Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 9: Belajar Piano


__ADS_3

Selesai merapikan meja makan. Tiba tiba ada yang datang ke meja makan, dan ia adalah Greisy dan neneknya.


"Wah, kalian masak apa. Dari kamar nenek, sudah harum banget?." Tanya neneknya langsung duduk.


"Inilah masakan kami nek. Semoga kalian suka deh." Jawab Callista tersenyum dan mereka semua langsung duduk.


"Kamu pandai memasak juga ya Vin?." Tanya Greisy menatapnya.


"Hahahah, sedikit saja. Ini karena bantuan Callista juga sih." Jawabnya sambil mengelus lehernya.


Neneknya pun langsung mencicipi makanan tersebut." Ehm, enak banget ayam sambal hijau ini. Kalian memang sangat cocok ya." Terpukau neneknya sampai menutup matanya.


"Iya nek, enak juga ternyata masakan mu ya Callista. Baru kali ini, aku mencicipinya, karena kau selalu disibukkan dengan musik mu itu." Ucap Greisy sambil mengunyah makanannya.


"Hahahah, terima kasih banyak Greisy sayang. Aku memang pandai masak sih." Jawabnya ikut tersenyum.


Selesai mereka makan. Callista dan Marvin menuju ruang tamu." Oh ya Vin, tunggu aku ambilkan pakaian mu ya. Kemarin sudah aku cuci juga, dan mungkin sudah kering. Tunggu sebentar ya." Ucap Callista langsung mengambil pakaian Marvin, yang sudah ia cuci dan di keringkan.


"Baiklah cantik." Jawabnya tersenyum.


Callista pun langsung mengambil pakaian Marvin. Setelah mengambil pakaiannya, ia pun langsung menghampiri Marvin.


"Nih pakaian mu. Sudah aku cuci dan aku kasih pewangi tuh." Langsung memberikannya kepada Marvin.


"Thank you ratu piano." Langsung mengambil pakaiannya dari tangan Callista.


"Kalau kamu mau pulang. Pulang duluan saja, soalnya aku mau mandi dulu." Ucap Callista.


"Aku tunggu kamu aja deh. Sekalian aku antar kamu ke kelas musik." Jawabnya.


"Nanti ngerepotin, atau ga ikhlas. Soalnya saya tidak mau memaksa orang lain." Jawabnya.


"Sama sekali tidak ngerepotin dan sepenuhnya ikhlas ratu piano. Aku akan menunggu mu. Pergilah mandi, dan jangan lama lama." Jawab Marvin langsung duduk di sofa.


"Baiklah, aku mandi dulu ya." Langsung naik ke atas, untuk masuk ke kamarnya dan mandi.


Setelah beberapa menit. Callista pun sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Callista langsung turun ke bawah dan seketika itu juga, Marvin menatap ke arahnya dan terpelongok.


"Astaga, apa itu benar benar Callista. Dia sangat cantik." Kagum Marvin sampai melotot.


Callista pun menghampirinya." Hey, kau kenapa?." Tanyanya sambil menyadarkan Marvin.

__ADS_1


"Eh, gapapa kok. Kamu sangat cantik, dengan pakaian itu." Jawab Marvin tersenyum.


"Sudahlah, jangan banyak omong. Mari kita pergi sekarang." Ucap Callista salting.


Marvin pun langsung berdiri." Dimana nenek dan Greisy tadi?." Tanya Marvin.


"Mungkin mereka sedang di kamar nenek. Mereka sangat akrab. Sudahlah, kita pergi saja." Jawabnya sambil membalikkan bola matanya.


"Yaudah yuk." Jawabnya langsung jalan duluan.


"Nek dan Greisy. Kami pergi duluan." Keras Callista.


"Ya." Jawab mereka berdua dengan keras juga, dari atas.


Marvin pun langsung memasangkan helm kepada Callista." Aku juga bisa sendiri lah. Kenapa harus memasangkannya kepadaku sih." Ucap Callista pipinya memerah.


"Gapapa lah. Kan kamu juga sudah sering bantu aku.Gapapalah." Jawab Marvin tersenyum.


"Sudah. Yuk." Ucap Marvin selesai memasangkan helm untuk Callista.


Callista pun langsung naik ke motor Marvin, dan merekapun langsung pergi ke kelas Callista.


