
"Tadi, saat kita mau kemari. Sepertinya aku melihat Callista, pas aku kejar, ternyata dia sudah menghilang. Aku masih bingung, apa dia Callista atau sekedar mirip saja dari belakang." Jawab Marvin dengan serius.
"Sudahlah Marvin. Kau harus mencoba melupakannya. Dia kan sudah melupakanmu, dan meninggalkanmu. Kau harus percaya dengan pacarmu yang sekarang, karena ia lebih mencintaimu. Kau dengar perkataanku ini kan." Ucap Frank.
"Ya, ya. Banyak omong terus kalian itu, kalau begitu aku mau mandi dulu deh, dan mau melihat pemandangan di London." Ucapnya langsung masuk ke kamarnya.
Marvin langsung masuk ke kamarnya, dan mandi. Selesai mandi, ia pun langsung berpakaian rapi, dan berpamitan untuk jalan jalan keluar.
"Apa kalian tidak mau ikut?." Tanyanya kepada Frank dan Jack.
Sontak Frank dan Jack langsung menatapnya, dan mereka menggelengkan kepalanya." Kalian memang seperti orang bisu. Sudahlah, aku mau pergi duluan." Ucap Marvin merapikan topinya dan meletakkan tangannya di saku jaket nya.
__ADS_1
Ia pun langsung jalan jalan melihat London." Wah, London benar benar sangat indah. Pantas saja banyak yang jalan jalan kemari, ternyata disini benar benar sangat indah. Aku sampai kagum melihatnya." Ucap Marvin tersenyum bahagia, sambil melihat bunga bunga yang bermekaran, disetiap jalannya.
"Mending aku ke cafe dulu deh, untuk meminum minuman yang enak di kota ini." Ucapnya menuju cafe.
Saat Marvin mau masuk ke cafe. Tiba tiba ya kembali melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Callista." Apa itu Callista. Dia sangat mirip, itu pasti Callista." Sontak kaget dan langsung menatap belakang punggung wanita tersebut.
"Callista." Teriaknya langsung mengejar wanita yang mirip dengan Callista dari belakang, saat wanita tersebut berjalan ke arah berlawanan.
Marvin pun mengejar sekuat tenaganya. Tapi lagi lagi, ia terbawa ke tempat pohon besar tersebut. Marvin pun langsung berhenti, dengan nafas yang tidak beraturan." Dimana dia. Dan kenapa selalu menghilang di tempat ini. Apa aku halusinasi lagi." Ucap batin Marvin duduk dibangku yang ada didekat pohon besar tersebut.
Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah video call dari Luna. Ia pun langsung mengangkatnya, dengan merapikan rambutnya dulu." Halo sayangku. Bagaimana kabar kamu di London?." Tanya Luna dengan bahagia.
__ADS_1
"Aku baik baik saja kok. Bagaimana dengan kamu disana, apa kamu baik baik saja." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tentu saja aku baik sayang. Apalagi kalau melihat wajah kamu sayang, tentu akan sangat baik." Jawab Luna dengan manja.
"Kamu dimana itu sayang. Kelihatannya bagus banget dibelakang itu?." Tanya Luna kembali.
"Aku tadi jalan jalan sebentar, untuk mencari udara segar. Dan pohon besar ini sangat bagus untukku bersantai. Jadi aku duduk disini deh." Jawab Marvin tersenyum kepada Luna.
"Ouh, aku kirain apa sayang. Omong omong, kapan kamu pulang sayang. Aku sangat merindukanmu?." Tanya Luna kembali, dengan ekspresi manja kembali.
"Akan aku kabari kamu secepatnya sayang. Kamu jangan khawatir. Kamu mau hadiah apa, biar aku bawakan dari sini?." Jawabnya sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Aku mau barang merek Gucci aja deh sayang. Yang katanya ada tas keluaran baru itu, itu saja deh sayang. Itu akan sangat membuatku bahagia sayang." Jawab Luna dengan bahagia, karena akan dibawakan hadiah oleh Marvin.
"Apa kamu