Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 67: Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

"Kami disini mau membeli oleh oleh, karena kami mau kembali ke Inggris." Jawab Frank ikut tersenyum.


"Bagaimana kabar kalian berdua, aku sangat merindukan kalian?." Tanya Callista kembali..


"Tentunya kami sangat baik dong Callista, terutama aku, yang bertambah tampan." Jawab Jack menyombongkan dirinya.


"Hahahah, kalian begitu lucu. Masih sama saja seperti dulu." Tertawa Callista dengan bahagia.


"Bagaimana kak, mau dibeli atau tidak?." Tanya kasir tersebut.


Sontak mereka bertiga langsung melihatnya. "Eh, iya kak, ini punya saya kak. Berapa semuanya kak?." Tanya Callista langsung mengeluarkan dompetnya.


Setelah mereka membayar oleh oleh, merekapun langsung duduk di kursi luar. "Kamu untuk apa membeli oleh oleh Callista. Apa kamu mau kembali ke Inggris?." Tanya Frank.


"Ini untuk bos sahabat aku itu, si Greisy. Katanya dia mau pergi bekerja ke negeri lain, jadinya aku mau memberikan oleh oleh untuknya." Jawab Callista kembali tersenyum.


"Oh ya Callista, kebetulan banget kamu ada disini. Ada yang mau kami tanyakan padamu." Ucap Frank langsung serius.


"Apa itu?." Tanya Callista.


"Kenapa kamu pergi meninggalkan Marvin, dan kamu tidak pernah menghubunginya, bahkan kamu tidak mau mengirimkan pesan kepadanya?." Tanya Frank langsung.


Callista pun menceritakannya, persis seperti Greisy. Setelah menceritakannya. "Itu sebabnya aku sangat sakit hati dengannya. Aku tidak percaya kalau dia membunuh orang." Ucap Callista meneteskan air matanya.


"Itu tidak benar Callista. Yang kau lihat itu tidak benar, kan tadi kau katakan pas suara tembakan, kau tidak melihatnya. Sebenarnya itu bukan Marvin yang menembaknya, tapi dia sendirilah yang menembak dirinya sendiri. Karena ia mau menyalahkan Marvin, dan jika ada yang melihatnya, orang bisa berkata, kalau Marvin lah pembunuh itu. Kamilah yang ada di sana, dan kami benar benar mengatakannya dengan jujur." Ucap Frank dengan tegas.


"Kau tahu tidak Callista, dia sempat tidak makan 5 hari, karena merindukanmu. Disetiap mimpinya, dia selalu memimpikanmu Callista. Bahkan dia mengubah semua seleranya, persis seperti mu. Karena dia berpikir, kalau kau meninggalkannya, karena selera kalian yang tidak sama."


"Dia meninggalkan geng motornya, dan berusaha menjadi orang baik. Bahkan sampai dia mempunyai pacar, dia tidak pernah mencintai pacarnya itu. Karena dia hanya mencintaimu, kau tidak tahu luka yang ia rasakan selama ini, karena dia merindukanmu Callista. Aku dan Jack sampai menenangkannya, dan menyuruhnya untuk melupakanmu."


"Tapi dia dengan tegas tidak mau melupakanmu, karena kaulah cinta pertamanya, dan yang membuat dia tahu apa itu cinta dan kasih sayang. Itu semua hanya kesalah pahaman saja Callista." Ucap Frank menjelaskannya secara detail.


"Bahkan kau tahu kan band yang kami namai dengan nama marcall." Ucap Frank.


Callista tidak bisa membendung air matanya lagi, dan ia terus menangis, mendengarkan penjelasan dari Frank. Callista pun mengangguk.


"Itu adalah singkatan dari nama mu dan nama Marvin. Marcall, itu adalah Marvin dan Callista. Kau tahu siapa yang membuat nama itu, itu semua Marvin yang membuatnya. Dia bilang jika dia menamai nama bandnya dengan nama marcall. Dia akan selalu mengingat dirimu, dan dirimu saja yang ada didalam pikirannya, tidak ada siapapun. Kau tahu begitu besar perjuangan yang ia buat, untuk menemukanmu."


"Kau tahu itu Callista, aku tidak bisa membendung lagi air mataku ini. Kalau sudah menceritakan perjuangan sahabatku. Dia benar benar mencintaimu Callista. "Ucap Frank tak bisa juga menahan tangisannya, karena mengingat perjuangan Marvin untuk menemukan Callista.


"Kalau kau juga tidak percaya, kau tanyakan saja dengan dia secara langsung. Aku mengatakannya dengan benar, karena aku adalah sahabat Marvin." Ucapnya kembali sambil mengusap air matanya.


