
[Area 21+ mohon bijak membaca nya].
Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam Maira dan Dimas terlelap sejak sore tadi. Mereka belum makan apapun selama seharian penuh ini.
Byuurr,
"Bangun!." bentak anak buah Bastian seraya menyiramkan air di wajah mereka berdua.
Maira dan Dimas dengan Refleks langsung membuka mata nya dan terkejut.
"Nih ada makanan untuk kalian berdua!." salah satu anak buah Bastian melemparkan dua bungkus makanan.
Mereka kemudian melepas kan tali ikatan di tangan Maira dan Dimas.
"Cepat kalian makan! Bos besar sebentar lagi datang!." titahnya.
Maira membuka bungkusan nasi yang ternyata berlaku daging.
"Ini daging apa?." tanya Maira.
"Tinggal makan aja banyak nanya!," sentak anak buah Bastian.
"Cepat! lima menit belum habis, kalian akan kami ikat lagi." imbuhnya.
Dimas yang memang sudah lapar, selama berhari-hari menjadi buronan dengan lahap memakannya. Sedangkan Maira hanya memandang Dimas yang tengah makan.
"Hey! makan. Malah bengong!." sentak anak buah Bastian pada Maira.
__ADS_1
"Ra, ayo makan Cepat! Biar kita punya tenaga buat melarikan diri." ujar Dimas pada Maira.
"Tapi aku ngga suka sama daging kambing, Mas." tutur Maira.
"Ya sudah kamu makan nasi nya aja. Biar Mas daging nya"
Prok! prok! prok!
Bastian datang dan bertepuk tangan.
"Sungguh sepasang kekasih yang saling mencintai." ucap Bastian dengan senyum menyeringai.
"Cepat ikat mereka berdua!." titah Bastian.
"Siap Bos!."
"Kamu tak mau makan kan?, sini biar aku suapin." ucap Bastian dengan lembut, namun di mata Maira, Bastian terlihat sangat mengerikan.
"Tidak! jangan Mas! Tolong jangan!." teriak Maira yang tidak tahan dengan bau dari daging itu, apalagi terlihat bahwa daging itu tidak di masak dengan benar. Kemudian Bastian meraih sendok dan memotong daging kambing itu.
"Makanlah, Sayang!. Aku sudah berbaik hati memberimu makan loh." tutur Bastian seraya mendekatkan sendok yang berisi nasi dan daging kambing di depan wajah Maira.
"Ayo buka mulutmu!."
Maira menggeleng seraya mengunci mulutnya.
"Cepat! atau kamu mau lihat bagaimana pacar yang kamu cinta itu mati!." ancam Bastian mendelik tajam.
__ADS_1
"Hajar dia!." Bastian menunjuk Dimas untuk di hajar oleh mereka."
Beberapa anak buah Bastian menghajar Dimas tanpa henti. Maira yang melihat itu tidak tega Dimas babak belur. Dia sangat kalut, mau tak mau Maira menuruti perintah Bastian dan terpaksa membuka sedikit mulutnya.
Dengan beringas Bastian menyuapkan makanan ke mulut Maira tanpa jeda. Maira kualahan dan tak mampu menelan semuanya. Ia hendak muntah namun urung karena mendengar ancaman Bastian lagi.
"Telan atau kami akan melihat dia jadi mayat."
"Jangan dengarkan dia, Ra. Mas baik-baik saja." ujar Dimas lalu di hajar kembali hingga ia pingsan.
Bastian memberi kode kepada kedua anak buahnya.
"Ini Bos.".ucap salah seorang anak buah dengan memberikan segelas air minuman.
Sementara satu anak buah nya lagi, mengarahkan pisau tepat di sebelah leher Dimas.
Dengan cepat dan tanpa bisa berpikir panjang, Maira menelan makanan itu sampai habis. Setelah itu Bastian memberikan minuman kepada Maira.
"Minumlah!." titahnya menyodorkan minuman berwarna hijau itu ternyata banyak bijih cabenya.
"Brengs*k kau Bastian. Ini minuman cabe, kau sengaja membuatku hancur dan mati perlahan." Seru Maira ketika melihat minuman itu banyak bijih cabe nya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung