Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 15: Niat Jahat


__ADS_3

Sat Marvin dan Callista diluar. Tiba tiba saja Callista tersandung batu dan ia langsung di tolong oleh Marvin. Sontak mereka bertatapan cukup lama." Eh, maafkan saya Marvin." Pipinya langsung memerah dan langsung memakai helmnya.


"Gapapa kok ratu piano. Aku juga suka." Jawabnya langsung terbuka.


"Ih, apaan sih. Gaje." Salting Callista.


Merekapun langsung berangkat ke ruang kelas musik Callista." Kita sudah sampai, silahkan turun ratu piano." Ucapnya langsung turun dari motornya dan membukakan helm Callista.


"Gak usah repot repot, aku bisa sendiri kok." Langsung menurunkan tangan Marvin, dan langsung membuka helmnya.


"Mau masuk dulu?." Tanya Callista kepadanya.


"Aku mau bekerja dulu. Sudah lama soalnya, aku ga bekerja lagi, karena sibuk bermain piano. Kirimkan salamku kepada bu Keyna ya. Aku pergi dulu ratu piano." Jawabnya langsung pergi meninggalkan Callista.


"Dia benar benar pria yang pekerja keras dan ingat dengan pekerjaan. Sungguh pria idaman." Ucap Callista senyum senyum sendiri dan langsung masuk kedalam kelasnya.


Didalam kelas." Pagi bu Keyna." Sapanya langsung duduk di kursi piano tersebut.


"Pagi juga sayang. Eh, dimana Marvin?." Tanya bu Keyna.


"Dia sedang kerja bu Keyna. Biasalah, orang sibuk seperti itu. Jadi lain waktu, dia akan kembali kemari lagi kok." Jawab Callista tersenyum dan pemanasan dengan piano tersebut.


"Baiklah. Dia pria yang cukup baik sih. Saya sampai kagum melihatnya bermain piano kemarin. Sungguh mengagumkan." Ucap bu Keyna ikutan tersenyum.


"Ya begitu lah bu Keyna. Aku juga berfikiran yang sama dengan bu Keyna. Dia tampan dan pekerja keras. Aku suka dia." Ucap Callista jujur kepada bu Keyna.


"Kamu suka sama Marvin ya. Jujur aja kamu Callista?." Tanya bu Keyna menaikkan alisnya.


"Eh, keceplosan. Aku memang menyukai Marvin sih bu. Tapi jangan kasih tahu ini, kepada Marvin dulu ya bu Keyna. Aku mau, dia dulu yang menyatakan cintanya. Okey bu Keyna." Jawabnya sambil malu malu.


"Aman sayang. Saya akan merahasiakannya, dan kabari kalau Marvin sudah menyatakan cintanya kepada mu. Okey." Ucap bu Keyna mengedipkan matanya.


"Aman bu Keyna. Serahkan semuanya kepada saya bu Keyna. Kalau begitu, aku mau bermain piano dulu." Ucapnya langsung memainkan pianonya.


Disisi lain. Di markas Drake." Drake, bagaimana ini. Geng motor Marvin, sudah menjelekkan kita. Kita harus apa?." Tanya teman Drake.

__ADS_1


"Kita mana bisa diam. Kita harus balas dendam kepadanya. Agar dia kapok, dan takut kepada kita." Jawab Drake dengan marah.


"Oh ya Drake, katanya dia lagi dekat dengan seorang wanita cantik. Dan mungkin dia cinta dengan wanita tersebut.Karena, dia sering datang ke sebuah kelas musisi gitu Drake." Ucap teman lainnya.


"Siapa wanita itu?." Tanyanya.


"Entahlah, tapi aku tahu kalau dia sedang dekat dengan seorang wanita." Jawab temannya.


"Kita harus cari tahu, siapa wanita itu. Dan siapa namanya. Besok, kalian harus mengintai markas Marvin, dan ikuti dia dari belakang, kemana dia pergi. Kalian paham kan." Ucap Drake memerintah teman temannya.


"Aman bos Drake. Selagi reputasi kita tidak rendahan. Kami rela mengikutinya sampai ke ujung dunia, dan dia akan mati saja." Jawab temannya menaikkan alisnya.


"Kalau begitu, rencananya sudah berhasil. Dan setelah kita mengetahui nama wanita itu, dan kita juga sudah tahu rumahnya. Disitulah, kita susun rencana, agar wanita itu membencinya dan meninggalkannya. Kalian paham kan." Ucap Drake mempunyai ide, untuk menjatuhkan Marvin.


