Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 10: Bir


__ADS_3

Marvin pun langsung menjauh dari Callista, untuk mengangkat teleponnya. Dan itu adalah telepon dari teman Marvin yang bernama Frank.


"Iya, iya." Jawab Callista tersenyum.


Marvin pun langsung menjauh dari Callista, untuk mengangkat teleponnya." Halo Frank, ada apa?." Tanyanya.


"Kau dimana aja sih dari tadi pagi?." Tanya balik Frank.


"Aku sedang bersama Callista. Kalian kenapa emangnya." Jawabnya kembali bertanya.


"Kami sudah meminta uang pedagang tadi, dan tiba tiba saja, geng motor Drake memukuli kami. Katanya kami, merebut hak uang mereka." Jawab Frank dengan tegas.


"Sekarang kalian dimana ini?." Tanyanya.


"Kami ada di markas sekarang, dan yang lainnya sedang mengobati luka mereka." Jawabnya dengan nada menahan luka.


"Baiklah, aku akan kesana secepatnya." Langsung mematikan ponselnya.


Marvin pun langsung menghampiri Callista kembali." Maaf banget ya Callista. Aku ada urusan mendadak ini, dan harus secepatnya kesana. Tidak apa apa kan, kalau aku meninggalkan mu disini?." Tanya Marvin sambil menatapnya.


"Tidak apa apa kok. Pergilah, dan hati hatilah." Jawabnya sambil melambaikan tangannya.


"Baiklah." Ikut melambaikan tangannya, dan langsung pergi dari kelas Callista dengan motornya.


Marvin pun langsung menuju markasnya. Sesampai markasnya, Marvin langsung turun dari motornya, dan langsung masuk ke markasnya.


Didalam markas, ia langsung menghampiri Frank dan teman lainnya." Apa kalian baik baik saja?." Tanya Marvin langsung duduk disamping Frank.


"Kami baik baik saja, karena kami cepat pergi dari sana." Jawabnya.


Marvin langsung berdiri dan memukul kayu yang ada di sampingnya, dengan tangannya." Beraninya dia menganggu teman temanku lagi. Tidak bisa ku biarkan lagi dia." Marah Marvin sambil mencengkram tangannya sendiri.


"Mereka memang selalu saja begitu Vin. Tidak mau melihat kita bahagia. Kita harus memberi mereka pelajaran." Ucap teman temannya.


"Benar tu Vin. Masa kita mau diam saja sih, saat kita di pukuli, oleh teman temannya itu." Ucap Jack juga bersorak.


"Baiklah, nanti malam kita datang ke markas mereka. Dan kita hancurkan saja markas nya, juga kita pukuli mereka. Kalian jangan khawatir, karena masih ada aku disini." Ucap tegas Marvin sampai membuka matanya lebar lebar.

__ADS_1


"Kalau begitu, ambil bir dan kita minum dulu. Sudah lama, kita tidak minum bareng." Perintah Marvin kepada teman temannya.


Jack pun langsung mengambil bir yang sudah mereka simpan. Dan semua berkumpul di satu meja panjang, dan mereka langsung menikmati bir tersebut.


Disisi lain." Sepertinya Marvin orang yang sangat sibuk ya. Dia memang sangat bagus untuk diriku. Sudah tampan, baik, dan pekerja keras lagi. Idaman banget deh." Ucap batin Callista berdiri diluar dan senyum senyum sendiri, karena memikirkan Marvin.


"Oh ya, astaga. Sadarlah Callista, kau harus bersiap siap, untuk nanti malam. Aku harus masuk lagi deh, dan bersiap siap, untuk membawakan lagu dan sekalian nunggu bu Keyna pulang deh." Kembali masuk kedalam kelas.


Saat Callista baru masuk. Bu Keyna pun datang." Callista." Panggil bu Keyna menepuk pundaknya.


Berbalik badan dan sedikit terkejut." Eh, bu Keyna. Mengejutkan saja sih bu. Apa urusan bu Keyna sudah selesai?." Tanyanya.


"Sudah. Kalau kau mau pulang, pulanglah. Agar kau bisa mempersiapkan diri mu, untuk acara nanti malam." Jawab bu Keyna menyuruhnya pulang.


"Terima kasih banyak bu Keyna. Tadi aku juga mau pulang duluan, tapi nanti siapa yang menjaga kelas ini. Jadi aku tunggu bu Keyna aja deh." Jawabnya bahagia dan memeluk bu Keyna.


"Sama sama sayang. Pulanglah." Jawab bu Keyna ikut bahagia.


"Daripada di rumah saja. Mending aku ke Toko pakaian dulu deh, buat pakaian nanti malam. Bosan soalnya, pakaiannya itu itu aja. Iya deh." Ucap Callista langsung memesan sebuah taxi.


Taxi pun datang, setelah menunggu lama." Antarkan saya ke Toko pakaian jalan mawar ya pak." Ucap Callista.


