Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 7: Kebasahan


__ADS_3

Tiba tiba ponsel bu Keyna berbunyi dan itu adalah panggilan dari pelanggan.


Bu Keyna langsung mengangkatnya." Halo, ini siapa ya?." Tanyanya.


"Saya mau menyewa musik dan nyanyian dari Callista. Untuk membawakan lagu atas malangnya dari keluarga saya. Ibu saya baru meninggal kemarin dan saya mau, agar Callista dapat hari di acara berpamitan saya, dengan ibu saya.


"Apa dia bisa?." Tanya pelanggan tersebut.


"Oh, tentu bisa tuan. Omong omong, dengan nama siapa. Biar saya catat dan berikan jadwal nya." Jawab bu Keyna langsung mengambil buku dan pulpen.


"Nama saya Bert dan jadwalnya besok, pada jam 19.00 malam. Apa bisa?." Tanya Tuan Bert.


"Tentu bisa tuan. Terima kasih banyak, dan saya akan mengatakannya kepada Callista. Terima kasih banyak." Ucap bu Keyna langsung mematikan ponselnya.


Bu Keyna langsung menghampiri Callista." Callista, saya mendapatkan telepon dari pelanggan, dan dia mau memakai mu sayang. Ini adalah hal yang baik untuk mu." Ucap bu Keyna bahagia.


"Wah, itu sangat bagus bu Keyna. Berikan jadwalnya." Jawab Callista bahagia.


Bu Keyna langsung memberikan buku catatan pesanan, kepada Callista." Okey, terima kasih banyak bu Keyna.


"Oh ya Callista. Saya sudah mengirimkan gaji mu kemarin, dan saya lupa memberitahukannya kepada mu." Ucap bu Keyna.


"Terima kasih banyak bu Keyna. Aku sangat menyayangi mu." Bahagia Callista, sampai memeluk bu Keyna.


"Sama sama sayang. Saya juga menyayangi mu.kalau begitu, belajarlah kembali dan ingat. Acara ini untuk kemalangan keluarga tuan Bert. Jadi harus membawakan lagu yang cocok untuk acara tersebut." Ucap bu Keyna.


"Aman bu Keyna. Serahkan semuanya kepadaku." Tersenyum Callista dan kembali memainkan pianonya.


"Kalau begitu, saya masih ada urusan dan semangat." Ucap bu Keyna langsung meninggalkannya, karena masih ada urusan.


"Ya bu." Jawabnya.


Callista memainkan pianonya, dengan bunga mawar di sampingnya. Dan ia tersenyum menatap mawar pemberian dari Marvin.


"Dia sangat romantis, sampai memberikanku bunga mawar yang indah ini." Ucapnya senyum sendiri dan memainkan pianonya dengan tenang.


"Aku akan membawakan 3 lagu besok. Sudah lama, aku tidak membawakan lagu untuk kemalangan." Ucapnya.


"Omong omong, Marvin sedang apa ya." Memikirkannya.


"Astaga, kenapa aku memikirkannya. Jangan jangan, aku menyukainya lagi. Hahahahh, dasar Callista." Ucapnya tertawa sendiri, karena memikirkan Marvin.


Disisi lain." Vin, berapa uang yang kita dapatkan hari ini?." Tanya Frank kepadanya, dan mereka berada di markas.


"Ya seperti biasanya lah. Mau berapa lagi dan ini bagian kalian semua." Jawab Marvin memberikan bagian teman temannya.

__ADS_1


"Terima kasih Vin." Ucap teman temannya.


"Aman bro." Jawabnya sambil menaikkan alisnya.


"Oh ya, mending kita kerja lagi yuk dan sudah lama kita tidak menjambret orang. Mending kita gitu yuk." Ucap Jack kepada yang lainnya.


"Gaslah," Jawab Marvin.


Geng motor Marvin pun langsung naik ke motor mereka masing masing dan langsung pergi dari markas.


Mereka pun langsung berjalan jalan menggunakan motor mereka. Dan mereka tertuju dengan wanita yang memakai gelang emas dan tangannya di penuhi dengan emas.


"Itu ada target. Pakailah topeng dan helm kalian." Ucap Marvin langsung menghampiri wanita tersebut.


Seluruh teman teman Marvin, langsung berhenti dan turun dari motor mereka." Halo nona, bolehkan kami meminta uang mu. Atau kamu akan mendapatkan balasan, karena tidak mau memberikan uang kamu itu." Ucap Marvin memakai helm, dan wajahnya tidak terlihat.


"Kalian siapa. Apa kalian mau menjambret ku?." Tanya wanita tersebut mulai panik dan mundur.