Callista menundukkan kepalanya, dan air matanya tidak bisa berhenti mengalir. "Aku sudah membuat Marvin menderita selama ini. Aku benar benar egois kepadanya, aku benar benar egois." Ucap Callista menyalahkan dirinya sendiri, dengan menampar pipinya.


"Jangan sakiti dirimu sendiri, karena ini bukan salahmu juga. Ini sebuah kesalah pahaman saja." Ucap Jack menahan tangannya, yang mau menampar kembali pipinya.


"Apa kalian benar benar akan pulang hari ini?." Tanya Callista langsung menatap mereka berdua, dengan pipinya yang sudah basah, akibat air matanya sendiri.


"Benar, kami akan kembali dan tidak akan kembali lagi kemari." Jawab jujur Jack.


"Jika kau benar benar mencintainya, temui dia dan katakan perasaanmu ini, yang telah bertahun tahun tidak kau ungkapkan. Jangan membuat dirimu sengsara lagi, dan katakan kalau kau benar benar mencintainya." Ucap Frank.


"Bagaimana dengan pacar Marvin?." Tanya Callista mengingatnya.


"Luna bilang kalau dia merestui kalian, dan dia tahu dari awal, kalau Marvin tidak mencintainya. Saat kami mengatakan bahwa pacarmu itu selingkuh, itu semua Luna yang mengaturnya. Dan dia tidak sakit hati, kalau dia tidak dicintai. Karena dia mau menyatukan kalian berdua. Jadi kau tenang saja." Jawab Frank.


"Apa aku bisa bertemu dengan Marvin di bandara. Aku ingin mengatakan semuanya kepadanya, dan meminta maaf kepadanya?." Tanya Callista kembali.

__ADS_1


"Baiklah, kebetulan jam keberangkatan kami akan sebentar lagi. Mari kita pergi sekarang." Jawab Jack.


Disisi lain. "Berarti selama ini Callista salah paham kepadaku. Seharusnya aku cepat menemuinya, agar aku bisa menjelaskan semuanya. Tapi itu semua sudah terlambat, karena selamanya aku tidak akan bisa bersamanya lagi."


"Karena aku akan kembali ke Inggris hari ini juga. Penerbangannya sebentar lagi." Ucap Marvin sambil menangis dengan deras, dengan ucapan Greisy yang menceritakan soal Callista yang menderita selama ini, karena terus memikirkan Marvin.


Dan Greisy juga sudah menceritakan, bahwa Callista sudah putus dari pacarnya, karena pacarnya selingkuh darinya. Dan semua hal hal tentang Callista, sudah di ceritakan oleh Greisy juga.


"Kalau begitu, apa boleh aku menemanimu ke bandara?." Tanya Greisy juga ikut menangis, karena menceritakan Callista.


"Baiklah, kau bisa ikut menemaniku ke bandara." Jawab Marvin mengusap air matanya.


Di bandara," Marvin, kami disini." Panggil Frank dan Jack, sambil melambaikan tangannya.


Dan saat Marvin mau menghampiri mereka semua, tiba tiba saja ada yang maju dari belakang tubuh Frank dan Jack.


Dan ia adalah Callista. Sontak Marvin langsung berhenti, dan terdiam. Callista langsung berjalan kedepan, dengan wajah sangat bahagia. Marvin pun pun langsung berlari kearahnya, dan begitu pula dengan Callista, yang berlari ke arahnya.


Merekapun langsung berpelukan dengan bahagia, dan tidak bisa lagi menahan tangisannya. Marvin pun melepaskan pelukannya. "Kenapa kamu ada disini?." Tanya Marvin sambil menangis.


Callista mengusap air mata Marvin. "Aku sudah tahu semuanya, Frank dan Jack yang menjelaskannya kepadaku. Kalau bukan kamu yang menembaknya, ternyata itu semua hanya kesalah pahaman. Maafkan aku Marvin, karena selama ini kamu jadi sengsara karena aku. Maafkan aku." Jawab Ayana terus menangis, dan menundukkan kepalanya.


"Aku sudah tahu semuanya." Ucap Marvin.


Sontak Callista langsung menatapnya. "Kamu tahu dari mana?." Tanyanya.


"Dari Greisy, tadi aku bertemu dengannya, dan ia menjelaskannya semuanya kepadaku. Kamu juga sengsara karena aku kan,maafkan aku Callista. Maafkan aku." Jawab Marvin juga ikut menangis, dan menyender dibahu Callista.


"Aku tidak menahannya lagi. Aku mencintaimu Callista. Aku mencintaimu." Ucap Marvin terus terang.


"Tapi kita tidak bisa bersama, karena aku masih berpacaran dengan Luna." Ucapnya.


