Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 6: Mawar Merah


__ADS_3

Saat masuk kedalam, ternyata neneknya sudah tidur." Ternyata nenek sudah tidur rupanya." Langsung menutup kembali pintu kamar neneknya.


"Aku mau duduk di sofa dulu deh. Belum ngantuk juga." Ucap Greisy langsung duduk di sofa.


Disisi lain. Callista yang sudah tidur dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu. Sontak Greisy langsung berdiri.


"Permisi, apa ada orang?." Tanya tamu yang mengetuk pintu dari luar.


Greisy pun langsung membukakan pintu tersebut dan ternyata tamu tersebut, ialah Marvin.


"Eh, kamu Marvin kan?." Tanya Greisy.


"Iya," Jawabnya.


"Ada apa datang kemari. Apa mau mencari Callista?." Tanyanya.


"Iya, apa dia ada di rumah." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Dia sudah tidur, terlambat kamu mah. Dari tadi dia mencari mu tahu. Kamu kemana saja." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Astaga, aku lupa soalnya. Tadi ada urusan mepet, jadinya harus mengurus urusan itu dulu deh." Jawabnya.


"Yasudah deh, nasib kamu itu. Sampai jumpa lain waktu, aku mau tidur dulu.Dah." Ucap Greisy langsung masuk kedalam dan menutup pintu depan.


"Astaga marvin bodoh, dia pasti kecewa kepada mu. Aku harus apa ya, argh." Merasa bersalah Marvin sambil mengacak acak rambutnya sendiri.


"Aku harus memikirkan cara, bagaimana agar Callista tidak marah kepada ku." Langsung naik ke motornya dan pulang kembali ke markasnya.


Keesokan paginya. Dimana Callista sedang sarapan bersama dengan Greisy." Callista, ada yang mau aku katakan pada mu." Ucap Greisy mabil mengunyah makanannya.


"Apa?." Tanya Callista sambil menatapnya.


"Kemarin malam, Marvin datang ke sini tau." Jawabnya serius.


"Apa!, kenapa dia datang kemari?." Tanyanya kaget.


"Katanya dia mau menemui mu dan dia tidak bisa datang, karena ada urusan yang harus ia selesaikan." Jawab Greisy sambil membalikkan bola matanya.


"Dasar, dia banyak berbohong. Oh ya, omong omong dimana nenek?." Tanya Callista sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Tadi, saat aku mengecek kamar nenek. Ternyata nenek sedang pilek. Penyakit nenek, datangnya tiba tiba dan nenek sedang tidur tu." Jawabnya.


"Mending kamu jaga saja nenek. Aku akan mengirimkan izin mu kepada bu Keyna." Ucap Callista.


"Terima kasih banyak Callista sayang. Aku juga mau mengundurkan diriku dari musisi." Jawabnya sambil membalikkan bola matanya.


"Kenapa kau mau mengundurkan diri mu. Kan kau juga sangat di kenal oleh guru. Kenapa tiba tiba?." Tanyanya.


"Aku mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Kan aku punya teman dari luar negeri, karena pernah satu kuliah dengannya. Aku di tawarin, untuk bekerja di perusahaannya. Gajinya juga lumayan kok." Jawabnya menjelaskan dengan rinci.


"Jadi bagaimana kau memberitahukannya kepada bu Keyna?." Tanyanya.


"Ya tinggal kasih tau aja, kenapa susah susah. Bu Keyna paling mengerti diriku, yang baik dan cantik ini." Jawabnya sambil menyombongkan dirinya.


"Iya deh, si paling cantik dan di mengerti." Ucap Callista tidak rela mengatakannya.


"kalau begitu, aku mau berangkat dulu ya, dan jaga nenek dengan baik." Ucap Callista langsung berdiri dan langsung melambaikan tangannya.


"Hati hati sayang." Ucap Greisy ikut melambaikan tangannya dan tersenyum.


Callista pun langsung pergi dan berjalan kaki menuju kelasnya, karena kelasnya cukup dekat dari rumahnya. Saat di perjalanan, tiba tiba ada Marvin yang langsung muncul didepan Callista.


Sontak Callista kaget." Eh, Marvin. Ada apa kemari?." Tanyanya.


"Udah deh, aku mau ke kelas ku dulu. Minggir." Ucap Callista langsung menyuruh Marvin minggir.


