Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 16: Mawar Merah Muda


__ADS_3

"Setelah ini, apa yang mau kita lakukan?." Tanya temannya.


"Kita akan melakukan sebuah cara yang akan membuat wanita tersebut membenci Marvin. Aku sudah memikirkan cara ini." Jawab Drake tersenyum tipis.


Malam pun tiba. Dimana Callista baru pulang dari kelas musisinya. Dan ia pun langsung kembali ke rumah dengan menaiki Taxi.


Sesampai rumah. Ia pun masuk ke dalam. Callista tidak tahu, bahwa ia sedang di buntuti oleh geng motor Drake." Ouh, ternyata ini rumah wanita itu.


"Aku harus bergegas kembali ke markas, sebelum ada yang melihatku." Langsung menggas motornya untuk kembali ke markas.


Sesampai markas. Ia langsung turun dan masuk kedalam markasnya." Drake, aku menemukan Informasi lainnya, tentang wanita itu." Ucapnya dengan keras, saat Drake sedang bermain kartu bersama teman temannya.


"Informasi apa?." Tanya Drake sambil memegang kartu tersebut.


"Dia tinggal di pinggiran jalan Home. Rumahnya yang cukup besar disana." Jawabnya.


"Cukup bagus juga. Ternyata wanita itu kaya juga." Tersenyum tipis dan merencanakan sesuatu.


"Besok selidiki lebih lanjut tentang wanita itu. Dan tinggal bersama dia di rumah sebesar itu. Kau mengerti kan." Ucap Drake serius.


"Aman Drake." Jawab teman temannya.


"Okey, setelah itu, baru kita lakukan rencana kita." Tersenyum jahat.


Disisi lain, di dalam rumah Callista. Callista sedang menonton televisi, setelah mandinya, dan sudah berpakaian tidur." Oh ya Greisy, berarti besok kau sudah harus kembali ke luar negeri dong?." Tanya Callista sambil mengunyah cemilan yang ia pegang.


"Benar sekali. Aku akan sangat merindukan mu dan merindukan nenek. Aku sayang kalian." Jawabnya langsung memegang tangan Callista dan neneknya yang berada di sampingnya.


"Semoga kau baik baik saja disana sayang." Ucap neneknya mengelus rambut Greisy.


"Aman nenek, aku akan sangat menjaga diriku, dan akan sangat merindukan kalian." Ucap Greisy memasang wajah berkaca kaca.


"Kan, aku jadi mau nangis karena kalian berdua. Jangan membuatku menangis dong." Ucap Greisy langsung meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Jangan menangis dong. Hikss." Ucap Callista dan neneknya langsung memeluk Greisy yang menangis, dan merekapun langsung menangis bersama.


Setelah menangis bersama. Merekapun kembali melanjutkan menonton film bersama.


Jam 23.00 pun lewat, dimana Greisy dan neneknya sudah tidur di kamarnya, dan Callista masih menonton film romansa yang ia tunggu pada jam itu." Sayang, peluk diriku.Kaulah cinta sejati ku." Ucap pria yang ada di televisi tersebut.


"Argh, romantis banget sih. Kapan aku mempunyai pacar seperti Eunwoo ya mak. Argh, bikin salting." Ucap Callista sambil mengunyah cemilannya dan sudah habis 1 toples.


"Aku juga menyayangi mu sayang. Kita akan bersama selamanya." Jawab wanita dalam televisi tersebut dan mereka berciuman bersama.


"Astaga, aku terpanah ya tuhan. Kapan bisa seperti mereka berdua ya. Soswet banget." Ucapnya senyum senyum sendiri.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya." Eh, siapa yang mengetuk pintu malam malam begini sih." Ucapnya langsung berdiri dan membukakan pintu.


"Tidak ada siapa siapa. Siapa yang mengetuk pintu tadi." Ucapnya mencari ke kanan dan kiri, lalu melihat kebawah, dan melihat ada sekuntum mawar merah muda.


"Ini bunga siapa. Kenapa ada disini." Tanyanya kepada dirinya sendiri dan langsung mengambil bunga tersebut.


"Aneh, siapa yang memberikan ini ya." Menutup pintunya dan membawa bucket bunga tersebut ke ruang tamu.


Didalam rumah Callista. Ia pun langsung duduk di sofa, dan melihat ada sekuntum surat di dekat bunga mawar tersebut. Ia pun langsung membuka kertas tersebut dan membacanya.


