Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
Part 82


__ADS_3

Wajah Aisyah begitu ketakutan dan panik.


"Lepas!" seruku seraya mendekat ke arah mereka. Wajahku memerah dengan memancarkan amarah yang luar biasa.


...----------------...


POV Author.


"Lepas...!" teriak Aditya dengan sorot mata nyalang.


Ia mendekat ke arah Aisyah yang sedang di tarik paksa oleh seorang lelaki.


"Berhenti!, jangan ikut campur urusan ku dengan Aisyah!." Bentak lelaki itu yang tak lain adalah Dimas.


"Tentu saja itu menjadi urusanku. Karena sebentar lagi Aku dan Aisyah akan menikah." ucap Aditya dengan sengit.


"Cih jangan bermimpi kau!, Aisyah itu sejak dulu hanya mendambakan cinta ku saja. Iyah kan sayang!." ucap Dimas seraya mencoel dagu Aisyah, sedangkan Aisyah melotot tajam atas tindakan Dimas itu.


"Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?."


"Memang nya siapa kau?."


"Aku Aditya Wijaya pemilik perusahaan terbesar di negeri ini. Apa kamu mau aku jebloskan kembali ke dalam penjara!, Hah!."


"Hahaaa jadi kamu yang menjebloskan ku ke penjara, jangan-jangan kalian berdua benar berselingkuh saat kita masih suami istri, benar begitu kan Aisyah?" tanya Dimas penuh penekanan. "Ternyata kamu tidak selugu yang aku kira. Benar-benar wanita murahan!."


Mendengar itu Aditya emosi "Kau laki-laki brengs*k, Aisyah adalah wanita terhormat jangan kau balikan fakta untuk menutupi kesalahan mu itu. Kau tidak pantas di sebut suami dulu, bahkan keluargamu juga hanya menjadi benalu untuk Aisyah." teriak Aditya dengan penuh emosi.


"Orang hina seperti dirimu tidak pantas menghinaku atau keluargaku, apalagi menceramahi diriku. Pria macam apa yang berani selingkuh dengan wanita bersuami" jelas Dimas tak kalah emosi.


"Hahaaa... lalu bagaimana denganmu Tuan Dimas Anggara yang terhormat. Berselingkuh dari istrimu bahkan sejak pertama menikah". Aditya menertawakan kebodohan Dimas, ia juga tak kalah kesal dengan Dimas yang sudah menyakiti Aisyah dengan sedemikian rupa.


"Lepaskan aku Mas!." teriak Aisyah menyadarkan perdebatan antara Aditya dan Dimas.


"Tidak semudah itu, Sayang! Bukankah selama menjadi istriku kamu merindukan belaian ku? Sekarang aku akan memberikan sentuhan yang dulu tidak pernah kamu rasakan saat menjadi istriku, bagaimana mau kan Sayang?." ujar Dimas seraya menyentuh dagu Dimas.


Hal itu membuat Aditya naik pitam, amarahnya semakin memuncak ketika melihat wanita nya di sentuh oleh bajingan itu.


Bugh!.


Tendangan berhasil di luncurkan tepat di perut Dimas. Ia berhasil membuat Dimas terjatuh dan melepaskan Aisyah.


Argh! Dimas mengerang kesakitan.


"Cepat masuk kamar Sya!, kunci kamar dari dalam!." titah Aditya pada Aisyah.

__ADS_1


Aisyah langsung menurut dan berlari masuk ke dalam kamar nya, beruntung Sonya sedang tidak di rumah. Bundanya itu sedang ada urusan di luar kota, jadi Aisyah hanya sendiri di rumah.


"Ayo bangun!, Berani nya kamu menerobos masuk ke rumah calon istri ku, Hah! cari mati!." ancam Aditya yang dikuasai emosi.


Dimas yang masih dalam pengaruh obat-obatan itu pun tersulut dengan ancaman Aditya.


"Berani nya kau!," Dimas berdiri dan menatap tajam Aditya yang sudah siap dengan posisi kuda-kudanya.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Suara pukulan terus terdengar dari dalam kamar Aisyah.


"Ya Allah... lindungi Kak Adit." Aisyah terus merapalkan doa untuk orang yang di cintai nya.


Aisyah masih merasa sangat ketakutan akan kedatangan Dimas yang tiba-tiba. Ia tak menyangka jika mantan suaminya sekarang berubah menjadi lelaki yang kasar dan penuh dengan nafsu membara.


