Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 32: Modus


__ADS_3

"Katakan cepat. Saya masih banyak urusan." Ucap bu Keyna kepadanya.


"Aku dan Marvin mau makan siang dulu bu Keyna. Jadi aku mau minta izin dulu bu Keyna. Sekalian aku kunci pintunya, boleh kan." Jawab Callista.


"Boleh sayang. Kenapa harus mengatakannya kepada saya. Kalau begitu, udah dulu ya. Soalnya ibu masih banyak urusan. Sampai jumpa nanti sayang." Ucap bu Keyna langsung mematikan ponselnya.


"Mari Marvin. Kita makan sekarang, karena aku sudah lapar nih." Bahagia Callista, langsung naik ke motor Callista.


"Apa kamu sudah siap?." Tanya Marvin yang sudah di motornya, dan sudah mengenakan helmnya.


"Siap." Teriak Callista dan mereka berdua langsung jalan ke Restoran.


Di perjalanan menuju Restoran." Bagaimana dengan perasaanku kepada mu. Apa kamu sudah memikirkannya?." Tanya Marvin.


"Bagaimana ya. Aku belum tahu soal jawabannya. Nanti kalau aku sudah siap, aku akan menghubungi mu. Apa bisa menunggu sebentar saja." Jawab Callista.


"Baiklah, aku akan selalu menunggu mu. Dan peganglah pinggang ku. Nanti kamu bisa jatuh." Ucap Marvin.


"Tidak perlu. Aku bisa kok." Jawab Callista salting, karena mau memegang pinggang Marvin.

__ADS_1


Marvin langsung menggas motornya dengan kecepatan tinggi. Dan sontak Callista kaget dan langsung memeluk pinggang Marvin." Marvin. Jangan balap balap dong." Keras Callista, dan tidak sabar kalau ia memeluk pinggang Marvin.


"Katanya tidak mau memeluk pinggangku. Kenapa sekarang malah memeluk pinggangku?." Tanya Marvin modus dengannya.


"Eh, siapa yang memeluk pinggang mu. Aku hanya kepegang saja kok." Malu Callista langsung melepaskan tangannya dari pinggang Marvin.


"Callista begitu menggemaskan ketika salting. Hahahaha, enak kayaknya kalau menjahilinya." Ucap batin Marvin langsung menggas kembali motornya, dan Callista kaget kembali. Sontak ia memeluk pinggang Marvin lagi.


"Pegangan. Di depan banyak buaya darat. Hati hati." Ucap Marvin kepadanya.


"Iya deh. Banyak omong banget." Pasrah Callista dan memeluk pinggang Marvin dengan erat dalam keadaan pipinya yang memerah.


Sesampai Restoran. Mereka berdua langsung turun dan masuk ke dalam Restoran.


Mereka berdua langsung duduk di kursi, dan mereka saling berhadapan." Selamat datang di Restoran kami kak. Silahkan pesan makanan dan minuman anda." Langsung memberikan menu tersebut kepada Callista dan Marvin.


"Terima kasih banyak kak." Mengambilnya dan melihat menu menu tersebut.


"Saya mau ramennya 1, dan minuman cappucino dinginnya 1." Pesan Callista.

__ADS_1


"Saya nasi uduk nya 1, dan minumannya sama kan saja dengan kakak ini." Pesan Marvin juga.


"Baik kak, ditunggu pesanannya." Mengambil kembali menu, dan langsung ke dapur.


"Oh ya Marvin. Katanya besok aku ada pekerjaan. Bisakah kau mengantarkanku?." Tanya Callista sambil melipat kedua tangannya.


"Tentu saja aku akan mengantarkan mu. Aman deh, serahkan saja kepadaku." Jawab Marvin sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Jangan kedip kedip begitu. Nanti gak bisa kembali, baru tahu rasa. Hahahah." Ucap Callista tertawa.


"Gimana sih. Orang aku mau menggoda mu, kau malah menjadikanku candaan. Sudahlah." Kesal Marvin.


Tiba tiba ponsel Marvin berdering." Eh, ada yang menghubungiku. Tunggu sebentar ya." Ucap Marvin langsung keluar Restoran, dan langsung mengangkat ponselnya.


Di luar Restoran." Halo, ada Frank?." Tanya Marvin langsung ke inti.


"Ini Marvin. Kenapa kau tidak datang datang untuk mengambil setoran. Kami menunggu mu tahu." Tanya balik Marvin.


"Soal itu,

__ADS_1



__ADS_2