Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 20: Susu Hangat


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja dari tadi. Ada apa dengan mu." Langsung menghampiri Marvin dan menatapnya.


"Aku, aku hanya merindukan kedua orang tuaku saja." Jawabnya.


"Sudahlah, jangan bersedih. Karena ada aku dan teman teman mu disini. Kau harus bahagia sekarang. Okey." Ucap Callista menyemangatinya dan tersenyum bahagia.


"Benar banget yang di katakan Callista itu Vin. Kau kan ada kami, dan kau harus bahagia." Ucap Zero setuju dengan Callista.


"Baiklah, baiklah. Jagungnya sudah matang, dan ambil masing masing punya kalian." Ucap Marvin langsung memberikan 1 jagung khusus Callista.


"Terima kasih banyak." Mengambil jagung bakar yang di berikan Marvin.


"Sama sama." Jawabnya tersenyum.


" Hei Jack dan Frank. Cepat kemari, karena jagung bakarnya sudah siap. Kalian mau terus kejar kejaran seperti itu. Cepatlah kemari." Panggil Marvin dari kejauhan.


"Baik bos." Jawab mereka berdua langsung berlari menghampiri mereka semua.


"Ambillah jagung bakar kalian masing masing." Ucap Marvin mengambil bagiannya.


Merekapun langsung memakan jagung bakar tersebut." Ehm, baru kali ini aku makan jagung bakar, dengan melihat bintang bintang yang indah." Ucap Frank sambil mengunyah jagung tersebut.


"Benar banget itu Frank. Baru kali ini aku menikmatinya. Dan bisa melihat langit malam yang begitu indah, dengan tenang." Ucap Jack, sambil menatap langit dan bintang.


"Kau tahu Frank." Langsung menatap wajah Frank, dan muncrat lah jagung yang ada di mulutnya, karena ia terlalu banyak bicara.


"Aduh, kotor banget sih kau. Lihat ini, wajahku di penuhi dengan jagung bekas mulut mu. Bersihkan ini." Ucap Frank mengusap wajahnya.


"Hahahahah." Semua tertawa, termasuk Callista dan Marvin.


"Lihat wajah Frank itu, sudah seperti bakwan goreng. Hahahahah." Ucap Jack, malah tertawa. Padahal dia yang membuatnya.


"Hahahahah, mereka sangat lucu ya." Ucap Callista tertawa tipis, melihat kelucuan teman teman Marvin.


"Ya begitulah mereka. Selalu saja bertingkah aneh. Mau di luar dan di dalam, mereka sama saja." Ucap Marvin mengunyah jagungnya juga.

__ADS_1


"Biarlah mereka menikmati masa masa remaja mereka. Sampai dimana mereka, tidak akan bisa menikmati momen momen seperti ini lagi, bersama temannya." Kata Alexa dengan senyuman.


"Callista tolong aku. Jauhkan dia dari hidupku." Ucap Frank langsung duduk di samping Callista.


"Hahahahah, kalian cocok menjadi sepasang kakak beradik." Ucap Zero sambil tertawa pulas melihat mereka berdua.


"Kau selalu saja menertawakan kami. Bisa bisa mulut mu miring tuh." Ucap Jack.


"Sudahlah, makanlah dengan baik. Atau kalian tidak akan bisa menghabisi jagung bakar itu lagi." Ucap Marvin fokus melahap jagung bakarnya.


"Baiklah bos. Sudahlah Frank, kita harus memakan jagung bakar ini sampai habis. Atau Marvin akan marah kepada kita." Kata Jack kembali duduk dengan tenang.


Setelah mereka menghabiskan jagung bakar mereka masing masing. Merekapun langsung menemani Marvin yang mengantar Callista pulang." Kami akan mengawal kalian berdua dari belakang. Mana tau terjadi sesuatu." Ucap Frank di atas motornya.


"Baiklah teman. Mari naik Callista." Jawab Marvin langsung memberikan helm kepadanya.


"Terima kasih." Mengenakannya dan naik ke motor Marvin.


Mereka semua langsung berangkat, untuk mengantar Callista pulang. Di perjalanan." Apa kau setiap malam keluar?." Tanya Callista di belakangnya.


Callista pun melihat ke belakang, dan semua geng motor Marvin, melambaikan tangannya, kepada dirinya." Teman teman mu sangat baik. Aku sangat menyukai mereka semua." Puji Callista.