Pukul sembilan malam tadi, ketika Aisyah hendak tidur, tiba-tiba Dimas masuk ke dalam kamarnya.


"Ngapain kamu ke sini?." tanya Aisyah.


"Aku menginginkan kamu Aisyah, sayang." ucap Dimas dengan senyuman menyeringai.


"Mau apa kamu Sayang?."


Dimas terus memepet tubuh Aisyah. Wanita yang sudah mengenakan baju tidur pun beringsut mundur. Langkahnya terhenti ketika tubuhnya terhantam tembok.


"Pergi... pergi kamu!." teriak Aisyah membuat Dimas semakin bringas.


"Ayolah Sya. Aku tahu kamu pasti menginginkan belalainku?." ucap Dimas sembari menghampiri tubuh Aisyah.


Nafas Dimas semakin memburu ketika melihat Aisyah yang ketakutan.


"Ternyata kalau di lihat dari dekat kamu itu cantik sekali, tubuhku juga aku perhatikan begitu seksi. Sepertinya aku tergila-gila denganmu." ujar Dims lagi membuat Aisyah bercucuran keringat dingin.


Bugh!.


Aisyah menendang ******** Dimas, membuat posisinya sedikit longgar. Aisyah menggunakan kesempatan itu untuk berlari dari Dimas.


Ia keluar dari rumah teriak meminta tolong, tapi sudah jelas tidak akan ada yang bisa menolong nya, para warga yang sedang beronda pun pasti saat ini sedang menonton dangdut di lapangan.


"Kamu tidak bisa kemana-mana Sayang. Ayolah kemari layani aku dengan baik." ujar Dimas sedikit melantur. Lelaki yang sedang mabuk kepayang itu langsung menyeret tangan Aisyah dengan kasar ke dalam rumah.

__ADS_1


Beruntung saat itu Aditya datang.


"Aku harus menelpon polisi saat ini juga." ucap Aisyah kemudian mencari ponselnya yang tadi di lempar Dimas ke sofa.


Sementara Dimas di luar sedikit merasa kewalahan saat melawan Aditya yang ternyata mumpuni dalam berkelahi.


Bugh!


Satu pukulan terakhir mendarat di dada Dimas, hingga membuat tubuhnya terjatuh ke lantai. Kondisi nya sudah lemah dengan wajah yang babak belur.


Aditya tersenyum puas melihat Dimas yang tumbang. Ia mendekati tubuh Dimas yang teronggok di teras rumah Aisyah.


"Bangun! lagak nya seperti jagoan. Di pukul sedikit sudah tumbang, cuih!." seru Aditya seraya meludah mengajek Dimas yang sok jagoan.


Wiuw... wiuw... wiuw


Suara sirene mobil polisi terdengar membuat Aditya berbalik badan.


Bugh!,


Melihat Aditya yang lengah, Dimas langsung menendang pinggang Aditya dengan kencang. Tubuh Aditya terjatuh dan terkulai lemas di halaman. Setelah puas melumpuhkan tubuh Aditya, Dimas berlari kencang tepat saat polisi datang.


"Kejar dia Pak!." seru Aditya pada petugas kepolisian. Ia bangun kemudian duduk di atas tanah. Pinggangnya terasa sakit akibat tendangan terakhir tadi.


"Kak Adit!." Aisyah berlari menghampiri Aditya yang terduduk di atas tanah.


Tiga petugas kepolisian tadi melakukan pengejaran terhadap Dimas.


"Mas... kamu nggak papa?." tanya Aisyah khawatir.


"Sakit Sya." rengek Aditya pada Aisyah.


"Mana nya yang sakit kak?." tanyanya lagi seraya menyentuh wajah Aditya.


"Sebelah sini!." Aditya menunjukkan letak jantung hati nya seraya tersenyum.


Plak!, Aisyah memukul lengan Aditya dengan pelan namun terasa sakit karena menyentuh bagian memar.


"Aduh! sakit beneran ini Sya." ucap Aditya seraya memegang tanganya yang tadi memar karena tadi di gunakan untuk menangkis pukulan Dimas.


"Abisnya lagi genting gini kamu malah bercanda." tutur Aisyah.


Kemudian Aisyah memapah Aditya untuk berdiri, Ia membawa Aditya duduk di dalam rumah nya.


"Bunda mana?." Tanya Aditya pada saat di obati luka nya.

__ADS_1


"Bunda..."


__ADS_2