Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 45: Makan Bersama


__ADS_3

Tiba tiba notifikasi yang masuk di ponselnya, dan itu adalah notifikasi dari grup musiknya.


Ia pun langsung melihatnya." What, ini sangat mirip dengan Callista. Tidak mungkin, apa ini benar benar dia. Siapa yang paparazi dia ini." Ucapnya langsung melihat gambar wanita tersebut dengan jelas.


"Kenapa hanya diambil dari belakang badannya saja. Aku harus mencari tahu. Tapi, aku masih tidak percaya. Dia pasti bukan Callista, aku tidak boleh memikirkannya lagi." Ucap Marvin kembali meletakkan ponselnya disamping.


Keesokan paginya. Dimana Marvin, Jack dan Frank langsung berlatih untuk memainkan musik mereka bersama. Mereka berlatih untuk acara ajang di London.


"Bagus semuanya. Musik kita sangat bagus, dengan begini, musik kita akan berhasil, dan konser kita akan terkenal dimana mana." Bahagia Marvin.


"Tentu dong, kita ini kan pemain musik yang handal. Tentu kita akan terkenal dong, tapi kita harus hati hati. Karena banyak fans yang akan mencari cari kita." Ucap Frank memegang gitarnya.


"Benar itu. Kita ini kan terlalu tampan, jadi begini dong. Hahahah, banyak fans gitu lho." Ucap Jack menyombongkan dirinya.

__ADS_1


"Hahahah, dasar si paling percaya diri. Kalau begitu, mari kita lanjutkan kembali musik kita sekarang. Karena banyak lagu yang harus kita bawakan untuk acara besok." Ucap Marvin kembali fokus, dan mereka melanjutkan musik mereka kembali.


Sore pun tiba. Dimana Marvin dan teman temannya, baru selesai memainkan musiknya." Siap juga akhirnya kita bermain musik. Lelah banget aku." Ucap Frank langsung terkapar di sofa.


"Mau bagaimana lagi Frank. Ini demi cuan bos. Hahahah, jadi kita harus bekerja keras tentunya." Ucap Jack duduk di sofa juga, dan Marvin mengambil minuman yang ada di kulkas.


"Minumlah minuman ini. Biar gak terlalu lelah." Memberikannya kepada Frank dan Jack.


Marvin pun ikutan duduk, sambil meminum kopi dinginnya." Terima kasih banyak Vin. Kau memang yang paling mengerti deh." Langsung mengambilnya dan ikut meminumnya, begitu juga dengan Frank yang ikutan duduk.


"Ya begitulah Frank. Harus semangat gays, demi uang dan reputasi." Ucap Jack ikut bahagia, sambil menikmati kopi dingin tersebut.


"Bagaimana kalau kita makan di restoran yuk. Biar aku traktir kalian." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Gas lah, kebetulan aku sangat lapar nih. Yuk, tapi aku bersiap siap dulu ya." Langsung semangat, dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.


"Aku juga siap siap juga deh." Mereka bertiga masuk ke kamar mereka untuk bersiap siap makan di luar.


Setelah bersiap siap. Mereka langsung berangkat menuju restoran terdekat, dengan menggunakan mobil pribadi, dengan supir yang sudah disediakan oleh Dixon.


Sesampainya. Mereka bertiga langsung turun dari restoran." Wah, London begitu indah ya. Aku sangat kagum melihatnya." Ucap Frank sambil meletakkan kedua tangannya, di kantung celananya.


"Memang sangat bagus dong. Namanya juga London, kalau jelek ya di tong sampah sana." Ucap Frank.


Mereka langsung duduk di meja yang disediakan di luar restoran, agar bisa menikmati angin alam.


"Kita duduk disini saja deh. Malas kedalam dalam, nanti pengap. Lebih baik diluar, kita kan jadinya bisa melihat wanita wanita London yang cantik." Ucap Jack memikirkan wanita saja dipikirannya.

__ADS_1


"Kau


__ADS_2