Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[56] Liburan


__ADS_3

Setelah kemarin Aisyah dan Adel merencanakan liburan. Hari ini Aisyah bersiap mempersiapkan hal apa saja yang akan ia bawa untuk liburan ke Bali. Dan rencananya hari ini dia tidak akan pergi ke butik.


Jam 10 pagi dia sudah mandi dan bersiap. Sonya yang mengetahui jam berapa take off pesawat yang akan di tumpangi anaknya keheranan.


"Kamu sudah bersiap Aisyah?" tanya Sonya saat Aisyah menyeret koper nya ke arah pintu keluar.


"Mau berangkat dari rumah Adel, Bun." Sahut Aisyah.


.


.


.


Aisyah berpamitan pada Bunda nya tepat setelah sholat dzuhur. Ia bergegas menuju rumah Adel yang memang jarak nya cukup jauh, sekitar empat puluh menit menggunakan Taksi. Sebelum nya Aisyah menanyakan pada Adel, apakah Aditya ada di rumah karena ia akan sangat malu untuk berkunjung ke rumah Adel jika Aditya ada di rumah. Lebih baik janjian di Bandara saja, batin Aisyah.


Tapi jawaban Adel membuat Aisyah tidak perlu khawatir karena katanya Aditya sedang tidak ada di rumah.


.


.


.


Tepat jam delapan malam, Aisyah dan Adel tiba di bandara Ngurah rai. Aisyah memejamkan matanya menyesap aroma Bali.


"Ngelamun aja?" Adel menyenggol bahu Aisyah dengan keras. Kini mereka sedang menunggu taksi untuk membawa mereka ke hotel yang telah di pesannya via online.


Sesampainya di hotel Aisyah dan Adel bak ABG yang baru menemukan sesuatu yang baru ditemukan seumur hidupnya, kedua nya selfi di berbagai sudut di dalam kamar hotel.


Kebetulan mereka mengambil hotel bintang lima yang lumayan merogoh kocek. Namun karena niat Aisyah liburan tak masalah bagi nya harus mengeluarkan biaya sebesar itu.


Aisyah mengupdate foto liburannya saat ini di social media dengan tag dimana tempat dia berada. Membuat kolom komentar nya penuh dengan komentar teman-temannya. Ada yang mendoakan , dan ada juga yang minta oleh-oleh darinya.


Sementara Ruli yang sedang ada di kontrakan jenuh dan memilih untuk berselancar ke sosial medianya. Karena dia berteman dengan Aisyah, postingan Aisyah lewat di time line miliknya, sontak Aisyah membelalak mata nya saat melihat postingan Aisyah. Sang menantu yang biasanya hanya tampil biasa saja dengan memakai daster berbahan rayon itu ini menjelma bak seorang Princes yang telah menemukan sepatu kaca nya.

__ADS_1


Aisyah menggunakan tunik dan pashmina dengan warna senada dan juga kacamata hitam yang bertengger di atas kepalanya. Pose nya di ambil dengan menghadap ke kaca. Ruli seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, lalu menggeser ke arah kanan layar ponsel karena Aisyah menggugah beberapa foto pribadinya.


"Ternyata dia sedang liburan. Enak sekali dia, setelah apa yang ia lakukan dengan memenjarakan anakku Dimas. Sekarang dia enak-enakan liburan?. Dasar menantu kurang ajar." Kemudian Ruli bangkit dari duduknya lalu mencari nomor whatsapp Aisyah dan menekan tombol panggilan. Tidak perlu waktu lama dengan tiga kali deringan sudah terdengar Aisyah mengangkat teleponnya.


"Halo, Assalamualaikum." ucap Aisyah dari sebrang sana.


"Eh perempuan sundal!! Enak yah kamu liburan sementara anakku kedinginan di penjara,?" ucap Ruli dengan berapi-api. Membuat Aisyah terkejut dan sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.


"Bu Ruli " Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Aisyah. Aisyah tidak ingin menyebut Ruli dengan sebutan Mamah, karena antara dia dan Ruli sudah tidak ada hubungan lagi.


"Iya... aku. Aku ibu dari anak yang kamu penjarakan," ucap Ruli lagi semakin tak terkendali lagi membuat Aisyah sedikit heran.


"Mas Dimas harus membayar semua perbuatannya di penjara."