"Apa benar yang kau katakan itu Luna. Apa kau tidak sakit hati?." Tanyanya langsung menatap wajah Luna.


"Kenapa aku harus sakit hati dengan pria sepertimu, lebih baik aku berpacaran dengan Frank. Yakan Frank." Jawab Luna sambil mengedipkan matanya kepada Frank.


"Terima kasih banyak Luna, terima kasih." Ucap Marvin langsung memeluknya.


"Sama sama, kalau begitu, tunggu apalagi. Kamu lamarlah Callista disini juga, dan bawa dia kembali ke Inggris." Ucap Luna langsung melepaskan pelukan tersebut, sambil menangis bahagia.


Marvin menganggukkan kepalanya, dan langsung memegang kedua tangan Callista. "Callista, aku benar benar mencintaimu. Dan bersediakah kamu menikah denganku, dan hidup bahagia bersamaku, sampai maut memisahkan kita." Ucap Marvin terus meneteskan air matanya.


"Aku, aku bersedia. Aku mencintaimu Marvin." Jawab Callista sambil berteriak, dan semua orang melihat ke arah mereka, dengan terharu.


"Ini cincinnya, gunakan cincin cadangan ini dulu. Baru kalian bisa membelinya nanti saat di Inggris." Ucap Greisy memberikan cincinnya.


"Terima kasih banyak Greisy." Ucap Marvin mengambil cincin tersebut, dan langsung memasangkannya dijari kelingking Callista.


Semua orang yang melihatnya pun langsung bertepuk tangan, dan terharu bahagia.


"Aku sangat mencintaimu Callista." Teriak Marvin bahagia.


"Aku juga sangat mencintaimu Marvin. Hahahah." Ucap Callista juga dengan bahagia.


Akhirnya Marvin melamar Callista di bandara, dan mereka langsung melaksanakan pernikahan di Inggris, dengan bahagia. Berselang setelah kepulangan dari London.


Pengantin pria dan wanita masuk ke atas pelaminan." Ucap Mc tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua pun naik ke atas dan berdiri di hadapan pendeta. "Sekarang, pasangan pria dan wanita saling berpegangan tangan." Ucap Mc kembali.


Merekapun berpegangan tangan. "tuan Marvin. Apakah kau bersedia menikahi nona Callista dan bersama selamanya. Baik dalam duka maupun senang, baik di kala sakit maupun sehat?." Ucap pendeta tersebut sambil menaruh kitab diatas kepala mereka berdua.


"Aku siap." Jawab Marvin tersenyum bahagia.


Dan untuk Callista. Apakah kau bersedia bersama Marvin dan selalu berada di sisinya selamanya. Baik dalam duka maupun senang, baik di kala sakit maupun sehat?." Ucap pendeta.


"Aku bersedia." Jawab Callista tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Kalau begitu, kalian resmi menjadi sepasang suami istri." Ucap Pendeta tersebut.


"Sekarang waktunya berciuman, untuk menandakan sebagai sepasang suami istri." Ucap mc tersebut.


Mereka berdua pun saling berciuman dalam kebahagiaan. Dan semua bertepuk tangan atas pernikahan mereka.


..."Aku sangat bahagia, karena dihadirkan wanita yang mengubah kehidupanku, yang dulunya gelap menjadi seterang cahaya. Aku bersyukur karena ada kamu sayang, aku tidak bisa berkata kata lagi. Biarlah dunia yang mengatakannya, bahwa aku sangat mencintaimu." Ucap Marvin meneteskan air mata kebahagiaan, dan mereka langsung berpelukan bersama...


............................... Tamat ..........................


Pemeran utama.


Callista, pemusik, penari, sekaligus memberikan cinta dan kasih sayang kepada Marvin. Umur 29 tahun.🐨




Pemeran utama:


Marvin, geng motor, nakal, mencintai Callista, dan berusaha berubah demi cintanya. Umur 30 tahun.🦝



Pemeran utama:


Drake, musuh besar Marvin, dan hanya mau Marvin menderita. Umur 30 tahun.🐍



Pemeran utama:


Nenek Brianna, yang merawat Callista dari kecil, dan sangat menyukai Marvin. Umur 45 tahun.πŸ‹



Pemeran utama:


Greisy, sahabat dekat Callista, sekaligus yang selalu ada disetiap kesedihan Callista. Umur 29 tahun.🐈



Pemeran utama:


Luna, pacar yang tidak dicintai oleh Marvin, tapi tidak membencinya, walaupun ia tidak dicintai. Luna juga yang menyatukan Callista dan Marvin. Umur 30 tahun🐣


__ADS_1


Pemeran utama:


James, pacar yang tidak dicintai Callista, berselingkuh dibelakang Callista. Umur 29 tahun.🦊


__ADS_2