Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 55: Terus Berada Dipikiran


__ADS_3

Disisi lain. Callista langsung pulang ke rumahnya. Di perjalanan, Callista terus menangis dengan deras dan kembali mengingat wajah Marvin.


"Kenapa aku tidak bisa melupakan Marvin. Wajahnya terus berada dipikiranku, aku benar benar sudah gila karenanya." Ucap batin Callista masih terus menangis dengan deras, dan air matanya terus jatuh ke pipinya.


"Apa benar dia sangat mencintaiku. Jika dia benar benar jatuh cinta, dan bahkan sangat mencintaiku. Kenapa dia harus berbohong kepadaku. Kenapa Marvin." Ucap batinnya kembali.


Sesampai rumahnya. Callista langsung turun dari taxi, dan langsung membayar supir tersebut. Setelah itu Callista langsung masuk ke dalam rumahnya.


Keesokan paginya. Dimana Callista baru bangun dari tidurnya. "Argh, aku tidak bisa tidur kemarin, dan mataku lebam begini, karena menangis kemarin." Ucapnya langsung berdiri, dan membuka tirai jendelanya.


"Aku harus bersiap siap, untuk ke kelas musik. Tapi, sepertinya aku tidak pergi ke kelas musik dulu deh, soalnya aku gak enak badan kayaknya nih. Akibat kemarin juga ini." Ucapnya langsung turun ke bawah, dan langsung ke meja makan.


Saat di meja makan. "Pagi Callista." Sapa Greisy yang sedang membuat sarapan pagi untuk mereka dirinya dan untuk Callista.


"Pagi juga." Ucapnya langsung duduk.

__ADS_1


Greisy melihat Callista seperti hantu. "Astaga, kenapa mata mu itu. Kenapa kau seperti hantu begitu?." Tanya Greisy yang sedikit kaget.


"Kemarin malam aku tidak bisa tidur." Jawab Callista yang meletakkan wajahnya di meja makan.


"Apa ini semua karena Marvin?." Tanya Greisy memastikannya, dan juga sudah tahu, kalau Callista terus memikirkan Marvin.


Callista pun menganggukkan kepalanya. "Sudah kuduga. Pasti kau memikirkan Marvin, dan kenapa kau tidak mencoba melupakannya. Tapi mau bagaimana lagi, kalian memang pasangan yang tidak boleh dipisahkan." Ucap Greisy hanya bisa pasrah.


"Mau bagaimana lagi." Ujar Callista langsung menutup kedua matanya, karena mengantuk.


Tiba tiba saja ponsel Callista berdering. "Ponselmu berdering itu Callista. Angkat, mana tahu penting." Ucap Greisy yang sedang membuat sarapan pagi.


"Halo." Panggilnya dengan nada lelah.


"Sayang, kamu sedang apa. Ini aku, Frey?." Tanya Frey, ialah pacar Callista.

__ADS_1


"Aku baru saja bangun sayang. Ada apa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Kemarin kenapa kamu langsung pulang, dan kamu juga tidak mengabariku. Aku jadi khawatir. Ada apa dengan kamu kemarin malam?." Tanya kembali Frey.


"Aku hanya kelelahan saja kok. Tidak ada apa apa. Aku hanya mengantuk saja sayang." Jawab Callista berbohong.


"Baguslah kalau kamu tidak apa apa sayang. Apa nanti mau aku antarkan ke kelas musik?." Tanyanya kembali dengan nada bahagia.


"Tidak perlu sayang, aku tidak mau ke kelas musik dulu, karena aku lelah banget, dan mengantuk. Kalau begitu, sudah dulu ya sayang, aku mengantuk ini. Huah." Jawab Callista langsung mematikan ponselnya.


"Siapa Callista?." Tanya Greisy langsung memberikan sarapan pagi untuk Callista.


Langsung mengambilnya. "Biasa, si Frey." Jawab Callista langsung melahap nasi goreng buatan Greisy.


"Sepertinya dia begitu menyukaimu deh Callista. Tapi, kenapa kau tidak mencintainya?." Tanya Greisy sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi, ini sudah bawaan perasaanku. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku. Aku benar benar sudah gila karena kemunculan pria yang bernama Marvin itu. Entah kenapa dia selalu ada disetiap pikiranku." Ucap Callista.


"Kalau begitu


__ADS_2