
Saat Marvin sedang marah, dan kesal. Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, dan ia adalah Drake. Sontak Marvin langsung jatuh, dan bibirnya berdarah.
"Argh, kau Drake. Akhirnya kau datang juga." Ucap Marvin tersenyum, dan langsung berdiri.
"Kenapa kau datang kemari.Apa kau mengkhawatirkan gadis itu?." Tanya Drake merapikan lengan pakaiannya.
"Diam kau. Apa rencana mu, sampai kau menculiknya. Kalau kau tidak suka denganku, katakan saja kepadaku, dan pukul aku. Jangan sampai kau melakukan sesuatu kepadanya. Atau kau akan tahu akibatnya." Jawab Marvin menatapnya dengan tajam.
"Kau sudah memukuli teman temanku. Kau akan tahu akibatnya." Ucap Drake langsung berkelahi dengan Marvin, dan mereka berdua langsung berkelahi bersama.
Setelah beberapa menit, mereka masih terus berkelahi, dan mereka berdua sudah lelah, karena berantam. Disisi lain, Frank langsung menemukan Callista, dan ia langsung menghampiri Callista." Callista, kau baik baik saja?." Tanyanya langsung membuka lakban yang menutupi bibirnya.
"Hah, huh." Ucap Callista menghela nafas panjang.
"Aku baik baik saja. Tapi, boleh bukakan penutup mataku." Jawabnya.
"Aku tidak boleh membukakan penutup mata Callista, atau dia akan tahu, kalau kami adalah seorang pembunuh, dan yang kami katakan kepadanya, hanyalah sebuah kebohongan. Aku tidak boleh mengacau cinta Marvin dan Callista." Ucap batin Frank melamun.
"Hei, kenapa kau diam saja. Bukakan dong." Ucap Callista menggertaknya.
"Aku tidak boleh membuka penutup mata ini, atau kau tidak akan sanggup melihatnya. Lebih baik, kau diam dulu disini, dan aku akan membantu Marvin yang sedang berkelahi bersama pria yang menculik mu." Jawab Frank dengan detail.
__ADS_1
"Kau tunggu disini saja. Kami akan membawa mu dari sini." Ucap Frank langsung pergi meninggalkannya.
"Eh, tunggu. Dasar, kenapa mereka begitu aneh ya, dan kenapa aku tidak boleh melihat kejadiannya. Kan biar aku tahu, siapa yang menculikku." Ucap batin Callista bingung sendiri, dan hanya bisa diam di tempat.
Disisi lain. Frank langsung memukul punggung Drake dari belakang menggunakan batang kayu, yang ada di dekatnya. Otomatis Drake langsung pingsan, karena pukulan keras tersebut.
"Argh." Kesakitan Drake langsung pingsan dan jatuh ke tanah.
"Kau baik baik saja?." Tanya Frank langsung membantu Marvin yang sudah kelelahan, tapi memaksa dirinya untuk ssmangat.
"Aku baik baik saja, dan dimana Callista?." Jawabnya langsung menanyakan keberadaan Callista.
"Dia baik baik saja, dan akan aku tunjukkan dimana Callista. Ikut aku." Jawab Frank langsung menunjukkan jalannya.
"Marvin. Aku baik baik saja kok, dan bagaimana dengan mu." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tolong bawa aku dari sini. Aku ketakutan." Ucap Callista sangat ketakutan, sampai tangannya gemetaran, sambil memeluk Marvin dengan erat.
"Tenanglah Callista. Aku akan mengantarkan kamu pulang." Ucap Marvin langsung menggendongnya, dan membawanya keluar dari markas Drake.
Marvin berbisik kepada Frank yang ada di dekatnya." Bakar semua markas Drake sampai habis, dan jangan sampai ada yang tersisa. Kau mengerti. Gunakan minyak yang ada di belakang markas mereka, karena mereka menyimpan minyak bensin, hasil curian mereka dari sana. Kau paham kan." Ucap Marvin berbisik di telinga Frank.
__ADS_1
"Aman, aku dan teman teman, akan langsung membakar semua markas Drake sampai habis. Dan hati hatilah kau di jalan." Jawab Frank menepuk bahu Marvin.
"Mari kita pergi Marvin. Karena aku sangat takut." Ucap Callista sudah sangat ketakutan.
Marvin langsung menatapnya." Iya Callista. Aku akan langsung membawa kamu ke rumah." Jawab Marvin langsung menaikkan Callista ke motornya, dengan mata masih di berikan penutup mata, dan tangan, kaki masih di ikat.
Marvin pun langsung menggas motornya dan mengantarkan Callista kembali ke rumahnya.
Sesampai rumah Callista. Marvin langsung turun, dan langsung membukakan kain penutup mata Callista, dan membukakan ikatan yang ada di tangan dan kakinya." Sudah beres." Ucap Marvin langsung membuang tali dan kain tersebut.
"Haduh, pengap banget ya tuhan. Kenapa kamu lama bukanya sih?." Tanya Callista langsung memasang wajah ngambek dan tangannya masih gemetaran.
"Kenapa kamu ngambek gitu sih. Jangan ngambek dong, aku hanya tidak mau, kalau kamu mengetahui, siapa yang menculik kamu, dan aku sangat khawatir kepada kamu." Jawab Marvin langsung menundukkan kepalanya.
"Eh, bukan begitu kok. Justru aku sangat bahagia, karena kamu menolong aku. Terima kasih banyak Marvin." Ucap Callista jadi tidak enakan, dan langsung memeluk Marvin dengan erat.
"Terima kasih banyak Callista. Aku menyayangi mu." Bahagia Marvin.
"Omong omong, kenapa kepala kamu berdarah begini?." Tanyanya.
"Ini karena,
__ADS_1