
Sudah satu minggu penuh, Aisyah dan Adel berlibur. Saat nya mereka pulang dan kembali ke rutinitas seperti biasa.
Matahari sudah meninggi, Aisyah dan Adel sudah bergegas mendorong koper masing-masing. Waktu take off pesawat emang dua jam lagi, tapi mereka tidak mau ketinggalan dari jam penerbangan. Apalagi Aisyah sudah meninggalkan Butik dan Bundanya lama. Sedangkan Adel juga memiliki toko kue kalau di tinggal lama pasti pelanggan akan kabur.
"Ayok!" teriak Adel dari luar, sebuah taksi yang sudah terparkir sempurna. Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam taksi yang sudah di pesan Aisyah. Mobil berjenis Avanza putih itu melesat ke Bandara karena jalanan yang lenggang.
Sementara Aditya dan Alex masih terlelap di atas kasur masing-masing. Keduanya tidur dalam satu kamar dengan double kasur. Alarm dari ponsel keduanya sudah berbunyi entah berapa kali, namun tidur kedua sampai tidak terusik tetap tidur dalam buaian alam bawah sadar.
Setengah jam berlalu, Aisyah dan Adel sudah duduk di cafetaria menunggu Aditya dan Alex. Akhirnya Adel memutuskan untuk menelpon kakaknya, tapi sudah beberapa kali panggilan masih tidak di angkat, padahal tersambung.
"Kak Adit kemana sih?, panggilanku gak di angkat-angkat!" omel Adel kesal. Karena semalam Aditya begitu mewanti-wanti agar menelpon karena kepulangan mereka di jam yang sama dan ada keperluan yang tak bisa di tangguhkan.
"Jangan-jangan masih tidur?," celetuk Aisyah dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.
"Aku akan coba telepon Alex." ketiga kali nya Adel memencet tombol telepon, namun tak jua di angkat. Aditya dan Alex sejak tadi mulai terusik karena suara sering ponsel yang bersahabat tanpa jeda, mulai membuka matanya.
Aisyah pun mencoba menelpon nomer Aditya yang ia simpan di ponselnya. Tapi sama hal nya dengan Adel, Aditya tidak juga mengangkat teleponnya. Aisyah tidak menyerah dan terus mencoba menelpon Aditya.
"Siapa sih yang nelpon kayak gini?," dengus Alex sambil tangannya menggapai ke arah nakas dimana ponsel nya di letakkan. Begitu juga Aditya dia mulai mencari keberadaan ponselnya.
"Mau ngapain sih?," gerutu Alex saat nama Adel terpampang. Berbeda dengan Aditya yang matanya langsung terbuka lebar saat nama Aisyah terpampang dengan nama My Lady.
"Iyah Aisyah," ucapnya dengan suara serak yang di usahakan senormal mungkin.
"Kak Adit masih tidur?," Aisyah sedikit kaget karena sisa tujuh puluh menit lagi. Sedang Aditya masih di tempat tidur, waktu mandi, ganti baju, serta packing aja membutuhkan lebih dari tiga puluh menit, belum lagi kalau macet.
"Iya." Sahut Aditya tanpa dosa. Aisyah pun berusaha menetralkan kekagetannya.
"Oh...jadi kalian gak jadi pulang hari ini?" tanya Aisyah dengan berpikir mungkin Aditya dan Alex masih ingin liburan.
__ADS_1
"Jadi kok, besok kan ada rapat penting di kantor." Sahut Aditya dengan hati yang bahagia.
"Pesawat jam berapa?,"
"Jam dua belas lebih lima belas menit." sahutnya santai.
"Oh... ngomong-ngomong sekarang sudah jam sebelas lewat tujuh menit." ujar Aisyah.
"What? Owh.. ****!," umpat Aditya sambil melempar ponselnya ke atas kasur lalu bangkit melesat ke kamar mandi di sertai omelan pada Alex. Alex yang sejak terjaga mendengar obrolan Adit meski ia tak tahu yang di ucapkan Aisyah tadi tapi ia sadar dengan apa yang telah terjadi.
