
Ditengah tengah musik yang indah. Marvin melihat melirik semua tamu undangan, dan Marvin terpaku dengan satu wanita, ia adalah Callista.
"Apa itu Callista. Tidak, pasti aku sedang menghalu. Tidak mungkin dia ada disini, tidak mungkin." Menggelengkan kepalanya.
Ia kembali melihat ke arah wanita tersebut. Dan wanita tersebut, masih ada disitu, yaitu Callista.
"Itu benar Callista. Itu benar benar Callista." Ucap batinnya.
Musik pun selesai dimainkan." Terima kasih banyak untuk band Marcall, kalian bisa turun ke belakang panggung, untuk beristirahat. Dan berikan kembali tepuk tangan yang meriah." Ucap mc tersebut langsung bertepuk tangan, dengan tamu undangan yang lainnya.
Band Marcall pun langsung turun, Dan Marvin kembali melihat Callista, dan Callista sudah menghilang.
"Ia sudah menghilang.Dia pasti Callista, aku harus mencarinya." Ucap Marvin langsung menuju luar hotel.
"Kau mau kemana Vin?." Teriak Frank.
"Dia pasti mengira dia melihat Callista disini. Biarkan dia saja deh, biar dia mengejar cintanya yang halu itu." Ucap Jack merapikan jasnya.
__ADS_1
Marvin pun langsung mencari disekitaran hotel, dan akhirnya dia menemukan Callista dan sedang bersenda didinding, sambil merokok.
Marvin langsung berhenti, dengan nafas yang tidak beraturan. Marvin pun langsung melihat Callista yang sedang merokok." Dia benar benar Callista. Dia benar benar Callista." Ucap batin Marvin.
"Callista." Panggil Marvin.
Sontak Callista langsung melihatnya." Ehm." Jawabnya sambil menghembuskan asap rokok tersebut.
Marvin langsung memeluknya." Kau kemana saja selama ini. Aku mencari mu di kota lama. Kemana saja sekarang kau ini Callista?." Tanya Marvin memeluknya dengan erat.
"Kau benar benar berubah sekarang. Kau harus menjelaskannya semuanya. Kenapa kau meninggalkanku?." Tanya Marvin berdiri disampingnya.
"Setiap manusia pasti akan berubah. Tidak mungkin dia akan sama seperti dulu." Jawabnya dengan datar, dan kembali merokok.
Marvin langsung mengambil rokok Callista, dan membuangnya ke tanah." Kau tidak boleh merokok. Kau ini wanita Callista." Larang Marvin dengan tegas.
"Baiklah. Omong omong, bagaimana kabar mu disana. Kau sudah berubah ya, kau sudah menjadi musisi yang terkenal. Hahahah, sangat berbeda?." Tanya Callista tertawa tipis.
__ADS_1
"Ini semua karena dirimu Callista. Jadinya aku bisa memainkan musik, dan sampai bisa terkenal seperti ini." Jawab Marvin ikut tersenyum, sambil menaruh tangannya di kantung celananya.
"Bagaimana kabar nenek sekarang?." Tanya balik Marvin.
"Nenek sudah meninggal dua tahun yang lalu. Karena nenek ternyata terkena penyakit kanker." Jawab Callista kembali menyalakan rokok yang baru.
Tiba tiba ponsel Callista berdering." Sebentar ya, ada yang menghubungiku." Ucap Callista langsung mengangkat teleponnya.
"Sayang kamu ada dimana?." Tanya di panggilan tersebut.
"Aku lagi ada acara di Hotel Garden sayang. Kenapa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.
Disisi lain." Ternyata dia sudah mempunyai pacar. Apa aku tidak punya ruang lagi dihatinya. Mau bagaimana lagi, dia sangat cantik, dan pintar. Pria mana yang tidak mau dengannya." Ucap batin Marvin, hanya bisa tersenyum tipis, memandang belakang badan Callista yang sedang berteleponan.
Setelah Callista berbicara di ponselnya. Ia kembali meletakkan ponselnya, di tasnya." Maaf mengganggumu. Kalau begitu, aku duluan ya. Pacarku menghubungiku, lain kali kita bertemu lagi. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung meninggalkan Marvin, tanpa basa basi.
"Tung. Kenapa dia
__ADS_1