Sesampai ke Toko pakaian." Terima kasih banyak pak, dan ini uangnya." Langsung memberikan uang bayaran tersebut.


"Sama sama kak. Saya duluan." Langsung menerima uang tersebut dan langsung pergi.


Callista pun langsung masuk ke Toko pakaian tersebut." Wah, bagus banget pakaian ini.Ini akan cocok untuk aku bekerja sebagai musisi. Dengan dress yang sangat indah dan warna yang sangat indah, dengan dipadukan musik piano yang damai." Ucap batinnya sambil melihat lihat dress tersebut.


Setelah Callista membeli 10 dress. Callista pun langsung memanggil taxi kembali, untuk kembali ke rumahnya.


Sesampai rumahnya." Aku juga ada membelikan untuk nenek dan hadiah Greisy pindahan nanti. Untung semua ini, aku beli pakaian uang gaji ku selama menjadi musisi. Jadi tidak akan membebani nenek dan yang lainnya." Ucapnya langsung masuk kedalam rumah.


"Aku pulang." Langsung masuk kedalam rumah.


Nenek dan Greisy langsung menatapnya, dan Callista langsung menghampiri mereka berdua, yang sedang menonton televisi.


"Kau bawa apa itu Callista, sampai sebanyak itu?." Tanya Greisy.

__ADS_1


"Ini ada pakaian untuk kau juga Greisy. Sebagai hadiah dariku, untuk mu. Karena bentar lagi kan kau mau pindah dari sini. Tentu aku akan memberikan mu dress ini." Jawabnya langsung memberikan tas pakaian untuk Greisy.


"Dan ini untuk nenek juga. Aku juga membelikan dress ini, untuk nenek. Semoga nenek suka ya nek." Tersenyum Callista langsung memberikan pakaian lainnya kepada neneknya. Kasih banyak cucu nenek, yang paling baik dan cantik." Bahagia neneknya dan langsung mengambil pakaian yang diberikan oleh Callista.


Greisy pun langsung melihat dress yang dibelikan oleh Callista." Wah, ini kan pakaian yang sangat aku suka. Dengan motif bunga yang indah. Terima kasih banyak Callista sayang." Bahagia Greisy sambil memeluk dress tersebut.


"Sama sama sayang. Aku kan sangat menyayangi kalian." Ikut bahagia Callista.


"Terima kasih banyak juga ya cucu nenek yang baik hati. Jadi repot repot, membelikan dress mahal ini, untuk nenek." Bahagia juga neneknya.


"Ga apa apa nek. Aku sama sekali tidak repot nek.Kalau begitu, aku mau ke kamar dulu ya." Ucapnya langsung berdiri dan memegang tas belanjaannya.


"Itu punya mu ya Callista?." Tanya Greisy sambil menunjuk tas belanjaan yang dibawa Callista.


"Iya nih." Jawabnya tersenyum.


"Oh ya Greisy. Kapan kau akan pergi untuk bekerja di perusahaan teman mu?." Tanya Callista.


"Paling 5 hari lagi deh. Aku juga akan menghubungi temanku lagi nanti." Jawabnya sambil melihat pakaiannya kembali.


"Apa kamu mau pergi nak Greisy?." Tanya neneknya menatapnya.


"Iya nek, karena disana, ada kerjaan yang gajinya lumayan denganku nek. Kan lumayan, untuk bantu orang tua dan aku juga bisa mengirimkannya kepada nenek nanti." Jawab Greisy sambil mengelus tangan nek Brianna.


"Yasudah lah, kalau itu memang yang terbaik untuk mu. Nenek tidak bisa menahannya." Jawab neneknya ikut bahagia, melihat Greisy bahagia.


"Makasih banyak nek. Aku sayang nenek." Langsung memeluk nek Brianna.


"Kenapa peluk gak ngajak ngajak sih. Aku juga sayang nenek." Ucap Callista memeluk nek Brianna juga.


"Kalau begitu, aku ke kamarku dulu ya. Mau langsung merapikan pakaian ini." Ucap Callista sambil memegang tas belanjaannya.


"Yaudah deh. Buruan sana, nanti kelelahan lagi, karena membawa pakaian mu yang banyak itu." Ucapnya menyuruh Callista cepat masuk, agar tidak lelah.


"Iya, ini kan aku juga mau masuk. Dah." Jawabnya langsung naik ke atas, dan langsung masuk ke kamarnya.


Didalam kamar. Callista langsung meletakkan tas belanjaannya di atas ranjangnya dan ia ikutan berbaring di ranjangnya." Argh, lelahnya. Aku harus merapikan pakaian ini di lemari, dan memilih pakaian yang cocok, untuk ku pakai nanti malam." Ucapnya langsung duduk dan melihat pakaian, yang sudah ia beli.

__ADS_1


"Memang pilihan Callista yang paling bagus deh. Cucok." Ucapnya kagum dengan pakaian yang ia pilih.


Saat Callista sedang melihat pakaiannya. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari,


__ADS_2