
"Sayang selamat yah, Bunda ngga nyangka kamu bakalan menerima cinta nya Aditya. Bunda sangat senang sekali akhirnya kamu mau membuka diri dengan yang lain" ucap Sonya.
Kini Aisyah dan Sonya sudah sampai di rumah, mereka sedang berbincang-bincang di ruang tamu.
"Aku juga ngga nyangka Bun." Jawab Aisyah dengan sedikit malu karena tidak menyangka jodoh datang secepat itu.
"Bunda pernah mendengar dari Tante Malika, kalo Aditya itu sulit sekali membuka perasaannya pada wanita lain. Semenjak mantan nya meninggalkannya begitu saja. Bunda salut sekali sama kamu, kamu sudah berhasil membuka hatinya lagi, ya mungkin dulu nya kosong dan kini menjadi lebih berwarna." Ujar Sonya lagi dengan tatapan penuh harap pada Aisyah.
"Semoga kalian benar-benar berjodoh yah Aamiin. Bunda jadi tenang jika kamu tidak sendiri lagi." tambah Sonya sembari tersenyum menatap sayang sang putri.
***
Keesokan hari nya,
Aisyah dan Aditya berada di dalam mobil yang sama. Mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia.
Saat sedang dalam perjalanan, tiba-tiba ponsel Aditya berbunyi. Dan terpaksa Aditya menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dan dia pun segera mengangkat telepon nya, ternyata telepon dari Malika.
[Halo sayang, kamu lagi dimana?."
"Aku lagi pergi, Mah sama Aisyah." Jawab Aditya sambil melirik Aisyah yang hanya terdiam gugup. Ada hal yang ingin di sampaikan pada Aditya.
[Wah Syukurlah, kalau Aisyah sudah berhasil membuka hati untuk kamu] Aditya tersenyum lalu melirik Aisyah yang sedang memandang ke luar.
__ADS_1
"Ada apa Mah?." tanya Aditya.
[Ya ampun Mamah sampai lupa kan!, Mamah minta kamu jemput kakak sepupu mu di Bandara. Karena sebentar lagi dia akan sampai di Indonesia.]
"Kak Casie? dia kesini?" tanya Aditya bingung.
[Iyah sayang, Pak Ahmad hari ini tidak masuk karena istri nya akan melahirkan. Jadi Mamah minta tolong kamu aja. Kamu mau kan?. Sekalian ajak Aisyah berkenalan dengan Casie.]
"Baik Mah, aku akan berangkat sekarang!."
[Oke sayang. Terima kasih ! Salam untuk calon mantan Mamah. semoga kalian cepat menikah.] ucap Malika dengan penuh harap kali Aisyah bisa menjadi menantu.
"Aamiin." sahut Aditya.
"Ehemm, kita langsung ke Bandara yah ? aku mau jemput kakak sepupu ku dulu. Kalau aku mengantar ke rumah kamu dulu ngga cukup waktu nya." ujar Aditya yang akan menjemput kakak sepupunya.
"Aku turun di sini saja kak!." Aisyah bersiap akan segera turun. Tapi dengan cepat Aditya mengambil tisu, dan memegang tangan Aisyah dengan tisue. Berusaha mencegah Aisyah turun dari mobil.
"Jangan turun, kamu mau aku di marahin sama Mamah." Aisyah berpikir sejenak.
"Terus ngapain kamu pegang aku pakai tisue?." Aditya refleks membuang tisue nya.
"Kan bukan muhrim." Aisyah hanya menggelengkan kepala nya dan beralih ke tempat duduknya.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Aditya tersenyum.
"Sama-sama." Jawab Aisyah.
Aditya pun melajukan mobil nya menuju Bandara.
***
Sekitar 30 menit di perjalanan, akhirnya sampai juga Aditya dan juga Aisyah di Bandara.
Tak lama kemudian, Aditya pun sudah bisa melihat Casie yang sedang keluar pintu arah depan.
"Kak Casie." panggil Aditya. Dan Casie pun langsung menoleh ke arah nya dan tersenyum senang.
Tak berapa lama Casie pun sudah sampai dekat dengan Aditya. Dan Aditya pun langsung memeluk Aditya. Dia sangat rindu sekali dengan Aditya karena memang jarang sekali bertemu.
"Ya ampun!. Kamu sudah besar sekali adik gantengku!. Ngga nyangka ih kamu udah sebesar ini! Dulu masih imut-imut sekarang udah mau menikah!, Oh yah katanya Sherin juga udah pulang ke sini loh!." cerocos Casie tanpa memberikan kesempatan Aditya berbicara.
Lalu Casie menoleh ke arah Aisyah, mengerutkan keningnya. "Dia siapa?." tanya Casie sambil menunjuk ke arah Aisyah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...