Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 58: Berdetak Kencang


__ADS_3

Callista memasang wajah datar dan langsung masuk ke dalam kelas, dan disusul oleh Marvin dari belakang.


"Pagi bu Sofia." Sapa Callista, langsung meletakkan tasnya di bawah.


"Pagi juga Callista. Eh, kamu siapa?." Tanya bu Sofia reflek melihat Marvin.


"Saya Marvin." Jawabnya sambil melambaikan tangannya.


"Dia teman kamu Callista?." Tanya bu Sofia kepada Callista.


"Aku tidak tahu bu Sofia, katanya dia mau belajar dance disini. Aku tidak kenal dengannya." Jawab Callista dengan datar kembali.


"Ouh, saya kira teman kamu." Langsung menyusun barang barang tari.


"Kamu mau belajar dance dengan saya?." Tanya bu Sofia kembali kepada Marvin.


"Tidak bu, saya mau belajar dengan Callista saja. Katanya dia adalah penari handal, jadi saya mau diajarkan langsung olehnya. Apa boleh?." Tanyanya sambil berkedip kedip seperti anak kecil.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau kamu. Kalau begitu, Callista ajarkan dia cara dance dan jangan sampai ada kesalahan. Ajarkan saja dia teknik 1-5 dulu, setelah itu baru ajarkan yang bagian susahnya. Aku mau merapikan barang barang tari kalian ini." Ucap bu Sofia langsung ke ruangan lainnya, untuk merapikan aksesoris tari.


"Jadi aku bisa belajar denganmu kan?." Tanya Marvin berusaha berbicara dengan Callista, seperti anak kecil yang minta makan kepada ibunya.


Callista hanya mengabaikannya saja, dan mengambil alat alat untuk dance, seperti speaker dan kain tari panjang.


Callista langsung menghidupkan musik tersebut, dan mulai menari dengan anggun. Marvin yang melihatnya pun, sontak terdiam dan kagum melihat tarian yang dibawakan oleh Callista. Tiba tiba saja rambut Callista terurai, dan itu membuat rambutnya terkibas dengan indah.


Sontak pipi Marvin langsung merona. "Astaga, dia benar benar cantik. Sudah lama aku tidak melihat kecantikannya seperti ini." Ucap batin Marvin terus menatap wajah Callista, tanpa berkedip.


Callista melirik Marvin yang terus menatap dirinya. "Jangan menatapku seperti itu. Aku benci dengan pria seperti itu." Ucap Callista dengan datarnya dan sangat dingin.


Sontak Callista sedikit kaget dan langsung menatap wajah Marvin. "Kenapa jantungku tiba tiba berdetak dengan kencang begini. Apa perasaan ini kembali muncul." Ucap batin Callista terus menatap wajah Marvin, dan mereka terus bertatapan dengan penuh cinta.


Musik pun habis, dan Callista langsung menjauh darinya. Callista pun duduk dikursi, sambil meminum air putih.


Dan Marvin kembali mendekatinya, dengan duduk disampingnya. "Kamu begitu cantik, ketika rambut kamu terurai Callista." Ucap Marvin kembali tersenyum.

__ADS_1


Callista mencuekinya dan tidak menjawab perkataan Marvin. Callista pun kembali berdiri dan mau mengambil alat untuk tari, saat Callista mau mengambilnya, tiba tiba saja Marvin langsung menariknya.


Dan Callista langsung duduk dipangkuan Marvin. Dan lagi lagi Marvin dan Callista merasakan detak jantung yang berdetak dengan kencang.


"Kenapa perasaan ini kembali berdetak dengan kencang kembali. Aku harus menjauh darinya." Ucap batin Callista langsung berdiri dan menjauh darinya.


"Dia benar benar menggemaskan." Ucap batin Marvin kembali salting, dan wajahnya langsung memerah.


Callista mengambil alat untuk mengajari Marvin dance. Callista pun langsung berdiri dihadapan Marvin, dan Marvin langsung menatapnya.


"Mari aku ajarkan dance, dan jangan banyak bermain." Perintah Callista kembali memasang wajah datarnya.


Baik ratu piano." Sahut Marvin langsung berdiri, dan merapikan pakaiannya.


"Kenapa dia masih mengingat panggilan itu. Apa dia benar benar sudah berubah?." Ucap batin Callista jadi kepikiran.


"Halo ratu piano, kenapa kamu diam saja. Mari dimulai pelajarannya." Menyadarkan Callista yang melamun.

__ADS_1


Callista pun


__ADS_2