
Pemberitaan mengenai skandal perselingkuhan antara mantan Ceo perusahaan S.K group dengan artis berinsial M tidak pernah surut.
Foto dan berita nya kerap kali memenuhi layar televisi dengan gosip-gosipnya. Bahkan kerap kali dia mendapat ancaman dan labrakan dari istri-istri sah yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengannya. Tapi karena mereka membuat sebuah perkumpulan yang beranggotakan istri-istri yang tersakiti oleh pelakor jadi Maira lah yang menjadi sasaran amukan mereka sekarang.
Popularitas Maira menurun, karir dia sebagai artis benar-benar hancur. Tidak ada yang memberi dirinya job sejak skandal perselingkuhan itu. Kalau seperti ini terus bagaimana bisa dia bertahan hidup.
Maira mengeram kesal melihat berita-berita mengenai dirinya yang tersebar di mana-mana. Semuanya membuat dia nyaris gila.
Maira tidak bisa keluar rumah, ketakutan di labrak oleh wanita-wanita di luaran sana menghantuinya selama ini. Tatapan mencemoh dan hujatan-hujatan kepada dirinya membuat dia tidak bisa beraktivitas ke luar rumah. Persediaan stok makanan di rumah sudah mulai menipis, yang tersisa sekarang hanya ada botol-botol minuman keras yang menemani hari nya.
Sejak kejadian itu pun, Bastian tidak pernah menunjukkan batang hidung nya. Dia marah dengan sikap Maira dan meninggalkan nya sendirian saat itu. Bastian menganggap Maira tidak pernah menghargai ketulusan dirinya yang selalu ada untuknya.
Sekarang Maira berada di Apartement nya sendirian, tanpa ada yang menemani, sudah berhari-hari dia kesepian. Selama ini yang menemaninya adalah Dimas dan manajer nya Bastian. Tapi sekarang Dimas di Penjara dan Bastian sedang marah kepadanya.
"Aargghhh" teriakan Maira memenuhi seluruh isi Apartement.
Maira sudah sangat muak dengan keadaan nya sekarang ini. Beruntung Apartement ini kedap suara jadi tidak ada yang akan mendengar teriakannya.
"Br*ngs*k kau Aisyah" Maira terus memaki dan mencaci maki Aisyah. Sejak dulu dia iri dan benci sekali dengan Aisyah walaupun Aisyah sudah menolongnya dari keluarga angkat Maira yang membuang dirinya tapi sifat iri dengki sepertinya sudah mendarah daging.
Dia iri dengan semua apa yang dimiliki Aisyah, orang tua, kasih sayang, harta. Semua itu tidak pernah ia miliki selama hidup Maira, bukannya membuat dia merasa memiliki hutang budi kepada keluarga Aisyah. Justru Maira ingin apa yang di miliki Aisyah sepenuhnya menjadi miliknya. Bahkan jika harus merebut suami Aisyah, Dimas Anggara.
Walaupun sebenarnya Maira dan Dimas sudah menjadi sepasang kekasih sebelum Dimas menikah dengan Aisyah, jadi dia tidak sulit menghancurkan Aisyah, bahkan Maira dan kekasihnya Dimas merencanakan sesuatu untuk Aisyah. Tapi lagi-lagi mereka gagal, Aisyah tidak sepolos seperti kelihatannya.
Maira mengotak-ngatik ponselnya lalu mengirimi sebuah pesan menghubungi orang suruhannya untuk mencelakakan Aisyah.
[Cepat kamu awasi orang bernama Aisyah dan bunuh dia, saya sudah mengirim fotonya pada mu kan. Alamat rumah nya komplek. Graha Saba Buana Jalan Papandayan 1 Jakarta Selatan 40389 buat dia seolah-olah mengalami kecelakaan. Kalau kamu berhasil bonus 1M menanti. Tapi ingat harus hati-hati dan jangan sampai meninggalkan jejak]
__ADS_1
[Siap Nona. Perintah di terima, Nona tidak akan kecewa]
[Saya tunggu kabar baiknya]
Maira menyeringai senyum terbit di bibir manis Maira ketika orang suruhannya itu membalas pesannya. Lalu mengambil gelas yang berisi minuman keras dan menegak habis minuman hingga dirinya mabuk sekarang.