"Jadi Adel sedari nelpon untuk membangunkanku?," gumamnya kemudian mengerang kesal pada dirinya sendiri. Dikiranya Adel usil. Tak butuh waktu lama bagi Aditya di kamar mandi. Hanya kurang dari lima menit ia keluar.
"Alex waktu kita hanya satu jam, selesai ganti baju, Aku mau berangkat duluan, terserah kamu mau pulang atau tidak." ungkap Aditya yang memakai celana panjang miliknya.
"Sialan!, kamu mau ninggalin gue. Dit? gue ke sini nemenin lo. bangsat!" umpat Alex emosi.
"Makannya ayo bangun. Nanti kita ketinggalan pesawat!." Aditya menjawab dengan acuh. Alex ke kamar mandi hanya mencuci muka dan sikat gigi saja, dia tak bisa mandi hanya lima menit saja. Makannya dia memilih untuk tidak mandi saja sekalian.
"Aku selesai !" ucap Alex dengan membentangkan kedua tangannya. Aditya tidak peduli karena kini dia belum selesai memasukkan barang-barangnya yang masih tercecer.
"Bantuin!"
"Ogah!"
"Gue pesen ojol aja yah, taksol mah kelamaan!" ungkap Alex.
Aditya selesai mengemasi barangnya, ojol yang di pesan Alex sudah datang dan memberitahunya ada di parkiran loby hotel.
Alex tergesa begitu pun Aditya, mereka sampai di parkiran & Aditya hanya melihat satu ojol saja.
__ADS_1
"Kamu pesan dua ojol kan, Lex?" tanya Aditya.
"Nggak lah aku pesan satu doang!" Sahut Alex dengan tenang. Aditya seketika menghentikan langkahnya dan menggerutu dengan kelakuan absurd temannya itu. Bisa - bisa nya aku pesan satu ojol sedangkan mereka dikejar waktu.
Aditya segera memesan setelah Alex menghilang di jalan raya bersama dengan ojol yang di naikinya. Aditya mengusap wajah nya dengan kasar. Waktunya mepet sekali, meski perkiraan nya dia tidak akan telat.Tapi tetap saja, jika ia berangkat lebih awal tentunya akan mempunyai lebih banyak waktu dengan Aisyah.
Alex muncul dimana Aisyah dan Adel berada dan menarik koper dengan santai.
"Hai Adel, Hai Aisyah!."
"Dimana Kak Adit?," tanya Adel sambil melihat ke belakang Alex.
"Masih di jalan, sebentar lagi juga dateng." Sahut Alex dengan santai. Bersamaan dengan itu Aditya muncul juga dengan wajah penuh keringat.
"Panjang umur!" Sahut Adel dengan tersenyum senang, sedangkan Aditya mendelik ke arah Alex yang menatapnya tanpa dosa.
***
Satu jam lima belas menit pesawat mengudara, kini rombongan Aisyah mendarat dengan selamat. Aditya telah menelpon supir sesaat sebelum pesawat lepas landas.
Ren¹cana Aditya adalah mengantarkan Aisyah terlebih dahulu pulang ke rumahnya. Saat Aditya menawarkan diri pada Aisyah, tentu saja ia menolaknya. Aisyah bukan tipe perempuan yang akan menerima dengan mudah tawaran lelaki itu. Ia lebih memilih memesan taksi. Aditya tak kalah akal lalu meminta bantuan adiknya untuk membujuk Aisyah. Adel yang paham maksud kakaknya kemudian menarik paksa lengan Aisyah untuk naik ke mobil yang sudah terparkir di hadapan mereka.
Aisyah pasrah di seret paksa oleh Adel, dia duduk di belakang bersama Alex dan Adel. Sedangkan Aditya duduk di depan di samping supir. Mobil melaju dengan santai, karena Aditya berpesan kepada supir sebelum mereka jalan.
Tampak sekali-kali Aditya tersenyum melirik dan mencuri pandang pada wajah cantik Aisyah melalui kaca spion sedangkan Aisyah sendiri menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan di luar kaca mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...