"Paham Drake. Serahkan semuanya kepada kami. Akan kami bereskan mereka." Jawab teman temannya semua bahagia dengan rencana Drake.


Disisi lain. Marvin dan teman temannya yang sedang meminta setoran dari pedagang seperti biasanya." Lanjut." Ucap Marvin sambil memegang uang yang sudah ia dapatkan dari pedagang.


Pedagang lainnya pun masuk." Lanjut," Panggil ke pedagang lainnya.


"Beres kok. Sudah terkumpul semuanya kok. Kalau begitu, mari kita kembali ke markas." Ucap Marvin langsung naik ke motornya dan langsung kembali ke markas bersama teman teman geng motornya.


Sesampai markas. Merekapun langsung masuk kedalam, dan mereka langsung duduk di meja mereka seperti biasanya." Bagaimana dengan uang hari ini?." Tanya Frank.


"Lumayan juga. Tapi kenapa geng motor Drake tidak muncul. Biasanya dia muncul. Cukup aneh juga." Ucap Marvin sedikit bingung.


"Entahlah Marvin, tapi kita cukup tenang juga, karena mereka tidak ada. Tapi kita harus berjaga jaga, demi keselamatan kita juga." Jawab teman temannya.


"Benar juga yang kamu katakan, kita harus berjaga jaga." Ucap Marvin sambil menghitung uang hasil dari pedagang.


Disisi lain. Ternyata Callista sedang di luar, duduk di lantai, mau menunggu makanan siangnya. Tapi di balik itu, ada yang mengintainya di tempat persembunyian, dan dia adalah teman Drake.


"Ternyata dia wanita yang disukai oleh Marvin. Aku harus foto wanita tersebut, dan langsung mengirimkannya kepada Drake." Langsung memotokan Callista dari jauh dan langsung dikirim ke Drake.


Di markas Drake. Drake pun langsung melihat foto yang dikirim oleh temannya." Lihat, lihat. Ini adalah foto wanita itu." Langsung menunjukkannya kepada teman temannya.

__ADS_1


"Cantik juga ternyata Drake. Pantas saja si Marvin suka dengannya." Ucap teman temannya.


"Kita harus mencari tahu soal wanita ini. Dan keluarganya juga, jangan sampai kita kehilangan jejaknya. Kalian paham kan, dan ini demi reputasi kita juga." Ucap Drake sambil menaikkan alisnya.


"Aman bos Drake. Kita akan mencari tahu soal keluarganya, dan kita sudah mengetahui wajahnya. Kalau kita sudah mengetahui wajahnya, itu akan lebih memudahkan kita untuk mencarinya. Aman deh." Jawab teman temannya.


Disisi lain. Makanan yang dipesan oleh Callista pun datang." Permisi kak, apakah anda dengan kak Callista?." Tanyanya.


"Iya kak. Ini pesanan saya kan?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Iya kak, ini pesanan anda. Dan terima kasih banyak kak, saya permisi." Langsung memberikan pesanan Callista, dan langsung pergi meninggalkan Callista.


"Sama sama." Ucapnya sambil memegang pesanan makan siang.


"Makanan sudah tiba." Ucapnya bahagia.


"Callista, apa makanannya sudah sampai?." Tanya bu Keyna dari dalam.


"Sudah bu Keyna. Ini aku langsung masuk kok." Jawabnya langsung masuk kedalam kelas musiknya.


"Namanya Callista. Aku harus memberitahukannya kepada Drake." Ucap teman Drake yang mengintai Callista.


"Aku harus kembali ke markas sekarang. Dan memberitahukannya kepada Drake." Ucapnya langsung kembali ke markasnya.


Sesampai markasnya. Ia pun langsung masuk kedalam markas." Drake, aku tahu nama wanita itu." Ucapnya langsung duduk di samping Drake.


"Siapa namanya?." Tanya Drake penasaran.


"Namanya adalah Callista. Dan dia memang seorang musisi." Jawab temannya bahagia.


"Nama yang bagus, persis seperti orangnya." Ucap Drake tersenyum.


"Setelah ini, apa yang mau kita lakukan?." Tanya temannya.


"Kita akan melakukan,

__ADS_1


__ADS_2