Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[51] Wanita Pendamping Aditya


__ADS_3

"Siapa yang akan melamar?" ucap seseorang yang dari arah pintu. Aditya dan Adel menengok ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Mamah" Malika datang menemui putra tirinya, ia terkejut dengan kata lamaran. Pasalnya putra nya tidak pernah dekat dengan wanita manapun.


Malika berjalan ke arah anak-anaknya yang sedang duduk di sofa.


"Apa mamah tadi tidak salah dengar tadi?" tanya Malika kepada anak-anak saat ia sudah mendaratkan bokongnya di sofa.


Aditya dan Adel beradu pandang.


"Kalian gak bisa bohong, mamah tadi denger Aditya membicarakan tentang lamaran. Kamu memang mau melamar siapa, Dit?" tanya Malika menengok ke arah Aditya.


"Belum pasti, Mah. Adit belum yakin dia akan menerima Adit." Jawab Aditya lesu.


"Loh kenapa? Kamu kan ganteng, mapan dan seorang Ceo lagi. Siapa yang tidak tertarik pada pesona Aditya Wijaya anak mamah."


Aditya tersenyum mendengar pujian yang keluar dari mulut Malika, dia beruntung memiliki mamah sambung seperti Malika. Malika menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri.


Sedangkan Adel mendengar kakaknya di puji sang Mamah, seperti ingin muntah sambil memperagakan gaya orang ingin muntah. Lalu Aditya menyikut adiknya saat melihat itu, tapi Aditya tahu kalau Adel hanya bercanda.


"Kamu tuh sudah pantas untuk berumah tangga loh, Nak. Mamah senang sekali kamu sudah mau menikah. Mamah tuh udah pengen gendong bayi."


"Mamah aja buat bayi sama Papah, gak usah nunggu Adit deh. Kami siap kok kalau mau punya adik, Iyah kan Del?".


"Huussh kamu ini kalau ngomong yah, Mamah sama Papah udah tua pantesnya tuh gendong cucu." ucap Sonya lalu melempar tisu ke arah Aditya.


"Wkwkwkkkk, Mamah tuh udah tua juga masih cantik kok." ucap Adel sambil tertawa mendengar candaan Kakaknya pada Mamahnya.


"Ngomong-ngomong pada ngapain nih ke kantor?, Adit kan lagi kerja. Ngga bisa napa nunggu Adit di rumah."


"Ngga tahu tuch Kak, padahal tuh Adel lagi banyak pesanan kue di toko. Tapi mamah minta di anter ke sini."


Adel tadi nya di minta oleh Papahnya untuk bekerja di kantor, tapi beberapa bulan dia gak betah lalu memilih untuk membuat Toko Kue karena itu adalah bidang Adel. Dia hobi membuat kue, impian nya memiliki Toko kue terkenal. Dia sudah banyak belajar saat ia masih berstatus sebagai seorang istri dalam pernikahannya dulu.


Dan Papah nya pun tidak memaksa Adel untuk bekerja di Kantor karena melihat kesungguhan dan kegigihannya dalam membangun bisnis membuat Toko kue berkembang pesat. Adel membuat Pria paruh baya yang sudah menikahi Mamahnya itu tersenyum bangga.


"Terus kenapa tadi datangnya gak barengan?,"


"Tadi Mamah nemuin Papah dulu."


"Oh" jawab Adit.


"Mamah tuh dateng ke sini ngenalin kamu sama anak temen Mamah. Mana tahu kalian bisa cocok. Tapi tadi saat Mamah masuk denger kamu mau melamar seseorang, tentu saja Mamah antusias. Siapa gadis itu?"

__ADS_1


"Dia bukan gadis Mah." Sahut Aditya.


Malika termenung seperti memikirkan sesuatu.


"Jadi dia Janda?" tanya Malika.


Aditya menganguk.


"Siapa Dia?"


"Temannya Adel."


"Siapa del, Mamah kenal?"


Adel pun mengangguk juga.


Malika terdiam dan berpikir lalu ia mengingat pertemuanya bersama sahabat kecilnya dulu di rumah sakit.


.


.


.


Malika sedang berjalan di lorong rumah sakit, ia sedang mengantar mertua nya check up di sana. Malika keluar sebentar saat mertua nya sedang di periksa.


Saat melewati beberapa ruangan dia melihat dibalik pintu itu dan berjalan mendekat mengintip dan memastikan apakah benar orang yang terbaring lemah itu adalah teman masa kecilnya?.


