
"Sejak kapan kau pandai berkata kata begitu?." Tanya Callista kagum, dengan perkataan Marvin.
"Sejak mengenal diri mu." Jawab Marvin sedikit menggodanya.
"Jangan mulai lagi deh. Mending kita fokus melihat drakor ini." Ucap Callista langsung malu dan sontak pipinya kembali memerah.
Setelah menghabiskan drakor tersebut. Callista langsung tertidur di bahu Marvin, dan Marvin langsung menatap wajah Callista yang tertidur." Eh, dia malah tidur di bahuku. Sungguh menggemaskan." Senyum senyum sendiri Marvin, dan langsung menggendong Callista dengan perlahan lahan ke sofa.
Marvin pun langsung meletakkan Callista ke sofa, dan menyelimutinya." Tidurlah yang nyenyak dan mimpikan diriku." Ucap Marvin dengan lembut, dan mengelus rambut Callista.
Marvin pun langsung tidur di bawah sofa dekat Callista, sambil melipat kedua tangannya, agar tidak kedinginan. Dan mereka berdua langsung tidur bersamaan.
Pagi pun tiba. Dimana Marvin sudah bangun duluan, dan dia membuat sarapan di dapur. Sedangkan Callista masih tertidur, dan Callista langsung bangun, dan membuka matanya dengan perlahan lahan.
"Hua." Ucap Callista langsung duduk dan meregangkan badannya.
"Eh, kenapa aku bisa disini." Langsung mengingat kejadian kemarin malam.
"Oh ya, aku kan ketiduran kemarin malam, saat menonton drakor. Jadi tidak sempat menonton akhirnya bagaimana. Astaga." Langsung memegang dahinya.
__ADS_1
"Berarti Marvin yang menggendongku ke sofa. Yaolo, malu banget aku. Argh." Salting Callista langsung menutup wajahnya, dengan wajah yang memerah.
" Oh ya, ini sudah jam berapa ya?." Tanya langsung melihat ponselnya.
"Eh, ini sudah jam segini." Ucapnya langsung kaget dan berdiri, dan menuju dapur.
Saat sudah sampai di dapur. Ternyata sudah ada Marvin dan neneknya yang bercanda gurau bersama.
"Hahahah, nak Marvin memang lucu ya. Masa ada kecoa pargoy. Kamu ada ada saja." Tertawa nenek Brianna dengan pulas.
"Hahahahah, namanya Marvin gitu lho nek." Ikut tertawa Marvin.
Tiba tiba Marvin berbalik badan, dan langsung menatap wajah Callista." Eh, pagi Callista." Sapa Marvin dengan bahagia.
"Pagi juga Marvin dan nenek." Jawab Callista langsung duduk di kursi.
"Apa kamu sudah bangun dari tadi?." Tanyanya kepada Marvin.
"Baru saja kok. Kau hanya membantu nenek saja, agar nenek tidak kelelahan. Yakan nek." Jawabnya langsung mengedipkan matanya kepada nenek Brianna.
__ADS_1
"Ya deh." Pasrah neneknya kepada Marvin yang terus tersenyum bahagia.
"Masak apa kalian?." Tanya Callista menatap wajah Marvin.
"Masak yang enak deh. Sudahlah, kamu mandi dulu sana, atau mau langsung sarapan." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Aku mau mandi dulu deh. Kalau kalian mau sarapan duluan, sarapan lah." Jawab Callista langsung meninggalkan mereka berdua.
Saat Callista mau masuk ke kamarnya. Ia melihat piano kesayangannya." Oh ya, mending aku main piano dulu deh. Kan masih pagi juga, jadi air di kamar mandi masih dingin." Ucapnya langsung ke tempat pianonya, dan langsung duduk.
Callista pun memainkan pianonya dengan musik Kal Ho Na Ho." Ehm, Ehm, Ehm." Ucap Callista bernyanyi.
Disisi lain. Di dapur." Eh, siapa yang memainkan piano itu nek. Apa Callista?." Tanya Marvin.
"Siapa lagi kalau tidak dia. Dia masih ingin memainkan pianonya. Kalau kamu mau lihat, lihat saja sana." Jawab neneknya sudah terbiasa mendengar musik yang di mainkan Callista setiap pagi.
Marvin pun langsung menuju ruang tamu, untuk menghampiri Callista.
Sesampainya, ia pun langsung
__ADS_1