"Tunggu dulu, aku minta maaf ya. Aku meminta maaf, dari lubuk hatiku yang paling dalam nih. Aku ada sesuatu untuk mu, ini dia." Ucap Marvin langsung menghalangi dan memberikan sekuntum mawar merah.


Tiba tiba ada yang bertepuk tangan, dibalik karung yang menumpuk dan itu adalah teman teman Marvin yang bangga dengan Marvin.


"Prok, prok." Bunyi tepuk tangan tersebut dari teman teman Marvin.


Saat Callista melihat ke arah tersebut. Teman teman Marvin langsung bersembunyi kembali.


Callista bingung, dari mana suara tersebut dan kembali menatap wajah Marvin.


"Ini untuk permintaan maaf ku kepada mu. Apa kamu bisa memaafkan ku sekarang?." Tanyanya sambil menunjukkan bunga mawar nya.


"Iya deh, kali ini aku memaafkan mu. Tapi jangan di ulangi lagi ya." Jawabnya menerima permintaan maaf dari Marvin.

__ADS_1


"Yeah." Bahagia Marvin sampai lompat lompat.


Dan disisi lain lagi. Teman teman Marvin kembali berdiri dan bertepuk tangan, karena permintaan maaf Marvin diterima oleh Callista. Saat Callista kembali melihat ke arah sumber suara tersebut. Ternyata tidak ada orang dan Callista tambah bingung.


"Itu suara dari mana sih?." Tanyanya kepada Marvin.


"Sudahlah, tidak usah kamu pikirkan soal itu. Yang terpenting, kamu tidak marah lagi." Jawabnya bahagia.


"Yaudah deh, aku duluan dulu ya. Dan sampai jumpa, lain waktu lagi. Karena aku masih banyak urusan. Dah." Tersenyum Callista langsung melambaikan tangannya dan tersenyum.


"Dah juga Callista cantik." Jawab Marvin ikut bahagia dan tersenyum bahagia.


Teman teman Marvin pun langsung keluar dari tempat persembunyiannya." Wah, kau pandai menggoda wanita juga ya Marvin. Tidak ku sangka." Ucap Frank sedikit mengejeknya.


"Iya dong, Marvin gitu lho." Ucapnya dipuji sampai menyombongkan dirinya.


"Iya deh, si paling penggoda. Omong omong, apa kau menyukainya?." Tanyanya.


"Sepertinya begitu deh. Yaudah deh, yuk kita kembali bekerja seperti biasanya.Yuk gays." Langsung naik ke motornya bersama geng motornya seperti biasa.


Geng motor Marvin pun langsung kembali meminta uang pedagang, seperti biasanya.


Disisi lain. Dimana Callista sudah sampai di kelasnya." Pagi bu Keyna." Sapanya langsung masuk ke dalam kelas musik.


"Pagi juga sayang. Dimana Greisy?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Katanya dia mau cuti bu. Karena nenek sedang sakit di rumah bu. Katanya juga, dia mau keluar dari kelas musisi bu." Jawabnya sambil duduk di kursi biasanya.


"Kenapa dia mau keluar dari kelas musisi?." Tanya bu Keyna sambil membersihkan piano.


"Katanya dia mendapatkan pekerjaan di perusahaan temannya bu. Dan katanya, gajinya juga besar bu. Jadi dia lebih membutuhkan uang itu, untuk orang tuanya bu.


"Tapi dia akan sering main disini juga kok bu, tapi tidak sebagai musisi. Tapi sebagai pemain saja dan tidak bekerja sebagai musisi bu." Jawabnya menjelaskan dengan rinci kepada bu Keyna.


"Ouh, baguslah kalau dia masih tidak lupa dengan piano nya. Dia lebih mementingkan keluarganya, itu lebih baik untuknya." Tersenyum bu Keyna kepadanya.


"Terima kasih banyak bu Keyna." Ucapnya langsung pemanasan dengan pianonya.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu kemarin?." Tanya bu Keyna kepadanya.

__ADS_1


"Berjalan dengan baik kok bu. Aman tentunya." Jawabnya sambil mengedipkan matanya.


Tiba tiba ponsel bu Keyna berbunyi dan itu adalah panggilan dari,


__ADS_2