"Halah, emang kamu perempuan gak tahu diri. Gitu aja sampe laporin suami ke polisi. Wajar Dimas lebih memilih Maira, wong kamu jadi istri ga bisa nyenengin hati suami." teriak Ruli mencibir Aisyah.


Di sebrang sana Aisyah hanya bisa mengelus dada,


"Denger yah, Bu. Apa yang di lakukan Mas Dimas itu salah. Dia sudah menggelapkan dana perusahaan, bukti nya sudah ada kok. Jangan main nyalahin aja Bu. Saya ga terima perusahaan Ayah bangkrut karena ulah menantunya yang korupsi."


"Anak Ibu itu bukan mau memajukan perusahaan, tapi justru membuat perusahaan Ayah saya bangkrut, di tambah Ibu dan Adiknya yang selalu merongrong keuangan perusahaan untuk kepentingan pribadi. Dan jangan lupakan kalau Mas Dimas juga membiayai pelakor itu tanpa sepengetahuan saya." ucap Aisyah.


"Kamu aja yang dasarnya pelit, sama suami perhitungan. Pantas saja Dimas lebih memilih Maira, lah Maira lebih baik ke mana-mana di banding kamu."


"Ibu, Ibu, istighfar Bu. Tolong nyebut! Jangan marah-marah, nanti darah tinggi Ibu kumat, kalau Ibu stroke gimana!, nanti Ibu tidak bisa ngapa-ngapain loh. Dan silahkan Ibu banggakan menantu kesanyangan Ibu, karena saya bukan siapa-siapa lagi Mas Dimas.". ucap Aisyah mengingatkan sang mantan mertua.


"Hei kurang ajar...yah. Kamu doakan saya stroke,?"


Emosi Ruli semakin tak terkendali, akhirnya Aisyah menekan tombol merah di ponselnya, mengakhiri panggilan itu. Adel memandangnya dengan heran karena suara Ruli cukup begitu keras hingga dia bisa mendengarnya, meskipun Aisyah tidak menloud-speakear panggilan itu.


"Siapa?, mantan mertua mu?," tanya Adel memastikan.


"Iya."


"Kenapa?" tanya Adel lagi.

__ADS_1


"Mungkin dia sudah gila.!" ucap Aisyah, lalu kedua nya tertawa terbahak-bahak tak jelas hanya dengan ucapan Aisyah yang menyebut Ruli gila.


Ruli mengepalkan tangannya saat ponsel tidak lagi mengeluarkan suara nya.


"Br*ngs*k dia menutup teleponku!". umpat Ruli, emosinya sudah tidak bisa berpikir jernih.


"Apa aku berkomentar di instagramnya yah?" batin Ruli. Dia segera membuka aplikasi sosial media yang sangat digandrungi itu. Lalu dia membubuhkan kata-kata di postingan Aisyah tanpa pikir panjang. 'Dasar perempuan tak tahu diri, liburan di atas penderitaan suaminya'.


Ting...


Suara dari notifikasi ponsel Aisyah.


Wanita berpiyama maroon itu segera meraih ponselnya sejak tadi yang di letakkan di nakas. Setelah menerima telepon dari Ruli, mood nya mendadak buruk, karena rencana ia liburan adalah untuk menenangkan pikiran dan hati tetapi semua itu di gagalkan oleh mantan mertuanya.


Di buka notifikasi ponsel dan Aisyah melihat komentar dari @Rulihardinigrat yang isinya adalah 'Dasar perempuan tak tahu diri, liburan di atas penderitaan suaminya'. Seharusnya dia blokir sejak dulu akun mantan mertua nya itu kalau tahu akan seperti ini, Aisyah seperti di teror oleh mantan mertuanya.


"Syialan!" ucap Aisyah dengan rahang mengeras.


"Kenapa, Sya?" tanya Adel.


"Coba deh lihat?" Adel mengambil ponsel yang di sodorkan Asiyah dan melihatnya.


"Ya ampun ini mantan mertuamu, Sya?" tanya Adel.


"Iya" ucap Aisyah membenarkan.


"Hapus aja." ucap Adel. "Eh...Enggak ding. Gimana kalau kita serang aja. Aku aja deh, kamu nggak usah, kamu diem aja." usul Adel.


Aisyah menatap Adel bingung, apa yang akan dilakukan Adel pada mantan mertua nya?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2