
"Kan kamu baru di culik kemarin. Kenapa malah ke kelas musik. Seharusnya kamu istirahat dulu. Kan kamu masih lelah." Jawab Marvin khawatir kepadanya.
"Aku hanya rindu dengan musik saja. Heheheh, sudahlah kalau begitu, mari kita ke kelas musik saja yuk." Jawab Callista kembali tersenyum kepadanya.
"Iya deh, si paling musik. Tadi aku sudah pamit duluan kepada nenek. Dan nenek mungkin ada di kamarnya. Kalau kau mau pamit sama nenek, silahkan. Aku akan menunggu disini." Ucap Marvin tersenyum kepadanya.
"Baiklah. Nanti aku hubungi nenek saja. Yuk." Jawab Callista langsung keluar bareng Marvin.
Marvin dan Callista langsung menuju kelas musik, dengan motornya. Sesampainya. Mereka berdua langsung masuk ke dalam.
"Pagi bu Keyna." Sapa Callista dengan bahagia.
Sontak bu Keyna langsung membalikkan badannya, karena sedang mencatat nama nama yang akan membooking Callista.
Bu Keyna langsung menghampiri Callista." Callista sayang. Bagaimana dengan keadaan mu?." Tanya bu Keyna langsung memeluknya dengan khawatir.
"Aku baik baik saja kok bu Keyna. Aman." Jawab Callista ikut bahagia.
__ADS_1
"Kenapa kamu datang kemari dulu. Seharusnya kau istirahat di rumah saja. Biar tidak kelelahan." Tanya kembali bu Keyna.
"Aku sudah rindu dengan musik piano bu, dan rindu dengan bu Keyna juga." Jawabnya kembali memeluk bu Keyna.
bu Keyna langsung menatap wajah Marvin." Apa kamu juga baik baik saja Marvin?." Tanyanya kepada Marvin yang sedang menatap ke arah Callista.
"Eh, aku baik baik saja kok bu Keyna. Lihat saja, aku sudah kuat begini." Jawab Marvin, sambil menunjukkan otot tangannya.
"Hahahahah, kamu ada ada saja. Oh ya, karena kalian masih kelelahan. Saya mau tutup bookingan dulu. Yang saya catat ini, adalah booking untuk kalian dibulan ini."
"Ya, tentu saja dan akan kami coba nanti bu Keyna." Ucap Marvin langsung duduk di tempat biasanya, dan mulai memainkan pianonya dengan damai.
"Bu Keyna. Apa ada bulan ini yang membookingku?." Tanya Callista kepada bu Keyna.
"Ada nih khusus kamu. Acaranya akan di adakan 2 hari lagi, di aula Hotel yang kemarin kamu tidak jadi itu. Di sanalah, tapi dengan orang yang berbeda lagi." Jawab bu Keyna menjelaskannya secara detail.
"Baiklah bu Keyna. Terima kasih banyak bu Keyna." Sangat berterima kasih Callista kepada bu Keyna.
__ADS_1
Callista pun ikut memainkan pianonya, dengan nada yang sama, seperti Marvin. Merekapun langsung duet memainkan piano tersebut, dengan lagu yang sama.
Callista dan Marvin pun saling bertatapan.
Disisi lain. Di markas Drake. Drake dan teman temannya, sudah merapikan markasnya, agar bisa di pakai lagi." Bagaimana dengan kita bos. Apa yang harus kita lakukan kepada geng motor Marvin itu?." Tanya Fank kepada Drake.
"Kalian tenanglah. Aku sudah mendapatkan cara, agar mereka berpisah. Dan wanita itu membenci Marvin. Kalian tenang saja, karena masih ada aku disini, dan aku tidak akan membiarkan geng motor Marvin bahagia." Jawab Drake sambil meminum anggur yang baru ia beli, bersama teman temannya.
"Baguslah bos. Kami akan mempercayai mu saja Drake." Ucap teman teman lainnya, yang bersulang kepadanya, dengan kebahagiaan.
Disisi lain lagi. Dimana Callista dan Marvin selesai memainkan piano bersama. Callista menghampiri Marvin." Hei Marvin. Aku mau bertanya boleh gak?." Tanya Callista kepadanya, sambil menyandar di piano besar tersebut.
Marvin langsung menatap wajah Callista." Katakan saja kalau kamu mau berbicara." Ucap Marvin.
"Apa,
__ADS_1