk Sindy. Tapi sekarang setelah Edmund tidak bisa apa-apa lagi Sindy bahkan tidak pernah mau menemani Papahnya.


Sindy memeluk Papahnya yang sedang berbaring sambil berkata, "Pah Maafin Sindy selama ini Sindy tidak pernah ada untuk Papah hiks hiks. Sindy terlalu sibuk dengan dunia Sindy sendiri padahal selama ini Sindy juga tahu apa yang di lakukan Mamah, tapi Sindy tak peduli dengan perasaan Papah." ucap Sindy yang di selingi dengan tangis.


Air mata menggenang di pelupuk mata Edmund, di khianati Istri dan putrinya. Tapi di sini Sindy tidak bersalah, dia hanya terlalu manut pada Mamahnya, dia hanya korban salah didikan dari istrinya.


"Tapi apa Mamah benar-benar tidak peduli lagi pada Papah?, Apa sebenernya Mama sama sekali tidak mencintai Papah lagi?. Tapi dulu sebelum Papah sukses, Mamah begitu perhatian dan sayang sama Papah". ucap Sindy.


Ya selama ini sebenarnya dialah yang bersalah. Setelah kehidupan Edmund membaik berkat bantuan sahabatnya Bramantya, gaya hidup Ruli mulai berubah, circle pertemanannya juga berubah. Dia berteman dengan Ibu-Ibu sosialita dan akhirnya dia bertemu dengan temannya yaitu Yuli. Yuli inilah yang awalnya mengenalkan Ruli pada berondong-berondongnya.


Sebelum kecelakaan yang menimpa suaminya, Ruli tidak menghiraukan tawaran Yuli tapi semenjak kecelakaan itu terjadi, kebutuhan batin Ruli tidak terpuaskan oleh suaminya sehingga Ruli mencari kesenangan di luar rumah.


"Sudahlah Papah sudah memaafkan kamu, tapi kamu harus berjanji. Mulai sekarang kamu harus berubah yah!" pinta Edmund pada putri nya.


Sindy melepaskan pelukannya, lalu menganguk dan menghapus air mata di pipi nya dengan kedua tangan nya.


"Makasih Papah sudah mau memaafkan Sindy, Sindy berjanji mulai sekarang Sindy akan berubah."


Edmund tersenyum mendengar perkataan putri nya. Dalam hati Ia selalu berdoa, semoga putri nya bisa memegang janjinya dan berubah menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


***


Di Butik Aisyah, dua perempuan dewasa tengah bersenda gurau, terlihat kedua nya sangat bahagia sekali.


"Jadi gak nih kita liburan?" tanya Adel.


"Ayo! aku sudah lama tidak berlibur biar pikiranku lebih relax kalau kita liburan." Sahut Aisyah sambil tertawa.


"Kemana?" Tanya Adel.


"Bali!" Jawab Aisyah.


"Oke aku pesan sekarang tiketnya, ya?" ucap Adel.


"Siip!" ucap Aisyah sambil mengacungkan jempolnya ke arah Adel.


Mereka tertawa bersama.


Aisyah ingin menghirup udara sebebas-bebas nya karena kesibukan-kesibukannya di Butik serta masalah-masalah yang sudah menimpa nya selama ini. Aisyah bersyukur saat ini dia sudah terbebas dari keluarga toxic.


Saat ini keadaan kesehatan Sonya sudah mulai membaik, hanya saja Sonya harus kontrol ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan setiap bulan. Sehingga Sonya tidak akan bisa melarang Aisyah untuk pergi liburan, ia ingin putrinya bisa melepaskan beban yang selama ini selalu menghimpitnya.


Sonya tahu sejak dulu anaknya tak pernah mengeluh terhadap apapun. Bahkan saat pernikahannya yang tidak sehat pun, Aisyah tetap bungkam. Membuat orang-orang yang melihatnya tak pernah menyangka kehidupan rumah tangganya ada bom waktu yang kalau meledak akan menghabiskan semuanya. Dan sekarang terbukti.


Sekarang Dimas mantan suami Aisyah ada di penjara, Maira yang selingkuhan Dimas karirnya sebagai artis hancur di tambah wajah Maira yang luka akibat cakaran monyet dan masih belum juga sembuh. serta Ibu mertua dan Ipar yang selalu merongrong harta Aisyah entah bagaimana nasibnya. Tapi menurut orang suruhannya, Ibu mertuanya itu kedapatan oleh suaminya selingkuh di kamar mereka yang akhirnya Ruli di usir oleh Edmund dari rumahnya.


Saat kesabaran seorang istri telah mencapai puncak lelahnya. Maka perceraianlah yang jadi solusi.

__ADS_1


Bagi Aisyah tidak akan ada kesempatan untuk orang yang selingkuh bahkan bukan itu saja keluarga suaminya selalu merencakan sesuatu yang buruk untuknya dan keluarganya. Beruntung Aisyah segera tahu dan langsung menggagalkan rencana tersebut.


Sonya senang Aisyah bisa melupakan kesedihannya. Dia senang Aisyah tidak terlalu lama terpuruk dengan keadaan yang menimpanya.


"Hei" pundak Aisyah di sentuh Adel. "Kenapa kamu melamun?" tanya Adel.


"Eng-enggak aku tidak melamun, hanya saja sedikit memikirkan apa yang Bunda katakan waktu itu." jelas Aisyah.


"Perkataan apa?" tanya Adel penasaran.


"Bunda berkata kepadaku untuk tidak terlalu lama sendiri, Bunda ingin menjodohkan ku dengan anak sahabatnya."


"Hah?, apa Bunda mu tidak belajar dengan apa yang sudah dilakukan Almarhum Ayahmu? Perjodohan?" Adel jelas - jelas terkejut dan tidak menyangka, padahal Kakak nya Aditya mengharapkan Aisyah untuk menjadi istrinya tapi Aisyah belum tahu.


"M-mm Bunda tidak memaksa hanya saja dia meminta aku coba untuk bertemu dengan dia dulu, gitu!"


"Terus masalah nya di mana? kamu tinggal tolak aja pas nanti ketemu."


Ada benarnya juga perkataan Adel, bisa saja dia menolak saat bertemu dengan calon nya itu, tapi melihat wajah Sonya nanti Aisyah jadi tidak tega. Padahal niat baik Sonya adalah supaya ada yang menjaga Aisyah jika dirinya di panggil sang Maha Kuasa.


Sonya terlalu takut jika nanti di panggil yang Maha Kuasa? Aisyah masih sendiri.


Aisyah diam saja, seberapa dia menolak pasti Bunda akan selalu giat untuk menjodohkannya. Padahal Aisyah belum siap untuk berumah tangga lagi.


"Ya sudah ga usah di pikirin dulu, kita rencanakan liburan kita dengan matang. mungkin saja sepulang dari liburan kamu bisa memutuskan apa uang menurut kamu baik." ucap Adel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2