"Jangan takut nona. Kami bukan menjambret kok. Kami hanya mau meminta uang mu. Berikan saja uang mu itu, atau kami akan melukai mu. Mau yang mana?." Jawab Marvin sekaligus meminta pendapat kepada wanita tersebut.


"Baiklah, baiklah. Aku akan memberikan kalian uang, tapi jangan ganggu saya lagi. Nih." Langsung mengeluarkan uang dari tasnya.


"Ambil itu gays." Perintah Marvin langsung naik ke motornya.


"Mari cabut." Ucap Marvin dan teman temannya langsung pergi dari tempat tersebut.


Malam pun tiba, dimana Callista sudah bersiap siap untuk pulang." Bu Keyna, aku pulang dulu ya bu." Ucap Callista berpamitan dan langsung keluar dari kelasnya.


Saat Callista keluar, ternyata sudah ada Marvin yang menunggunya di luar." Eh, Marvin. Kenapa kamu ada disini?." Tanya Callista langsung menghampirinya.


"Aku disini, karena mau menjemput mu. Apa kamu mau pulang." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Iya nih." Jawabnya tersenyum.


"Kebetulan tuh, yaudah yuk sama aku aja." Ucap Marvin.


"Omong omong, dimana teman teman kamu?." Tanya Callista.


"Mereka lagi ada di markas. Aku yang menyuruh mereka, untuk tidak terus mengikutiku. Yaudah, kalau begitu, mari aku antarkan pulang." Ucap Marvin langsung memberikan helm kepada Marvin.


Callista memasang helmnya dan ternyata tidak bisa." Kenapa ga bisa di pasang begini sih?." Tanya Callista kepadanya.


"Sini, biar aku pasangin dulu." Jawab Marvin langsung mendekat ke Callista dan memasangkan helmnya kepada Callista.


"Eh, kenapa anak ini begitu cantik sih. Dan tiba tiba jantungku berdetak dengan kencang. Fiks, aku jatuh cinta dengannya." Ucap batin Marvin sudah memasangkannya dan masih menatap wajah Callista.

__ADS_1


"Sudah apa belum sih. Lama banget?." Tanya Callista.


"Eh, udah kok." Langsung menjauh dari Callista.


"Yuk,


Callista pun langsung naik ke belakang Marvin dan merekapun langsung menuju rumah Callista.


Saat sudah hampir menuju rumah Callista. Tiba Tiba turun hujan." Eh, hujan nih Marvin. Ngebut aja langsung." Ucap Callista kepadanya.


"Iya," Langsung ngebut dan sampai juga ke rumah Callista.


Marvin dan Callista langsung turun dari motornya dan berdiri di depan teras rumahnya." Kamu kebasahan kan, mending kamu nginap di rumah aku dulu. Lagian, ini masih hujan juga. Dan sudah malam, mending nginap dulu aja." Ucap Callista sambil mengelap bajunya.


"Apa boleh?." Tanyanya.


"Boleh banget.Yaudah, masuk dulu yuk." Jawab Callista tersenyum dan langsung masuk kedalam rumahnya, bersama Marvin.


"Kami pulang." Ucap Callista.


Ternyata didalam, sudah ada neneknya dan Greisy yang sedang duduk di sofa bersama." Eh, kamu sudah pulang nak." Ucap neneknya langsung berdiri.


"Eh, Marvin. Kenapa kamu disini?." Tanya Greisy ikutan berdiri.


"Diluar hujan dan dia aku kasih menginap disini saja. Gapapa kan nek." Jawabnya sekaligus meminta izin kepada neneknya.


"Boleh kok sayang." Jawab neneknya sambil mengelus tangan Callista yang dingin.


"Halo nek." Sapa Marvin langsung tersenyum kepada nenek Brianna.


Halo juga nak Marvin. Mending kamu ganti baju dulu saja." Jawab neneknya tersenyum.


"Yaudah sana, Marvin dan Callista. Kalian sudah basah begitu, nanti masuk angin lagi." Ucap Greisy.


"Baiklah." Jawabnya.


"Yuk Marvin, aku kasih tau, kamar kamu." Ucap Callista langsung naik ke lantai atas.


"Dah." Ucap Marvin melambaikan tangannya kepada nenek Brianna dan Greisy.


Callista langsung mengantarkan Marvin ke kamar ayah Callista." Ini kamar kamu, dalam sehari. Yuk masuk." Ucap Callista langsung masuk kedalam kamar almarhum ayahnya.


Didalam kamar ayahnya." Ini kamar siapa Callista?." Tanyanya.


"Ini adalah kamar,

__ADS_1


__ADS_2