
"Kau urus bersama Reza. Dan jangan sampai orang lain curiga. Aku mau sikat wanita ini dulu!." ujar Dimas. Mereka berdua berdecak kesal.
Dengan brutal Dimas melepaskan pakaian yang Siska kenakan. Dimas menggauli Siska dengan kasar lalu menjambak rambut panjangnya. Ia merintih kesakitan, namun Dimas tak peduli. Dimas terus menghujam nya dengan penuh nafsu dan melampiaskan amarah untuk Aisyah kepada Siska. Siska menjerit dan mengerang kesakitan, namun ia tak bisa melakukan perlawanan apapun karena kondisi nya lemah dan tak sepenuh nya sadar.
Brak!
Pintu di buka dengan kasar oleh Gito dan Reza.
"Mari kita pesta lagi brother..." kelakar Gito seraya menyeringai.
Dimas menyadari fantasi liar nya dengan Siska. Memberikan kesempatan untuk mereka untuk menikmati fantasi thr**some.
"Setelah selesai kau amankan wanita itu, jangan sampai Maira tahu. Kalian mengerti!."
"Siap Bos!." Jawab mereka kompak. Dimas pun keluar dari tempat terkutuk itu namun mengasyikkan.
***
Dimas pulang ke rumah. Itu adalah rumah yang sudah di persiapkan oleh Maira untuk Dimas tinggali. Walaupun tempat nya kecil tapi Dimas menerima tawaran Maira tinggal di sana daripada dirinya harus tinggal di jalanan.
Sebelum pulang Dimas mengganti pakaian nya terlebih dahulu dengan baju yang sengaja Dimas bawa di dalam bagasi.
__ADS_1
Dia tidak ingin Maira tahu kalau dirinya baru saja selesai menggauli wanita lain, bisa-bisa dirinya di usir dari rumah.
Biasanya Maira akan selalu di rumah jika Bastian pergi ke luar kota untuk bekerja. Namun itupun tidak menentu dan terkadang Maira selalu memberi kejutan jika dia sedang ada di rumah.
Pintu rumah Dimas buka pelan-pelan. "Gelap!" lampu ruang tengah ternyata di matikan. Dimas mencari saklar untuk menyalakan lampunya. Baru satu langkah tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya.
Prok! Prok! Prok!
Benar saja sesuai dengan dugaan Dimas, Maira ada di rumah tanpa pemberitahuan kepadanya.
"Bagus yah! jam segini baru pulang!." Maira bertepuk tangan seraya memandangku dengan tajam.
"Sayang!, kamu ada di sini?." tanya Dimas kepada Maira seraya mendekati Maira.
"Kok gitu sih sayang? Mana pernah aku selingkuh kecuali dulu waktu aku jadi suami Aisyah, aku selingkuh sama kamu. heheh." ucap Dimas terkekeh.
"Apaan sih kamu, Mas. Bawa-bawa nama Aisyah, aku kan jadi bete." ucap Maira sedikit cemberut dan bersidekap dada membuang muka dari Dimas.
Dimas tidak menyerah untuk membujuk Maira supaya tidak marah kepadanya. "Percayalah sayang wanita yang ku cintai dari dulu sampai sekarang hanya ada kamu." ucap Dimas seraya mentoel dagu lancip Maira.
Maira yang mendengarnya pun tak tahan untuk tersenyum, pipi nya pun merah merona. Dia mana bisa tahan dengan godaan Dimas.
__ADS_1
Bahkan Bastian tidak bisa merobohkan cinta Maira kepada Dimas padahal kini Bastian memiliki segala nya, harta kekayaan yang tidak akan pernah ada habisnya. Semua di persembahkan untuk Maira seorang. Dia mencintai Maira dengan tulus. Namun di balas dengan sebuah pengkhianatan.
"Kok belum tidur sayang?." tanya Dimas lembut.
"Aku menunggu mu dari tadi, Mas. Tapi kamu malah nggak ada di rumah. Kamu dari mana?." tanya Maira.
"Habis COD sayang. Nih uangnya!." ucap Dimas sambil menyodorkan segepok uang kepada Maira.
Maira tersenyum senang menerima nya. "Ya ampun Sayang, kamu kalau butuh uang tinggal bilang padaku saja. Uang Bastian tidak akan pernah habis." ucap Maira.
"Aku melihat bisnis ini menjanjikan, sayang. Kamu lihat uang yang aku berikan kepadamu, itu hasil dari berlipat-lipat uang yang kamu berikan kepadaku. Kita akan menjadi orang kaya lagi, dan kamu juga tetap terus porotin uang si Bastian itu yah!."
"Siap sayang!, emang kamu hebat sayang. Aku benar-benar sangat mencintai mu. Aku jadi tidak sabar ingin menjadi istri seorang Dimas Anggara. Aku cape harus terus sembunyi-sembunyi untuk bertemu kamu, sayang." ucap Maira manja pada Dimas.
Dimas tersenyum, "Kamu yang sabar yah sayang. Sebentar lagi kita akan menjadi orang kaya dan mungkin kekayaan kita akan melebihi kekayaan Aisyah itu. Kita akan balas Aisyah karena sudah membuat kita hancur terpuruk bahkan kamu harus kehilangan mimpi kamu menjadi artis." ucap Dimas. Dia tahu bagaimana sedihnya Maira saat karir artis nya hancur, karena menjadi artis adalah mimpi nya sejak kecil. Tapi itu semua harus hancur karena skandal mereka.
Tapi mereka tetap menyalahkan Aisyah atas apa yang terjadi kepada mereka. Bukannya sadar diri tapi mereka justru berniat untuk membalas dendam.
"Dan kamu terus porotin harta Bastian, kalau bisa aset harta Bastian semua atas nama kamu saja." usul Dimas memberikan ide licik untuk Maira.
Maira menganguk, lalu mereka berjalan bergandengan menuju kamar. Sampai di kamar Maira memeluk Dimas dengan manja.
__ADS_1
Akhirnya Dimas kembali banjir peluh di dekapan Maira.
***