
"Aku mau barang merek Gucci aja deh sayang. Yang katanya ada tas keluaran baru itu, itu saja deh sayang. Itu akan sangat membuatku bahagia sayang." Jawab Luna dengan bahagia, karena akan dibawakan hadiah oleh Marvin.
"Apa kamu mau yang lainnya lagi selain itu sayang?." Tanya Marvin untuk memastikannya.
"Tidak ada sayang. Aku hanya mau itu saja, dan mau kamu cepat pulang sayang. Kalau begitu, udah dulu ya sayang, teman arisan aku sudah menungguku. Love you sayangku." Jawab Luna memberikan kiss virtual dan menutup video call tersebut.
"Dia memang sangat baik kepadaku. Tapi aku tidak bisa mencintainya. Karena aku sangat mencintai Callista." Ucap batin Marvin langsung menundukkan kepalanya.
"Sudahlah. Lebih baik aku minum kopi dulu deh, untuk menghilangkan sesuatu yang menganggu pikiranku ini." Ucapnya langsung menuju cafe tersebut dan meninggalkan pohon besar tersebut.
Sesampainya. Ia langsung masuk kedalam, dan langsung memesan kopi yang ia inginkan.
Marvin duduk dikursi paling belakang, sambil menyender ke kursinya." Entah kenapa, sepertinya Callista ada disini. Aku merasakan sesuatu yang mengingatkanku kepadanya." Ucap batin Marvin, sambil melipat kedua tangannya.
__ADS_1
1 Menit pun berlalu. Dimana minuman Marvin pun akhirnya datang juga." Ini pesanan kopi matcha anda kak. Silahkan dinikmati." Meletakkannya diatas meja Marvin, dan menundukkan kepalanya.
"Terima kasih banyak. Anda bisa pergi sekarang." Jawab Marvin tersenyum tipis, dan pelayan tersebut, langsung pergi dari meja Marvin.
Marvin pun langsung meminum kopi matcha, yang dimana dulu ia tidak menyukainya.
"Sejak Callista meninggalkanku. Aku suka dengan makanan dan minuman yang tidak ia sukai. Aku berharap, saat kami dipertemukan kembali, aku dan Callista, memiliki kesamaan, yang sama. Dari segi makanan dan minuman." Ucap batin Marvin bahagia, dan kembali menikmati kopi matcha nya.
Malam pun tiba. Dimana Marvin sedang rebahan di rumahnya, dan memainkan ponselnya." Oh ya, lebih baik aku menghubungi Dixon saja deh. Untuk menanyakan bagaimana soal pekerjaan disini." Ucapnya langsung menghubungi Dixon.
Tersambung." Iya Marvin. Ada apa bos?." Tanyanya sambil tersenyum tipis.
"Bagaimana dengan pekerjaanku disini. Aku lupa soalnya, dan waktu betapa aku menghadiri disana?." Tanya Marvin balik dengan jelas.
__ADS_1
"Aku sudah mengirimkan berkas berkasnya kepadamu. Kau lihat saja itu, soalnya aku sangat sibuk. Sudah dulu ya." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
Marvin langsung melihat berkas berkasnya untuk melihat lokasi mana saja yang mau ia mainkan musiknya.
"Hotel harmonis, Konser Love, dan ajang musik. Yang harus dipentingkan sih yang ajang ini, karena hadiahnya cukup besar, dan aku akan bertanding dengan yang lainnya. Semoga saja kami bisa menang." Ucapnya langsung rebahan dan melihat ponselnya kembali.
Marvin melihat foto foto Callista, yang terpampang di media sosial." Dia begitu cantik. Bagaimana dengan wajahnya sekarang ya. Apa dia berubah, atau tetap sama seperti dulu." Ucap batinnya senyum senyum sendiri, dan terus melihat foto Callista, yang ada di instagramnya.
"Padahal aku sering melihat instagramnya. Tapi kenapa dia tidak pernah update ya. Apa dia tahu, kalau aku akan melihat Instagramnya." Ucap batinnya sedih, dan langsung meletakkan ponselnya disampingnya.
"Argh, kapan aku akan bertemu dengannya yatuhan. Semoga aku bertemu dengannya, di suatu tempat." Ucapnya berdoa.
Tiba tiba notifikasi yang masuk di ponselnya, dan itu adalah notifikasi dari
__ADS_1