
Sekarang Aisyah sudah menyandang status janda. Berulang kali sidang perceraian diadakan, dan itu semua berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Karena sudah di pastikan Dimas tidak bisa menghadiri persidangan karena ia sedang berada di penjara.
Kehidupan Aisyah berubah sekarang, dia jauh lebih tenang dan berusaha untuk ikhlas dengan takdir yang menghampirinya. Sikap nya pun sekarang lebih berani dan tegas, ia tidak ingin di tindas oleh siapapun. Dan Aisyah tidak ingin terburu-buru untuk menjalin hubungan baik hubungan rumah tangga ataupun hubungan pertemanan. Satu-satu nya sahabat terbaik nya adalah Adel.
"Sya kamu gak mau ikut aku pergi ke mall?," tanya Adel pada Aisyah. Saat ini mereka sedang berada di kantor Butik Aisyah. Aisyah sedang bekerja tapi Adel datang dan menghampirinya di Butik.
"Tidak Del, aku harus menyelesaikan ini dulu" ucap Aisyah lalu meneruskan pekerjaannya.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa telepon aku"
Aisyah menatap Adel sebentar lalu menganguk dan tersenyum.
Beberapa bulan berlalu. Kini Aisyah telah fokus menjalankan bisnis butik nya yang berkembang maju. Perusahaan di ambil alih oleh sepupunya, Bayu. Namun masih tetap di pantau olehnya sebagai pemilik sah Perusahaan S.K Group.
Tak terasa waktu berjalan cepat dan hari sudah menjelang sore, tapi Aisyah masih bergelut dengan pekerjaannya.
Ting....
Pesan singkat dari Sonya menghentikan sejenak pekerjaan Aisyah. Ia membuka pesan dari sang Bunda yang menanyakan kapan ia akan pulang.
Sejak pulang dari rumah sakit kondisi kesehatan Sang Bunda sudah mulai melemah, saat ini Sonya sering mengeluh sakit. Jadi Aisyah tidak ingin membuat Bunda nya cemas dan khawatir, ia akan langsung memilih untuk pulang walaupun sebenarnya pekerjaan Aisyah masih banyak.
Aisyah keluar dari kantornya, lalu melihat Assisten nya Rina.
"Rin kita pulang sekarang," ajaknya.
"Baik Bu" jawab Rina lalu mengikuti Aisyah di belakang. Aisyah menyerahkan kunci mobil kepada Rina lalu masuk ke dalam mobil.
Rina melajukan mobilnya meninggalkan butik menuju rumah Aisyah, atasannya.
Di perjalanan Aisyah memejamkan mata nya sejenak, memikirkan apa yang sudah ia perbuat pada Maira, meninggalkannya di hutan dengan bantuan Aditya. Tapi sejak saat itu Aisyah tidak tahu bagaimana kabar laki-laki itu, bisa saja ia bertanya pada Adel tapi Aisyah malu untuk menanyakan kabar Aditya pada Adel.
"Bu Aisyah, sudah sampai!" ucapan Rina mengagetkan lamunan Aisyah. Entah mengapa bisa-bisa nya ia memikirkan Aditya sekarang, padahal ia sudah mempunyai prinsip untuk tidak terburu-buru menjalani sebuah hubungan asmara atau pertemanan. Mungkin Aisyah sedikit trauma dengan apa yang di alaminya.
__ADS_1
"Oh iyah, terima kasih. Kamu bisa langsung pulang." ucapnya lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Aisyah di sambut senyum oleh Bunda nya yang sedang duduk di sofa, lalu Aisyah menghampiri merentangkan tangannya untuk memeluk Sonya dan di balas Sonya dengan mengusap punggung Aisyah.
"Bunda gimana kabarnya hari ini?" tanya Aisyah.
"Bunda tidak apa-apa Aisyah, Bunda sebenernya bosen harus diam terus. Kangen beraktivitas kayak dulu lagi."
"Kata Dokter Bunda harus banyak istirahat dulu,!"
"Iyah Nak. Bunda mau tanya, Gimana kabarnya Aditya ?"
"Kenapa Bunda nanyain Kak Adit?"
"Enggak Bunda cuman penasaraan aja kok udh berapa bulan ini gak pernah mampir ke sini,"
"Kak Adit mungkin lagi sibuk kali Bun, Kan dia calon Ceo baru di perusahaan papa nya."
