
"Iyah kayak kamu sama Adit. Iyah kan!." ucap Malika membuat pipi Aisyah bersemu merah.
"Hhhmmm Mamah bisa saja." Jawab Aditya.
"Mamah serius kalian mau menikah kapan?."
Aisyah dan Aditya saling berpandangan.
"Insyaalloh secepatnya Mah." Jawab Aditya kemudian tersenyum ke arah Aisyah dan membuat sang empunya salah tingkah.
"Baguslah kalau begitu, Tante akan datang bersama Aditya dan keluarga yang lain untuk melamar kamu secara resmi." ucap Malika sembari tersenyum menatap ke arah Aisyah
Jantung Aisyah berdegub kencang saat mendengar Malika mengucap kata lamaran untuk nya. Hal ini bukan hal pertama bagi Aisyah, mungkin karena dulu dia menikah karena terpaksa dan terburu-buru menikah karena permintaan sang Ayah.
Tapi kali ini, dirinya seperti seorang gadis yang baru pertama kali di lamar oleh sang pacar.
Sedangkan Aditya, tidak usah di tanya lagi. Aditya sangat bahagia dan senang. Bahkan dia tidak berhenti tersenyum.
"Baik Tante, Kami tunggu kedatangan Tante sekeluarga di rumah." ucap Aisyah tanpa sadar.
Malika tersenyum mendengar ucapan Aisyah.
"Siap Aisyah Tante sekeluarga akan secepatnya datang ke rumah." ucap Malika.
Seakan tersadar Aisyah saat Malika mengatakan itu dan membuat Aisyah sangat malu. Bahkan pipi nya sudah merah seperti kepiting rebus saking malu nya, dia seperti gadis yang emang tidak sabar untuk di lamar oleh sang pewaris Perusahaan Wijaya itu.
"Sudah mah, kasihan Aisyah dia pasti malu. Aku mau mengantar Aisyah dulu pulang karena ini sudah sore. Tadi Aditya sudah berjanji pada Tante Sonya hanya mengajak Aisyah sampai sore." ucap Aditya.
"Ya sudah, kamu antar Aisyah pulang!." titah Malika.
"Aisyah pamit yah, Tante!." ucap Aisyah sambil mencium punggung tangan Malika.
"Iyah Aisyah. Titip salam buat Bunda mu!."
Aisyah menganguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Ayo Aisyah!." Ajak Aditya.
***
Dddrttt,
Aisyah melirik pada ponsel nya yang ia letakkan di atas kasur.
[Kamu sudah tidur?.]
Aisyah termenung mendapatkan pesan dari Aditya. Pria ini menanyakan hal seperti ini padanya.
Setelah mengantar Aisyah pulang ke rumah, tak lama Aditya pamit pulang karena hari sudah larut malam.
[Belum] balas Aisyah. [Apakah Kak Adit sudah sampai rumah.] tanya Aisyah.
[Baru saja sampai, tapi entah kenapa aku sudah sangat rindu dengan mu Aisyah.]
Aisyah tersenyum membaca pesan Aditya. Entahlah dia bingung mau membalas bagaimana pesan Aditya.
Tak ada balasan dari Aisyah, kini justru Aditya menghubungi Aisyah dengan vidio call. Aisyah yang melihat panggilan vidio call seketika merasa panik.
"Kenapa dia harus vidio call?." Gumam Aisyah.
Karena tidak kunjung di jawab, panggilan pun berakhir.
[Kenapa tidak mengangkatnya?]. tanya Aditya.
[Kaka mau apa? vidio call?."
[Aku ingin melihat mu dan mengucapkan selamat tidur, hanya itu].
[Tidak usah Kak, ucapkan saja lewat teks.]
[Tapi aku ingin melihat wajahmu.] lagi - lagi pesan dari Aditya membuat Aisyah tersenyum.
__ADS_1
[Seharian Kakak sudah bersamaku. Apa kakak tak bosan melihat wajahku?].
[Oke baiklah. Aku tidak akan memaksamu lagi. Kalau begitu selamat malam.] balas Aditya.
Aisyah menaruh ponselnya, ia membanyangkan wajah Aditya yang kesal.
"Pasti lucu." gumam Aisyah.
Tok
tok
tok
Pintu kamar di ketuk oleh Bundanya.
"Aisyah, kamu belum tidur?" panggil Sonya.
Aisyah bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Ada apa Bun? kenapa terlihat panik?." tanya Aisyah penasaran.
"Itu di luar ada Di-Dimas."
"APA?." teriak Aisyah kaget.
Aisyah bersama Bunda nya menuju ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, benar saja ada Dimas yang sedang duduk di sofa.
Menyadari ada Aisyah, Dimas mendongak melihat ke arah tangga lalu tersenyum.
"Halo mantan istri, Apa kabar?." ucap Dimas ramah saat Aisyah sudah dekat dengannya.
"Mau apa kau kemari?." ketus Aisyah sambil bersidekap dada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...