"Halo nona putri. Saya Marvin, mengirimkan sebuah hadiah untuk mu. Dan semoga kamu menyukainya ratu piano. Salam Marvin." Ucap kertas tersebut.


"Astaga, ternyata Marvin. Kenapa dia repot repot mengirimkan hadiah begini. Sungguh menggemaskan." Ucap batinnya senyum senyum sendiri.


"Aku akan menyimpan bunga ini deh, di kamarku. Sebagai kenang kenangan juga. Dan terbayang wajahnya." Bahagia Callista langsung naik ke kamarnya dan berbaring di kasurnya, sambil memegang bunga mawar pemberian Marvin.


"Dia sangat menggemaskan, dan tampan. Aku menyukainya." Ucap Callista terbayang wajah Marvin yang sedang tersenyum.


"Aku taruh di meja sini aja deh. Biar pas bangun, langsung terbayang wajahnya. Hahahah." Langsung meletakkan bunga mawar merah muda tersebut di samping tempat tidurnya.


Keesokan paginya. Dimana Callista sudah bersiap siap untuk mengantarkan Greisy ke bandara." Nek, aku pergi dulu ya nek.

__ADS_1


"Nenek jaga diri baik baik, dan jangan sering sering makan ramen. Nanti nenek sakit lambung lagi. Nenek mengerti kan." Ucap Greisy menahan air matanya.


"Baik sayang. Dan kamu, jangan sering sering berbelanja. Lebih baik kamu hemat uang kamu, dan gunakan dengan sebaik mungkin disana." Ucap neneknya juga menasehatinya.


"Aman nek. Aku menyayangi nenek. Hikss." Tangis Greisy langsung memeluk nenek Brianna.


"Nenek juga sayang kamu. Sudahlah, kalau begitu kalian cepat pergi, sebelum ketinggian pesawat." Mengusap air mata Greisy.


"Baiklah nek, aku pergi dulu." Langsung berdiri dan melambaikan tangannya.


"Aku mengantarkan Greisy dulu ya nek. Dan jaga rumah dulu nek." Ucap Callista ikut melambaikan tangannya.


Callista pun langsung mengantarkan Greisy dengan mobil pinjaman dari bu Keyna. Di perjalanan." Sudahlah, jangan menangis terus. Bisa bisa bedak mu yang 10 lapis itu luntur." Ucap Callista sambil menyetir mobilnya.


"Namanya juga aku sedang sedih, ga peka banget sih. Aku akan sangat merindukan nenek nanti, dan juga diri mu ini. Juga akan merindukan bu Keyna. Hiksss." Jawabnya sambil mengusap air matanya kembali dengan tisu yang ada di mobil bu Keyna.


"Jangan habisi tisunya dong, bisa bisa bu Keyna marah nanti kepadaku." Ucapnya.


"Baiklah.Hiksss." Mengusap kembali dan mengambil tisu terakhir.


Merekapun sampai di bandara. Greisy dan Callista turun dari mobil, dan langsung masuk ke bandara.


Didalam bandara tersebut." Kau hati hatilah, dan dengar nasihat nenek tadi. Jangan mengingkarinya. Lain waktu, aku akan datang kesana bersama nenek, untuk melihat mu. Aku menyayangi." Ucap Callista langsung memeluknya.


"Aku juga sangat menyayangi mu Callista. Kalau kamu ada libur, datanglah ke luar negeri. Dadah sayang. Hiksss." Menangis kembali, dalam pelukan Callista.


"Sudahlah, jangan menangis kembali. Nanti aku juga ikut menangis tahu." Menepuk nepuk pundak Greisy dan melepaskan pelukan tersebut.


Greisy pun melambaikan tangannya, dan meninggalkan Callista menuju pesawatnya. Callista hanya bisa memandangnya dari kejauhan, dan ikut melambaikan tangannya dengan senyuman indahnya.


Setelah Greisy tidak terlihat. Ia pun langsung pulang kembali ke rumah. Disisi lain.Ternyata, Callista sudah diikuti oleh teman teman geng motor Drake. Temannya yang bernama Fank, langsung menghubunginya.


Tersambung." Ada apa?." Tanya Drake dari ponselnya.

__ADS_1


"Aku ada informasi, ternyata,


__ADS_2