Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[58] Pernyataan Alex untuk Adel


__ADS_3

Di pagi hari Aisyah dan Adel bangun lebih awal, selepas sholat subuh lalu bergegas turun ingin menikmati sunrise pagi ini. Meskipun hari biasa dan bukan Wekeend, suasana sekitaran pantai sudah penuh dengan pengunjung.


Kebanyakan para turis luar negeri, Adel yang melihat itu bak menemukan sesuatu hal yang bikin dirinya bahagia yang terkadang juga membuatnya histeris. Pria bule dengan tinggi menjulang, brewokan dan juga perut kotak-kotak.


"Sya kamu gak minat gitu sama salah satu dari mereka?." tanya Adel.


"Nggak." Jawab Aisyah dengan acuh.


"Hmz, sepertinya kamu harus ke Pskiater deh."


"Maksudnya?" tanya Aisyah dan kini menghadapi ke arah Adel."


"Ya takutnya kamu trauma atau gimana gitu!."


"Tunggu!. Maksud kamu aku gak normal gitu?." Aisyah menatap tajam Adel.


"Bukan-bukan itu!, Tapi takut kamu trauma dengan pernikahan kamu sama Dimas, hingga kamu gak tertarik pada laki-laki yang keren-keren itu." ucap Adel, sekali lagi Adel menyebut nama yang sudah membuat sahabatnya menderita.


"Sama aja dodol. Nggak lah aku baik-baik saja. Hanya kamu kan nanya ke bule. Aku nggak minat lah, kan beda agama." ucap Aisyah dengan mata mendelik membuat Adel tertawa.


Beberapa foto mereka ambil dengan baik sunrise yang baru saja muncul. Tak lupa Aisyah menggugahnya di feed social media miliknya. Ia sama sekali tak kapok dengan komentar Ruli kemarin. Justru dia memperlihatkan kalau dia baik-baik saja, menganggap apa yang dilakukan mantan mertuanya itu adalah angin lalu.


Ruli yang sejak kemarin sudah kepo dengan unggahan-unggahan Aisyah. Sontak saja membelalakan matanya melihat foto pagi ini. Aisyah yang menggunakan kulit dengan kaos putih berhijab peach dengan cardigan yang bercorak bunga.


Senyum Aisyah begitu indah, cantik hanya kata itu yang keluar di hati Ruli. Padahal selama menjadi menantu nya, Ruli selalu memandang remeh penampilan Aisyah walaupun saat itu dia masih pura-pura baik tidak melontarkan kata-kata hinaan dari mulutnya hanya tertahan di hati saja. Ruli selalu membanding-bandingkan penampilan Aisyah dan Maira.


Aisyah semakin gencar mengunggah foto yang di jepretnya. Kini tak lagi di feed tapi di story nya dan yang melihat pertama kali adalah Ruli.


Mata Aisyah beredar ke kanan ke kiri mencari keberadaan Adel. Ternyata sahabatnya itu tengah mengobrol dengan seorang lelaki tak jauh dari tempatnya berdiri. Akhirnya Aisyah melangkah mendekat dengan maksud akan mengajaknya menelusuri tepi pantai.


"Del?," panggil Aisyah setelah jarak keduanya hanya tinggal beberapa langkah saja.

__ADS_1


"Hai Sya." ucap Adel.


"Kenalin ini temen aku!" ucap Adel lalu menunjuk lelaki yang memakai kolor pantai.


"Alex." ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangannya hendak bersalaman.


"Aisyah." Aisyah dengan menangkupkan kedua tangannya di dada sambil sedikit merunduk.


"Owhh... Sorry." ucap Alex sedikit keki dan menarik kembali tangannya.


"Temen aku memang alim, Alex. Sorry! Hahaaaa" tawa Adel pecah dan membuat Aisyah mendelik.


Akhirnya mereka duduk di bangku yang memang tersedia di pantai itu. Alex dan Adel sama-sama menyukai bidang kuliner, Adel sebagai pembisnis dalam bidang Patiseri sedangkan Alex adalah seorang Chef yang sepak terjang nya sudah banyak dan lumayan terkenal. Bukannya hanya masakannya yang enak tapi paras wajahnya yang tampan membuat Alex bak seperti selebritis yang di gandrungi banyak wanita.


Alex dan Adel lebih banyak berbicara, sedangkan Aisyah hanya diam dan mendengarkan. Karena yang menjadi obrolan banyak adalah tentang makanan yang membuat perut mereka keroncongan, hari juga semakin siang. Aisyah mengajak Adel untuk sarapan di hotel saja. Alex juga mengikuti mereka dan ternyata hotel menginap di hotel yang sama hanya beda lantai. Keduanya pamit dan berjanji untuk breakfast bareng.


