
Tersambung." Halo Frank, bagaimana?." Tanyanya langsung.
"Aku dan teman teman belum menemukannya. Kami sudah mencari ke semua tempat, tapi tidak ada Callista." Jawab Frank dengan keras, karena ia sedang berada di perjalanan.
"Kembalilah mencarinya. Jangan sampai ketinggalan tempat lainnya." Ucap Marvin langsung mematikan ponselnya.
Kembali ke 10 Tahun sekarang." Sampai sudah berminggu-minggu. Kita tidak pernah menemukannya. Dan bahkan nomornya sudah tidak aktif lagi. Dia dimana ya?." Tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Sabarlah Marvin. Mungkin dia ada masalah dengan keluarganya. Dan dia akan kembali." Ucap Frank menenangkannya.
"Bagaimana mau menunggu. Dia tidak pernah kembali lagi, dan tidak akan pernah kembali." Ucap Marvin langsung menundukkan kepalanya dan merenung.
"Mending kamu fokus bekerja sekarang. Kita kan sudah menjadi pemusik, dan kita sudah terkenal. Mungkin saja dia tahu, kalau kamu sudah sukses sekarang." Ucap Jack ikut menenangkannya.
"Kalau begitu, kau mau masuk ke kamarku dulu ya. Untuk mempelajari gitar kembali, saat mau kontes besok. Aku duluan." Menepuk pundak Marvin, dan langsung masuk ke kamarnya.
"Aku juga duluan ya Vin. Ada urusan di kamarku, dan pacarku sudah menghubungiku tadi. Sampai jumpa." Ucap Frank juga masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah Jack dan Frank masuk ke kamarnya masing masing. Marvin langsung menutup wajahnya, dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.
Dan pengawalnya langsung masuk kedalam." Permisi tuan, ada pacar anda yang mencari anda." Ucap pengawal rumahnya.
"Eh, suruh saja dia masuk. Aku sudah ada di ruang tamu." Jawab Marvin kepadanya.
"Baik tuan, saya akan langsung memanggil pacar anda tuan." Langsung keluar kembali.
Pacar Marvin pun langsung masuk kedalam." Halo sayangku. Bagaimana dengan keadaan kamu sekarang?." Tanya pacarnya yang bernama Luna.
Luna langsung duduk disampingnya." Aku hanya merindukan kamu baby." Langsung mencium pipi Marvin dan mengelus tangannya.
"Aku lagi lelah nih. Kamu pulang aja deh." Ucap Marvin sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Kamu kenapa sayang. Apanya yang sakit, biar aku pijitin sayang." Langsung memegang punggung Marvin dengan lembut.
"Aku baik baik saja sayang. Aku hanya kelelahan saja." Jawab Marvin bersandar dibahu Luna.
__ADS_1
"Oh ya, tadi aku lihat berita di sosial media. Katanya kamu sedang menceritakan orang yang kamu cintai dulu. Apa kamu benar benar masih mencintainya?." Tanya Luna menatapnya.
"Aku lagi tidak mau membahas itu sayang. Mending kamu pijitin aku aja deh, biar aku tidur." Ucap Marvin langsung berbaring dipaha Luna.
"Baik sayang, aku akan memijiti kamu." Langsung memijat punggung Marvin dengan hati hati.
Setelah beberapa menit, Marvin pun langsung tertidur dipaha Luna. Dan Luna langsung menggeser kakinya, agar Marvin bisa menyandar disofa tersebut.
Dan Luna langsung menyelimuti Marvin, yang diambilnya dari kamar Marvin." Beres deh." Langsung duduk di kursi lain, yang ada didekat Marvin.
"Kelihatannya, Marvin sepertinya tidak pernah mencintaiku. Apa wanita yang ia bicarakan itu benar. Mungkin dia masih mencintai wanita itu. Aku tidak bisa membuatnya memaksa, agar selalu mencintaiku." Ucap batin Luna tersenyum tipis, sambil menatap wajah Marvin yang sedang tertidur.
"Aku pulang saja deh. Daripada disini, itu akan membuat Marvin semakin pusing. Aku akan membiarkannya, istirahat dulu." Ucap batinnya kembali, langsung keluar dari rumah Marvin, dan kembali ke rumahnya.
Sore pun tiba. Dimana Marvin baru bangun, dan ia langsung mengusap matanya dengan perlahan lahan. Ia langsung duduk, dan melihat sekitar." Dimana,
__ADS_1