
Saat mau berangkat, tiba tiba ada ponsel yang berdering, dan itu adalah ponsel dari Marvin.
Eh, tunggu sebentar ya Callista. Ada yang menghubungiku." Langsung mengambil ponselnya.
"Silahkan." Ucapnya.
Marvin pun langsung mengangkat teleponnya, dan menjauh dari Callista." Halo." Panggilnya.
"Marvin, kau dimana sih. Kami terus mencari mu, dan kau tidak ada. Kau dimana, apa kau sedang bersama wanita itu?." Tanya Frank.
"Iya, ada apa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Cepatlah datang ke pasar, dan bantu kami. Karena ada preman yang mencoba merebut uang kita." Jawab Frank.
"Dimana mereka sekarang?." Tanyanya kembali.
"Dia sedang kami tahan di pasar, dan kami mau membawanya ke markas. Tapi kami menunggu mu dulu. Bagaimana ini." Jawabnya.
"Bawa dia ke markas saja. Daripada kalian ribut ribut di pasar. Cepat bawa dia ke markas saja." Jawab Marvin.
"Baiklah." Langsung mematikan ponselnya.
Marvin langsung menghampiri Callista." Maaf banget ratu piano, aku tidak bisa mengantar mu kembali. Karena ada urusan mendadak, dengan temanku. Tidak apa apa kan." Tanyanya untuk memastikannya.
"Aku tidak apa apa, dan jangan khawatirkan diriku. Pergilah." Jawab Callista tersenyum.
"Terima kasih banyak ratu piano. Aku menyayangi mu." Ucapnya langsung berangkat dengan motornya.
"Apa yang dia katakan barusan. Dia mengatakan kalau dia menyayangiku. Hahahah, ada saja. Aku juga menyayangi mu Marvin." Ucapnya melambaikan tangannya, padahal Marvin sudah pergi jauh.
"Hhahahah, dasar Callista." Ucapnya langsung pulang kembali ke rumahnya.
Sesampai rumahnya. Ia langsung masuk ke dalam, dan didalam sudah ada neneknya dan Greisy yang bercanda gurau.
"Hey, kelihatannya kalian sedang tertawa pulas nih. Sedang menertawakan apa?." Tanya Callista langsung muncul dan langsung duduk di samping neneknya.
"Eh, Callista. Kamu selalu saja membuat nenek terkejut." Ucap neneknya sambil memegang dadanya, karena sedikit kaget.
__ADS_1
"Ini nih Callista. Tadi aku menunjukkan video lucu kepada nenek.Masa ada remaja yang sudah umur 20 tahun, masih buang air besar di celananya. Kan lucu sih. Hahahahah." Jawab Greisy sambil menunjukkan video tersebut, dan Callista melihatnya.
"Hahahahha, ya itu memang ada sih. Tergantung orangnya juga sih. Hahahah." Ucap Callista ikut tertawa dengan video tersebut. Dan neneknya pun kembali tertawa, dan mereka berpelukan bersama.
"Nenek harap kita bisa bersama selamanya, seperti ini yah. Tapi nenek tidak akan bisa bersama kalian terus. Lagian nenek juga sudah tua, dan nenek akan pergi duluan meninggalkan kalian berdua." Ucap neneknya tersenyum.
"Apa yang nenek katakan ini. Itu tidak benar, dan kita akan bersama selamanya. Yakan Greisy." Ucap Callista sedikit marah dengan ucapan neneknya.
"Benar itu nek. Jangan katakan hal yang tidak masuk akal lagi, atau kami akan marah pada nenek. Kami sangat menyayangi nenek, dan kita kan bersama sama selamanya. Titik." Ucap Greisy dengan tegas.
"Iya, iya. Tapi mana bisa kita melewatkan jalur tuhan sayang. Kita harus ingat, kalau kita disini hanya sementara sayang. Tapi nenek sangat bahagia bersama kalian." Ucap neneknya mencium kening mereka Callista dan kening Greisy.
"Kalau begitu. Bagaimana kalau nanti malam saja kita makan malam ya. Karena kalau besok, akan lama soalnya. Bagaimana kalian." Ucap Callista tersenyum.
"Baiklah. Asalkan gratis, aku mau deh. Hahahah." Jawab Greisy tertawa.
Merekapun tertawa pulas dengan bahagia.