Selesai mandi Aisyah dan Adel turun kembali untuk sarapan. Berbagai menu Lokal dan Internasional ada. Karena itu adalah hotel yang paling mahal dan free breakfast. Pengunjungnya pun banyak turis asing daripada warga lokal.


Aisyah hanya mengambil satu croissant dan secangkir kopi. Adel membawa begitu banyak buah sekalian untuk Aisyah. Saat keduanya sedang asik berbincang, Alex datang dengan membawa piring di tangannya.


"Kakak!" ucap Adel Spontan sontak membuat Aisyah terkejut karena orang yang di hindarinya justru bertemu di sini. Aditya sudah berada di hadapan mereka.


"Aisyah." ucap Aditya justru memanggil nama perempuan cantik yang selalu mengisi pikirannya selama ini dan menghiraukan panggilan adiknya sendiri.


Adel yang melihat itu hanya bisa pasrah, kakaknya itu sedang kasmaran jadi Adel akan memaklumi tingkah kakaknya untuk saat ini.


"Ya ampun Kak, segitu nya kakak memandang Aisyah sampai menghiraukan panggilan adiknya sendiri. Ingat Kak kalian bukan muhrim gak boleh tatapan lama seperti itu." ucap Adel meledek mereka berdua.


Sontak keduanya malu dan salah tingkah mendengar ucapan Adel. Adel yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan menahan tawa. Jujur melihat kakak dan sahabat nya sendiri seperti itu, seperti mendapatkan hiburan tersendiri, malu-malu kucing tapi malu hehehe.


"Jadi Adel ini adik lo, dit?" tanya Alex yang menangkap obrolan Adel.

__ADS_1


"Iyah, dia adek tiri gue." Jawab Aditya.


"Bagus deh, jadi lo harus restuin gue sama Adel."


Adel yang mendengarkan itu sontak terkejut kaget dan tanpa sengaja ia menyemburkan air dari mulutnya ke arah Alex, karena Rangga duduk tepat berhadapan dengan Adel.


Adel terkejut dengan pernyataan Alex yang tiba-tiba, ini seperti sebuah lamaran secara tidak langsung. Sebelumnya Alex tidak pernah membahas soal itu padahal selama ini kedekatan mereka selalu membahas pekerjaan karena mereka juga satu profesi. Tidak jarang Alex mengirim pesan juga kepada Adel.


"Eh maaf, Alex. Aku gak sengaja." ucap Adel merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Adel. Mungkin kamu terkejut dengan pernyataan aku yang tiba-tiba." ucap Alex tersenyum sambil mengambil tisu dan mengelap wajahnya.


Aisyah tersenyum gantian meledek Adel. "Jadi Alex itu calon kamu, Del." tanya Aisyah


"Ngga ih, apaan sih. Alex itu cuman bercanda, kita cuman temenan yah kan Lex?" sorot mata Adel mengharapkan Alex menjawab 'iya' saja.


"Gak Del, aku gak bercanda." ucap tegas Alex. Pipi Adel merah merona, padahal ini bukan hal pertama yang Adel alami. Dulu ia pernah seperti ini saat mantan suami melamarnya. Sekarang bisa-bisa nya pipi nya merah merona hanya karna pernyataan Alex, macam abg saja. batin Adel.


"Cie Adel, ciee hehee" goda Aisyah pada Adel.


"Apaan sih." ucap Adel malu lalu menundukkan kepalanya, seperti Aisyah sejujurnya Adel belum siap untuk memulai kehidupan berumah tangga kembali, dia menikmati kesendiriannya sekarang.


"Jadi Bro maksud lo, lo melamar Adik gue gitu?" tanya Aditya.


"Udah-udah kita makan aja dulu, jangan di pikirkan perkataan aku Del. Selama ini aku memang menyimpan rasa untukmu, tapi aku tahu kamu pasti masih berat untuk memulai berumah tangga kembali. Jadi aku memutuskan untuk menunggumu sampai kamu siap!". ucap Alex


Perkataan Alex membuat pemikiran Aditya kepada Aisyah, apakah Aisyah juga menyimpan trauma seperti hal nya Adel?.


Adel hanya diam termenung, dia memikirkan perkataan Alex. Selama ini Adel hanya menganggap Alex sebagai seorang teman akrab yang profesi nya sama dengannya. Tidak menyangka Alex menyimpan perasaan untuknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2