Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 48: Sedikit Kecewa


__ADS_3

Setelah Callista berbicara di ponselnya. Ia kembali meletakkan ponselnya, di tasnya." Maaf menganggumu. Kalau begitu, aku duluan ya. Pacarku menghubungiku, lain kali kita bertemu lagi. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung meninggalkan Marvin, tanpa basa basi.


"Tung. Kenapa dia langsung meninggalkanku. Apa dia tidak merindukanku, apa dia memang tidak mempunyai perasaan kepada diriku. Kenapa." Bertanya tanya, sampai meneteskan air matanya.


"Aku mencintaimu Callista. Apa alasan kamu meninggalkanku, setidaknya kamu menjelaskannya. Kenapa kamu meninggalkanku, dan bersikap sedingin ini kepadaku." Ucapnya sambil menatap langit, dan mengeluarkan air mata.


Disisi lain. Callista langsung ke sisi hotel lainnya, dan ikut menangis." Maafkan aku Marvin. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Padahal aku masih mencintaimu, tapi ini semua demi kebaikanmu, dan kebaikanku. Maafkan aku." Ucap Callista langsung pergi dari tempat tersebut.


Disisi lain. Marvin mencari cari Callista." Kenapa dia langsung menghilang. Kemana dia, kenapa dia meninggalkanku. Padahal aku ingin memeluknya dengan erat, karena ini adalah pertama kalinya kami bertemu kembali." Ucap batin Marvin yang ngos ngosan, langsung mengusap keringatnya.


Tiba tiba ponselnya berdering. Ia pun langsung mengangkatnya." Halo Vin, kau dimana sih. Cepat kembali ke aula hotel, karena kita masih ada penampilan lainnya." Ucap Frank.


"Baiklah, baiklah. Aku akan langsung kesana, ini mau kesana kok." Jawabnya langsung mematikan ponselnya, dan kembali ke aula hotel.

__ADS_1


Sesampai aula hotel. Marvin langsung duduk di belakang panggung, dan sahabatnya sudah menunggunya." Kenapa kau lama banget si Vin. Kau kemana saja daritadi?." Tanya Jack langsung duduk disampingnya.


"Dimana Frank?." Tanya Marvin mengalihkan pembicaraan.


"Dia sedang bersama tamu undangan. Menyapa mereka, dan memperkenalkan band kita ini." Jawab Jack.


"Kau jawab dulu pertanyaanku ini. Kau darimana saja tadi?." Tanya kembali Jack, dengan pertanyaan yang sama.


"Tadi aku melihat Callista di sini, dan ia sedang melihat musik kita." Jawab Marvin dengan jujur.


"Tidak panas kok. Apa ini memang benar?." Tanya kembali Jack untuk memastikannya.


"Benar lho Jack. Tadi, saat kita bermain musik kita, aku melihat Callista disela sela tamu undangan. Dan aku langsung mengejarnya."

__ADS_1


"Sampai aku berhasil mengejarnya, dan dia sudah berada dibelakang hotel, sedang merokok. Dia benar benar berbeda, karena nada bicaranya yang berbeda, tapi pakaian masih sama seperti dulu." Jawab Marvin menjelaskannya dengan jelas.


"Aku tidak menyangka, kalau kau akan bertemu dengan Callista. Dan saat kalian Bertemu, apa yang kalian bicarakan?." Tanya Jack yang masih tidak percaya.


"Kami tidak sempat berbincang, karena ia langsung pergi meninggalkanku. Katanya pacarnya sudah menunggunya di rumah." Jawab Marvin sambil melipat kedua tangannya.


"Wah, dia sudah memiliki pacar. Sama seperti mu Marvin, sama sama mempunyai pacar. Sungguh cinta yang tidak sederhana." Ucap Jack tersenyum tipis, dan menenangkan Marvin.


"Sudahlah Jack. Tidak perlu dipikirkan soal itu, lebih baik kita menyusul Frank, dan menyapa tamu lainnya yang ada di aula hotel ini. Yuk." Ucap Marvin langsung bersama tamu undangan, dan menyapa mereka semua.


"Baiklah." Pasrah Jack, langsung ikut Marvin dari belakang.


Setelah mereka berbincang bincang dengan tamu. Akhirnya mereka selesai juga." Terima kasih banyak tuan Marvin. Karena anda mau hadir di konser terbesar ini. Sungguh suatu keajaiban anda bisa hadir disini. Saya sangat berterima kasih sekali kepada anda." Ucap panitia yang ada.

__ADS_1


"Sama sama pak. Sebenarnya saya


__ADS_2