"Berarti kau mempunyai banyak hati dong. Sampai sampai, kau menyukai mereka semua?." Tanya Marvin.


"Bukan begitu maksudku. Maksudku adalah, aku menyukai perlakuan mereka, yang sangat lucu dan humoris itu." Jawab Callista kembali tersenyum dan melambaikan tangannya kepada teman teman Marvin.


Sesampai di rumah Callista. Callista pin langsung turun, dan mengembalikan helm Marvin." Terima kasih banyak teman, karena kalian sudah mau makan bareng bersamaku." Ucap Callista.


"Aman Callista. Kami siap menemani mu, sampai kemanapun. Asal ada bos kami, yaitu Marvin." Ucap Jack dengan keras.


"Kalau begitu, kami duluan ya Callista. Dan sampai jumpa besok." Ucap Marvin duluan, dan meninggalkannya.


"Dia selalu saja seperti itu Callista. Dia memang orang yang pemalu." Ucap Frank sambil menaikkan alisnya.


"Benarkah. Hahahah, kalau begitu, cepatlah kalian pergi, sebelum Marvin marah kepada kalian. Cepat sana." Jawab Callista.

__ADS_1


"Baiklah Callista, kami duluan." Melambaikan tangannya, dan langsung meninggalkan Callista.


Setelah geng motor Marvin pergi." Mereka memang orang baik, dan sangat ramah. Aku tidak akan salah kalau memilih Marvin. Besok akan ku pikirkan lagi." Ucap batin Callista langsung masuk kedalam rumahnya.


Disisi lain. Ternyata ada yang mengintai mereka, dan itu adalah teman dari geng motor Drake, yang bernama Fank.


Ia pun langsung cepat cepat kembali ke markasnya. Sesampai markas, ia pun masuk ke dalam dan menghampiri Drake yang sedang bermain kartu." Malam Drake. Aku ada informasi mengenai Callista." Ucap Fank bahagia.


Sontak Drake langsung menatapnya." Informasi apa?." Tanyanya.


"Geng motor Drake dan wanita itu, baru saja bermain di pinggir pantai, dan mereka menikmati malam mereka, dengan makan jagung bakar bersama." Jawab Fank dengan jelas.


"Kurang hajar. Beraninya dia malah enak enakan bersama wanita yang dia sukai. Kurang hajar." Langsung melempar botol bir yang ada di dekatnya.


"Kita tidak bisa diam, kalau lihat geng motor Marvin masih bersenang senang. Tapi, kita biarkan dulu mereka menikmati kesenangan mereka. Setelah itu, mereka akan menderita." Ucap Drake mengepalkan kedua tangannya.


"Sabarlah Drake. Tahan emosi mu, jangan sampai kau merusak seisi markas ini." Ucap teman temannya menenangkannya.


Disisi lain. Di dalam rumah Callista." Nenek pasti sudah tidur." Ucap batin Callista mengendap endap menuju kamarnya.


"Kamu habis darimana?." Tanya yang tidak lain lagi ialah neneknya, yang belum tidur, dan sedang membuat susu hangat.


Sontak Callista kaget dan langsung menatap neneknya." Eh, nenek. Maaf ya nek, aku pulang kemalaman." Ucap Callista tersenyum dan langsung menghampiri neneknya, yang memegang susu hangat.


"Habis dari mana saja kamu?." Tanya kembali neneknya.


"Biasa nek, pekerja remaja. Ini susu untuk siapa nek." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Buat kamu, tadi nenek mau mengantarkannya ke kamar kamu. Tapi kamu sudah disini. Nih buat kamu." Jawab neneknya langsung memberikan susu hangat tersebut kepada Callista.


"Terima kasih banyak nenekku sayang. Aku sayang nenek." Mengambil susu hangat dari neneknya dan mencium pipi neneknya.


"Kalau begitu, aku pergi dulu ya nek. Aku sayang nenek." Langsung masuk ke kamarnya.


Di dalam kamar Callista." Ehm, enak banget susu hangat buatan nenek ini. Aku jadi tidak bisa tidur, karena memikirkan Marvin." Ucap batin Callista langsung mengambil ponselnya.

__ADS_1


Tiba tiba ada pesan masuk, dan itu adalah pesan dari,


__ADS_2