"Iyah sih, tapi dulu juga dia masih sempat datang kemari."
"Tunggu Aisyah, Bunda belum selesai berbicara."
"Ada apa lagi Bun?," lalu ia kembali duduk di samping Sonya.
"Bunda hanya berharap kamu untuk segera menikah. Bunda tidak ingin kamu terlalu lama sendiri. Bunda takut jika bunda di panggil sang pencipta, tapi kamu masih sendiri." lirih Sonya menatap sang putri penuh pengharapan, dia menginginkan putrinya menjalani kehidupan baru, berumah tangga dengan orang yang ia cintai tanpa rasa takut dibayang-banyangi masa lalu karena pengkhianatan.
Aisyah membalas tatapan Sonya, "Suatu hari Aisyah pasti akan menikah, Bun. Tapi tidak sekarang."
"Setidaknya kamu ada niat untuk menikah. Bunda takut jika kamu terlalu nyaman sendiri dan tidak ingin berumah tangga lagi. Tidak semua laki-laki seperti Dimas, contohnya Nak Adit dia pria baik, sopan dan mapan. Tapi bunda tidak akan memaksa kamu untuk menikah dengan Adit yang terpenting calon kamu baik dan mau bertanggung jawab kepada kamu. Itu sudah cukup." jelas Sonya.
Aisyah menganguk lalu memeluk Bunda nya lalu berkata "Iyah Bun, Doakan Aisyah supaya mendapatkan jodoh yang baik dan sayang sama Aisyah.
"Iyah pasti Bunda doakan yang terbaik untuk putri Bunda."
__ADS_1
Keduanya melepaskan pelukan lalu sama-sama tersenyum.
"Bentar lagi maghrib, Aisyah mau mandi dulu!"
"Ya sudah kamu mandi, sholat terus makan yah. Makanan nya sudah di siapin sama Bi Asih."
"Iyah Bun"
Aisyah beranjak dari sofa lalu pergi ke kamar nya di lantai dua.
***
Di lain tempat di siang hari di kantor Wijaya Group, seorang lelaki tampan sedang memandang foto wanita yang memakai kerudung Pashmina, tampak foto itu tidak terlihat sempurna hanya memperlihatkan separuh wajah wanita itu, sebab laki-laki 35 tahun itu diam-diam mencuri fotonya tanpa sepengetahuan sang wanita untuk dijadikan alat pelepas rindu. Sudah beberapa bulan ini Aditya belum bisa menemui Aisyah karena kesibukkan nya di kantor.
"Gak usah di pandangin terus, kenapa ga kakak temuin aja langsung Aisyah. Aku habis dari kantor butiknya Aisyah tadi, terus langsung ke sini." ucap Adel tiba-tiba datang menyambangi kantor sang kakak.
"Kalau masuk tuh ketuk pintu dulu, Del." ucap Aditya menegur adiknya yang sekarang sudah duduk di sofa kantor.
"Gak usah mengalihkan pembicaraan deh kak, kalau kangen kenapa ga ajak ketemu aja." ucap Adel lalu mengambil Apel yang ada di meja dan menggigitya.
"Kakak belum berani Adel. Kakak takut di tolak Aisyah." ucap Aditya lalu menghampiri Adel di sofa.
"Berjuang aja belum, kok udh langsung takut di tolak aja."
"Bukan seperti itu, kakak hanya belum siap saja dan belum yakin dengan perasaan kakak sendiri. Apa yang di alami Aisyah pasti membekas dalam hidupnya, kakak takut jika keragu-raguan kakak justru nanti akan melukai hati Aisyah, dia pasti akan sangat terluka. Dia pasti sekarang sedang menjaga jarak. Iyah kan?" tanya Aditya.
"Jadi kakak belum yakin kalau kakak tuh sebenernya suka sama Aisyah."
"Entahlah, biarlah waktu berjalan. Kakak ingin memberikan waktu untuk Aisyah menyembuhkan hati nya dulu. Setelah itu kakak akan melamar Aisyah." putus Aditya.
"Siapa yang akan melamar?" ucap seseorang yang dari arah pintu.Aditya dan Adel menengok ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...