
Tersambung." Halo Drake, ada hal yang mau aku sampaikan." Ucap Fank.
"Ada apa?." Tanya Drake.
“ini, wanita yang kita sekap, sudah bangun dan mau melepaskan dirinya.”Jawab Fank langsung ke inti.
“Biarkan dulu, dan aku akan kesana secepatnya. Jangan lakukan apapun, sampai aku datang. Kau mengerti kan.”Ucap Drake.
“Baiklah Drake. Kami akan menjaganya dengan sebaik mungkin disini, dan kami juga sudah mengenakan topeng.”Jawab Fank bahagia, dan Drake langsung mematikan ponselnya.
Disisi lain. Marvin masih terus mencari keberadaan Callista.” Dimana dia ya. Aku harus mencari ke markas Marvin. Karena aku curiga kepada mereka, kalau mereka yang menculik Callista."
"Aku harus menghubungi yang lainnya.” Ucap Marvin langsung berhenti dan menghubungi Frank.
Saat Marvin mau menghubungi Frank, tiba tiba saja ada yang menghubunginya, dan ia adalah Frank.” Kebetulan banget nih, padahal aku menghubunginya.” Ucap Marvin langsung mengangkatnya.
“Halo Frank, ada apa?.”Tanyanya.
“Kami menemukan Callista. Dia berada di markas Drake sekarang. Kami sudah baru menemukannya, karena tadi, ada temannya yang membahas soal Callista dan memberitahukan soal Callista yang ada di dalam.”Jawab Frank menjelaskannya secara detail.
“Dugaan ku ternyata benar. Ternyata, memang geng motor Drake yang menculiknya. Kalian harus masuk secara diam diam, dan matikan listrik mereka."
"Setelah itu, masuk dan langsung pukul mereka dari belakang. Kalian paham.”Ucap Marvin memberi aba aba kepada mereka.
“Aman Marvin. Kalau begitu, kami mau masuk dulu.”Langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
“Dasar Drake. Kali ini, aku tidak akan mengampuni mu.”Marah besar Marvin langsung mengepalkan kedua tangannya dan menuju markas Drake dengan menggas motornya.
Sesampai markas. Marvin pun langsung turun dari motornya dan mengambil sebuah batang kayu, yang berada di dekat markas Drake.
Ia pun langsung masuk, dan ternyata, semua teman temannya, sudah berkelahi dengan geng motor Drake.
“Dasar bodoh. Hyah.”Ucap Marvin langsung memukuli kepala musuhnya, dengan batang kayu yang ada di tangannya.
"Argh," Akhirnya teman teman Drake semua pingsan, karena di pukuli dari belakang di kegelapan.
Dan Fank kembali menyalakan lampunya, juga menghampiri Marvin." Kau cepat sekali datang. Bagaiman?." Tanyanya bingung, sambil merapikan pakaiannya yang berantakan.
"Sudahlah, jangan banyak tanya. Dan cepat cari Callista berada. Dia pasti ada di sekitar sini. Cepat." Jawab tegas Marvin kepada teman temannya.
"Callista, Callista." Panggil keras Fank.
Disisi lain. Callista mendengar, kalau namanya di panggil." Eh, itu seperti suara Frank. Apa mereka datang mencari ku. Aku harus melakukan sesuatu, agar mereka mendengarkanku."
"Tapi, mataku ditutup sekarang, dan tangan kakiku, juga di ikat, aku harus meraba raba sesuatu di sekitarku." Ucap batin Callista langsung mencari sesuatu yang ada di sekitarnya.
Dan, Callista menemukan sebuah kayu yang ada di sampingnya, karena kakinya menyentuh kayu tersebut." Dapat juga kayu ini. Sekarang, aku harus melepaskannya ke mereka, atau ke tempat yang ada di depanku." Ucap Callista langsung mengambilnya, dengan tangannya yang di ikat.
"Semoga mereka melihatnya, ataupun mendengarnya." Callista pun langsung melemparkan kayu tersebut ke depan. Dan siapa sangka, ternyata di depannya ada sebuah drum besar, dan kayu yang ia lempar, tepat mengenai drum tersebut. Akibatnya, drum tersebut, mengeluarkan suara yang nyaring.
"Eh, itu suara siapa?." Tanya Jack langsung berhenti.
__ADS_1
"Itu suara dari sana. Dibelakang drum besar itu. Kita harus mengeceknya." Ucap Marvin dan teman temannya, langsung melihat ke arah drum tersebut.
Dan saat Marvin mau melihatnya. Tiba tiba saja, Drake datang, dengan teman teman sisanya, yang ikut bersamanya."Hei bodoh." Teriak Drake sambil memegang sebatang kayu panjang.
Sontak Marvin dan teman temannya, langsung menoleh ke arahnya." Wah, ternyata bosnya sudah datang." Ucap Marvin melipat kedua tangannya.
"Ada apa kemari. Apa kau mau menjenguk wanita cantik mu itu?." Tanya Drake tersenyum tipis.
"Hahahahah." Tertawa teman teman Drake, mengejeknya.
"Jangan tersenyum gitu. Maju dan lawan mereka." Ucap Marvin langsung menyuruh teman temannya, untuk melawan geng motor Drake.
Dan geng motor Drake, juga langsung maju untuk lawan sesama. Marvin pun berkelahi dengan Drake." Kenapa kau menculik Callista?." Tanya Marvin menatapnya, dengan penuh kebencian.
"Kenapa emangnya. Aku suka dengan wanita mu itu. Karena dia cantik." Jawab Drake tersenyum tipis.
"Jangan banyak bacot." Ucap Marvin marah besar, dan langsung memukul wajah Drake dengan keras.
Sontak hidung Drake langsung berdarah, dan ia jatuh ke lantai." Argh, sakit banget tolol." Ucap Drake memegang hidungnya yang berdarah.
"Bagaimana rasanya bos. Kau masih berani melawanku atau tidak. Maka sebab itu, jangan coba coba untuk menganggu wanitaku." Ucap Marvin langsung menampar Drake yang kesakitan.
Saat Marvin sedang marah, dan kesal. Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, dan ia adalah
__ADS_1