Tidak lama kemudian pintu Apartement milik Maira terbuka.
Laki-laki perawakan tinggi berusia tiga puluh tahun itu masuk dan seketika dia di sambut dengan bau alkohol yang menusuk hidungnya dari segala ruangan.
Bastian melihat keadaan wanita yang di cintai nya itu sangat mengenaskan, Maira yang selalu ingin tampil sempurna kini penampilannya jauh dari kata sempurna rambut acak-acakan dan badan yang kurus kering.
Bahkan Bastian belum dua minggu lebih meninggalkan Maira tapi lihatlah wanita angkuh dan sombong itu, Maira tidak akan pernah bisa melakukan apapun tanpa dirinya.
"Hei Tian, apa kabar?" dalam keadaan mabuk Maira menyapa Bastian yang datang lalu menghampiri laki-laki itu dan memeluk nya, tangan Maira berada di leher Bastian, kaki Maira seperti jeli sehingga dia tidak mampu menopang dirinya bahkan untuk berdiri sekalipun.
"Bastian aku kangen, kamu kemana saja?" tanya Maira dengan nada manja.
Bastian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah nya itu. Seharusnya dia tidak kembali lagi ke sini, mengingat sikap Maira waktu itu. Tapi karena rasa sayang dan cinta nya pada Maira dia tidak bisa berpikir sehat, walaupun sudah di tolak oleh wanita itu untuk kesekian kali nya tapi dia tidak tega membiarkan Maira sendirian dan terpuruk.
Bastian berpikir Maira sedang kalut dan tidak bisa berpikir jernih dan melampiaskan amarahnya kepada dirinya.
Bastian mendorong pelan Maira supaya bisa duduk di sofa, lalu mencium bibir Maira kasar dan Maira membalasnya. Mereka saling menyatu dan berbagi peluh, tanpa peduli pada apapun lagi. Bastian tidak peduli kalau sekarang dia sedang bersama artisnya, Maira juga tidak sadar kalau dia sudah menodai cinta nya yang di gadang-gadangkan hanya untuk Dimas.
"Terima kasih yah Tian, kamu selalu ada untukku." kalimat itu menjadi pertanda selesainya kegiatan mereka. Kini dua manusia itu terbaring lemah di atas sofa.
"Sama-sama aku akan selalu ada untukmu, maka berhentilah mencintai Dimas Ira, Dia sudah tidak bisa memberikan apapun untukmu," ucap Bastian.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Bastian lagi mengusap lembut rambut Maira.
Maira mengangkat bahu nya dia tahu tidak tahu dia tidak bisa berpikir sekarang.
"Sebaiknya kamu minta maaf sama Aisyah!" titah Bastian.
Maira menoleh sekilas pada Bastian dan lalu membuang muka, dia tidak suka Bastian menyuruhnya minta maaf pada Aisyah.
"Kamu harus bisa mengembalikan citra baik mu pada publik, atau kalau tidak, karir mu bisa hancur" jelas Bastian menatap sendu wajah Maira.
Bastian menghela nafas panjang dan mengeluarkan nya perlahan, lalu memakai pakaian nya kembali.
Dia tidak tahu lagi harus bagaimana membuat Maira mengerti dengan kondisi nya sekarang ini, dia sudah berada di ambang kehancuran. Bastian tidak ingin impian Maira sejak kecil menjadi Artis hancur.
"Baik, aku akan minta maaf pada Aisyah" ucap Maira sontak senyum terbit dari wajah Bastian.
"Benarkah?" tanya Bastian memastikan pendengarannya tidak salah dengar.
"Iyah" jawab Maira.
"Baik, aku akan segera membuat konferensi pers, kamu tungu di sini dan istirahatlah" ucap Bastian lalu berlalu pergi meninggalkan Maira. Dia senang Maira mau berubah dan mau minta maaf pada orang yang sudah ia sakiti.
Tanpa sepengetahuan Bastian, itu semua hanya kamuflase dari Maira, dia mana sudi minta maaf pada Aisyah. Kebenciannya pada Aisyah sudah tertanam sejak kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...