"Mereka kan sudah besar. Pasti mereka akan mandiri dong, tanpa aku. Kan ga mungkin, nangis, karena tidak ada aku." Jawab Marvin tersenyum.


"Iya, iya deh." Jawabnya pasrah.


Sesampai kelas Callista. Callista pun langsung turun dari motor Marvin dan Marvin pun ikutan turun." Nih helm kamu. Makasih." Langsung memberikannya kepada Marvin.


"Mau masuk juga?." Tanya Callista.


"Boleh aja, kalau maksa, aku mau deh." Jawab Marvin tersenyum.


Mereka berdua langsung masuk kedalam kelas tersebut. Didalam."Pagi bu Keyna." Sapa Callista dan di sampingnya Marvin.


"Pagi juga Callista.Eh, ini siapa yang kau bawa?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Kenalin, ini Marvin teman aku bu." Jawabnya sambil memperkenalkan Marvin.


"Saya Marvin, teman Callista." Ucap Marvin tersenyum.


"Kenapa kamu disini?." Tanya bu Keyna kepadanya.

__ADS_1


"Saya mau coba coba belajar main piano, bolehkah?." Jawabnya dan bertanya balik.


"Boleh banget. Callista, ajarkan teman mu itu bermain piano ya. Saya mau mencatat bagian pelanggan lagi, dan saya sangat sibuk. Bisa kan Callista." Langsung menatap wajah Callista.


"Ouh, yaudah deh bu Keyna. Bisa, bisa." Jawabnya sambil menghela nafas.


"Baguslah, kalau begitu saya pergi dulu dan semoga sukses untuk mu Marvin." Tersenyum dan langsung pergi dari kelas tersebut.


"Hati hatilah bu Keyna." Ikut tersenyum Callista.


Marvin pun langsung melihat lihat piano dan alat musik lainnya." Wow, ini sangat bagus. Maukah kamu mengajarkan ku sekarang?." Tanya Marvin sambil mengelus piano.


""Kalau bu Keyna menyuruhku, aku akan membantu mu. Duduklah dulu, aku akan membantu mu." Jawabnya menyuruh Marvin duduk.


Marvin pun ikutan duduk, dan memegang dengan perlahan piano tersebut." Wow, suara yang indah ya." Kagum Marvin dengan alat musik tersebut.


Callista pun berdiri di sampingnya dan mengajarkan dari not not pertama.


"Ini adalah do re mi fa so la si do. Itu adalah not yang akan menghasilkan suara yang indah.


"Ini adalah buku pembimbingnya. Coba ikuti not, yang ada dalam buku tersebut." Ucap Callista langsung meletakkan buku pembimbing tersebut dihadapan Marvin.


"Kalau salah, itu hal wajar. Karena baru pertama juga, nanti lama lama terbiasa tuh." Ucap Callista duduk di sampingnya, dan di depannya juga ada piano. Merekapun saling bersampingan dan bertatapan.


"Kamu pasti bisa Marvin. Cobalah dulu." Menyemangati Marvin.


"Baiklah, terima kasih atas support mu ratu piano." Jawabnya tersenyum dan memulai musik tersebut, sambil melihat buku bimbingannya.


Marvin pun mencoba not not yang sudah di catat oleh Callista. Dengan lagu yang dibawakan ialah lagu Kal Ho Na Ho.


Callista meliriknya sedikit dan senyum sendiri." Dia sangat tampan, ketika menyentuh sebuah alat musik. Astaga, apa yang kau pikirkan sih Callista.Sadar." Ucap batinnya langsung menggelengkan kepalanya untuk sadar.


Sore pun tiba. Dimana Marvin sudah memainkan pianonya dan begitu pula dengan Callista." Musik mu sangat bagus Marvin. Baru pertama, sudah sebagus itu. Aku kasih bintang 100 untuk mu." Puji Callista kepadanya.


"Terima kasih banyak, ini semua juga berkat diri mu Callista." Jawabnya jadi malu karena dipuji.


Tiba tiba ponsel Marvin berdering." Eh, tunggu sebentar ya. Ada yang menghubungiku." Ucap Marvin langsung mengambil ponselnya.


"Iya, iya." Jawab Callista tersenyum.


Marvin pun langsung menjauh dari Callista, untuk mengangkat teleponnya. Dan itu adalah telepon dari teman Marvin yang bernama,

__ADS_1


__ADS_2