Sedangkan disisi lain. Marvin pun sudah sampai ke markasnya, dan langsung masuk kedalam.
"Jauhkan tangan kotor mu itu dariku." Ucap preman tersebut berteriak di wajahnya.
"Iya Marvin. Dia yang sudah mengambil ahli yang kita. Dan lebih banyak mendapatkan banyak uang, dari kita." Jawab teman temannya.
"Ehm, kenapa kau mengambil uang kami hah. Baru kali ini, aku melihat ada orang yang berani dengan kami, selain geng motor Drake. Kau dari mana, hah." Tanya Marvin sambil mempelototinya.
"Cuih." Pria tersebut malah meludahi wajahnya.
"Eh, Marvin kau tidak apa apa?." Tanya Frank dan yang lainnya langsung panik.
"Aku tidak apa apa. Berikan pistol itu." Jawab Marvin sambil meminta pistolnya.
Jack langsung melemparkannya, dan Marvin menangkapnya." Sejak kapan anda pandai meludahi orang?." Tanyanya sambil mengelus pistol tersebut.
"Baru hari ini, dan baru sekarang aku meludahi orang yang berani denganku. Hahahahah, bagaimana rasanya. Enak bukan." Jawab preman tersebut tertawa, dan teman temannya hanya bisa diam, karena takut.
"Diam kau!." Langsung menampar pipi preman tersebut.
__ADS_1
"Kau selalu," Terhenti pembicaraan preman tersebut, karena Marvin langsung menembaknya dengan tragis.
"Dor." Bunyi tembakan tersebut, mengenai tepat di kepala preman tersebut.
"Siapa yang berani melawan geng motor Marvin. Kami akan bertindak keras, dan kami tidak akan segan segan untuk menembaknya, seperti tadi. Hahahah, dan yang lainnya, lepaskan mereka. Dan sebelum itu, jangan lepaskan mereka dengan seenaknya.
"Berikan mereka pelajaran dulu, dan buat mereka jangan sampai mengatakan apapun, kalau kita membunuh bosnya. Kalian mengerti kan." Ucap Marvin kepada teman temannya.
"Aman Marvin, kami akan mengurusnya." Ucap teman temannya.
"Kalau begitu, aku mau meminta uang ke pasar dulu. Dan urus mereka dengan baik. Aku pergi dulu." Ucap Marvin langsung keluar dari markasnya dan langsung menggas motornya ke pasar.
Malam pun tiba. Dimana Callista, Greisy dan neneknya bersiap siap untuk ke restoran untuk makan malam. Dan mereka sudah di bawah bersiap siap untuk pergi.
"Semua sudah siap kan. Dan kita bisa pergi sekarang. Taxi juga sudah ada didepan, yuk." Ucap Callista langsung bergandengan tangan dengan Greisy, juga neneknya.
Merekapun langsung naik Taxi dan langsung menuju lokasi tersebut.
Sesampai restoran. Mereka langsung masuk kedalam dan langsung duduk di meja makan yang sudah ia pesan.
"Kalian pesanlah, apa yang kalian mau. Aku yang akan membayarnya, dan jangan segan segan. Ini menunya nek." Langsung memberikan menu nya kepada neneknya.
Neneknya pun langsung melihatnya." Kenapa mahal mahal begini sih sayang." Ucap neneknya kagum dengan harga tersebut.
"Sudahlah nek, jangan hiraukan harganya. Yang terpenting rasanya enak, dan memuaskan nenek." Ucap Callista tersenyum dan tidak sedikitpun keberatan dengan harga tersebut.
"Baiklah, nenek tidak akan segan segan deh, untuk memesan makanan ini.
Neneknya langsung memesan lobster saus, iga panggang, dan jus jeruk." Itu saja yang nenek mau deh." Ucap neneknya tersenyum dan pelayannya pun langsung mencatat pesanan dari mereka.
"Aku mau Iga panggang juga, samakan dengan nenek ini. Tapi, saya mau es krim dingin mangkuk, dan ramennya 1." Pesan Greisy.
"Saya samakan dengan mbak ini saja kak." Ucap Callista.
"Baik mbak.Ditunggu sebentar ya pesanan kalian." Ucap pelayan tersebut langsung menuju dapur, dan merekapun menunggu pesanan mereka datang.
Saat sedang menunggu, tiba tiba ponsel seseorang berdering, dan itu adalah ponsel dari,
__ADS_1