
"Saya tidak bisa menceritakan soal itu. Karena itu pribadi dari saya, dan tidak boleh diungkapkan. Maafkan saya, saya harus pergi." Jawab Marvin langsung keluar dari aula bersama Frank dan Jack, dan reporter semakin penasaran, sambil mendekat ke Marvin, tapi Marvin di jaga oleh bodyguard.
Marvin langsung kembali ke rumahnya, bersama dengan Frank dan Jack. Sesampainya, mereka langsung masuk kedalam.
Didalam, Marvin langsung duduk di sofanya, dan mengerutkan keningnya." Kau kenapa sih Marvin. Kenapa daritadi cemberut mulu?." Tanya Frank menenangkan Marvin.
"Ini sudah 10 Tahun Vin. Kenapa kau terus memikirkan soal Callista. Dia sudah menghilang tanpa jejak. Dan sekarang kau kan sudah mempunyai pacar, kenapa kau tidak fokus dengan pacar mu?." Tanya Jack kepadanya.
"Entahlah Jack. Aku juga tidak tahu, kenapa dia bisa menghilang, dan aku tidak tahu dimana dia sekarang. Aku benar benar masih mencintainya." Jawab Marvin menutup matanya.
"Hanya tinggal kalian berdua lah yang menemaniku sekarang. Sejak kejadian waktu itu."
Kembali mengulang 10 Tahun yang lalu kembali.
__ADS_1
"Eh, kenapa aku menangis. Dasar cengeng, kan ayah bilang kalau wanita kuat tidak boleh menangis. Kalau aku menangis, berarti aku cengeng dong. Haahah." Ucap Callista membuat lelucon.
Setelah Callista curhat, Callista pun berpamitan dengan ayah dan ibunya." Kalau begitu, aku pulang dulu yah ayah dan ibuku sayang. Semoga kalian bahagia disana." Ucap Callista langsung berdiri dan melambaikan tangannya.
Callista pun langsung naik kembali ke taxi dan menuju arah pulang. Saat di perjalanan, tiba tiba ia melihat geng motor Marvin, sedang ngebut di jalanan, bersama teman temannya. Callista yang melihatnya dari kaca mobil, langsung menyadarinya, bahwa itu adalah Marvin.
"Itu kan Marvin. Kenapa balap balapan begitu menggunakan motornya. Ini kesempatanku, untuk mengetahui pekerjaan Marvin." Ucap batin Callista.
"Pak, tolong ikuti motor itu pak, jangan sampai kehilangan jejaknya pak." Ucap Callista kepada supir taxi tersebut.
Tiba tiba geng motor Marvin masuk ke sebuah hutan, dan mobil pun langsung berhenti." Maaf mbak, motor motor itu masuk kedalam hutan. Saya tidak bisa kesana." Ucap supir tersebut.
"Tidak apa apa pak, ini uang saya. Terima kasih banyak." Jawab Callista langsung turun dari mobil, dan masuk kedalam hutan.
__ADS_1
"Kenapa mereka masuk ke hutannya, aku jadi semakin curiga dengannya." Ucap batin Callista lari mengejar motor Marvin.
Tiba tiba geng motor Marvin berhenti di tengah tengah hutan, dan Callista langsung bersembunyi dibalik pohon besar. Marvin langsung turun dari motornya, bersama teman temannya." Hei Drake, apa kau coba merendahkanku?." Tanya Marvin dengan tegas.
"Aku tidak merendahkan mu kok Marvin hebat. Aku hanya mengatakan, bahwa kau adalah seorang pria yang suka membunuh orang, dan suka memalak uang uang pedagang. Hanya itu saja kok, kenapa kau marah." Jawab Drake tersenyum tipis.
"Apa!. Marvin membunuh orang, dan suka memalak uang kepada pedagang di pasar. Berarti dia berbohong kepadaku selama ini." Ucap batin Callista mengintip mereka, dibalik pohon besar.
"Diam kau!." Marah Marvin, langsung menyondongkan pistolnya.
"Wah, aku sungguh sangat marah ya. Jangan bermain pistol dong. Mending bermain pukulan saja." Ucap Drake langsung memanggil teman temannya.
"Siapa takut, mari kita bertempur sampai mati." Ucap Marvin memanggil temannya.
__ADS_1
"Apa benar Marvin,