Ternyata yang di lihatnya benar, itu Sonya sahabatnya. Mereka berteman dan bersahabat sejak kecil, di tambah anak-anak mereka pun berteman dan bersahabat juga dulu.


Mereka sudah lama tak berjumpa, karena semenjak Malika bercerai dengan suaminya yang pertama, dia memutuskan untuk menemui Adel yang di boyong suaminya ke luar kota dan memutuskan untuk bekerja di daerah sana. Tidak menyangka nasib Adel sama dengan nasibnya dalam berumah tangga. Saat Malika menemuinya di sana, Adel mengalami kdrt dan juga diselingkuhi oleh suaminya.


Dia sedih putrinya mengalami nasib yang sama dalam menjalankan kehidupan rumah tangga, saat itu tahun-tahun Malika berjuang untuk menyelamatkan Adel dari tangan suaminya, saat itu juga dia mengenal Bagas Wijaya. Atas bantuan Bagas Wijaya, Adel selamat dan suaminya mendekam di penjara.


"Tante Malika?" tanya Aisyah. Ia terkejut melihat Ibu dari temannya dan sahabat dari Bunda nya berdiri di depan pintu ruangan.


"Tante,?" Aisyah menyentuh pundak Malika membuat Malika tersadar dari lamunannya.


"Aisyah, Nak. Tante kangen, apa kabar?" ucap Malika lalu memeluk erat Aisyah.


"Baik Tante, Tante juga apa kabar?" tanya Aisyah balik.


"Tante juga baik," lalu mereka mengurai pelukannya. "Bunda mu sakit, Aisyah?"

__ADS_1


"Iyah Tante, Bunda habis di operasi. Sekarang sedang pemulihan."


.


.


.


"Siapa Nak?" tanya Sonya lemah, karena melihat anaknya yang hanya berdiri di depan pintu dan seperti berpelukan dengan seseorang.


Lalu kedua wanita itu menoleh, Malika melangkah sedikit, dan saat itu wajah Malika terliha oleh Sonya.


"Sonya Apa kabar?" ucap Malika dan berjalan ke sisi ranjang Sonya lalu menghambur ke pelukan Sonya,


"Malika?" lirih Sonya.


"Iyah aku Malika, Sonya."


Lalu Malika mengurai pelukannya menarik kursi untuk bisa duduk di sisi kepala Sonya. Sonya menoleh kesamping. "Bagaimana bisa kamu bisa di sini.?" tanya Sonya.


"Tante Bunda, permisi Aisyah keluar dulu sebentar!" panggil Aisyah, lalu kedua wanita paruh baya yang sedang melepas rindu menoleh ke asal suara itu.


"Iyah, Aisyah. Hati-hati." ucap Sonya.


"Iyah Bun, Saya permisi ditinggal dulu. Assalamualaikum." Pamit Aisyah, tidak lupa menyalami tangan punggung kedua wanita paruh baya itu. Malika tersenyum saat Aisyah juga berpamitan kepadanya.


Malika salut dengan kepribadian Aisyah dia gadis yang sopan, dan rendah hati. Aisyah tidak pernah sombong walaupun keluarganya keluarga kaya. Dia mau berteman dengan anaknya yang bukan dari keluarga kaya, persis seperti Bunda nya. Sonya pun tidak malu berteman dan bersahabat dengannya. Didikan keluarga Hardiningrat emang hebat.


Malika jadi berpikir untuk mengenalkan Aisyah dengan putra tirinya, Aditya Wijaya.


"Waalaikumsalam," Jawab salam Sonya dan Malika serempak.


Setelah kepergian Aisyah. Sonya dan Malika banyak bercerita tentang kehidupan mereka termasuk kehidupan rumah tangga anak-anak mereka. Malika terkejut soal Aisyah yang pernah menikah dan saat ini sedang proses cerai.


Dan yang paling Malika tidak menyangka mantan anak angkat sekaligus sahabat Aisyah sendiri yang merusak pernikahan Aisyah. Malika tahu siapa yang di maksud Sonya, karena dulu anaknya juga berteman dengan Maira. Dia juga tahu bagaimana sayangnya Sonya kepada Maira yang ia angap seperti anaknya sendiri, Sonya bahkan membekali Maira untuk ikut kelas akting karena impian Maira yang ingin menjadi artis.


Padahal berita Maira dan suami Aisyah itu sempat viral, tapi Malika tidak pernah tahu karena ia ikut suaminya Bagas Wijaya ke luar negeri. Sehingga ia tidak tahu apa-apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2