Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 33: Peduli


__ADS_3

"Ini Marvin. Kenapa kau tidak datang datang untuk mengambil setoran. Kami menunggu mu tahu." Tanya balik Marvin.


"Soal itu nanti saja deh dibahas. Aku sangat sibuk tahu." Jawab Marvin.


"Kau sudah melupakan kami ya Vin. Kau lebih mementingkan wanita itu daripada kami. Kau mencoba melupakan kami." Ucap Frank.


"Baiklah, baiklah. Aku akan kesana secepatnya. Jangan marah gitu dong bro." Ucap Marvin tidak mau bertengkar dengan teman teman yang sudah bersama dirinya sejak ia masih remaja.


"Baguslah kalau kau mengerti. Sampai jumpa di tempat biasa." Ucap Marvin langsung mematikan ponselnya.


"Bagaimana ini. Apa aku bungkus aja ya makanan dan minumannya yang aku minum saja. Iya deh, daripada teman temanku marah kepadaku." Ucap batin Marvin langsung masuk kedalam Restoran.


Marvin pun langsung menghampiri Callista dan duduk kembali dihadapannya." Maaf menunggu mu lama." Ucap Marvin.


"Gapapa. Ini makanan dan minuman kita. Pasti kau sudah lapar kan." Ucap Callista.


"Begini Callista. Aku ada urusan sebentar di luar, dan aku harus kesana secepatnya. Kalau begitu, aku tidak bisa makan bersama dengan mu." Ucap Marvin sambil memanggil pelayan.

__ADS_1


"Tidak apa apa. Lagian kau kan orang yang sangat sibuk. Aku maklumi kok." Jawab Callista tersenyum dengannya.


"Terima kasih banyak karena sudah mengerti keadaanku." Ikut tersenyum Marvin.


Pelayan tersebut langsung datang menghampirinya." Iya kak, ada apa?." Tanya pelayan tersebut.


"Tolong bungkus nasi uduk saya ya mbak. Karena saya ada urusan." Jawab Marvin kepada pelayan tersebut.


"Baik kak, ditunggu sebentar." Ucap pelayan tersebut, langsung membawa nasi uduk untuk dibungkus.


Callista ikut melambaikan tangannya." Aku jadi penasaran dengannya. Apa sih urusan yang ia kerjakan. Sampai sebegitu pentingnya." Ucap batin Callista jadi penasaran dengan pekerjaan Marvin.


"Sudahlah, jangan dipikirkan. Lain waktu aku akan mencari tahu soal pekerjaan Marvin. Yang terpenting aku sudah jatuh cinta dengannya." Ucap Callista sambil meminum minumannya, dalam keadaan senyum senyum sendiri.


Disisi lain. Marvin pun langsung ke pasar. Sesampai pasar, teman temannya sudah menunggu di tempat tongkrongan.


Marvin langsung menghampiri mereka semua, dan bertosan." Maaf membuat kalian menunggu lama. Ini ada nasi, makanlah." Ucap Marvin memberikan nasi uduknya kepada Jack.

__ADS_1


"Makasih Marvin teman baikku. Tidak sia sia aku menunggu mu. Mari makan teman." Ucap Jack kepada teman teman lainnya.


Marvin langsung duduk di samping Frank, yang sedang melamun, sambil merokok." Halo Frank. Maaf aku membuat mu menunggu lama. Kau kenapa?." Tanya Marvin sambil memegang bahu Frank.


Frank langsung menatap wajah Marvin dengan serius." Apa Callista sudah menerima cinta mu itu?." Tanya Frank kepadanya.


"Kenapa kau tiba tiba menanyakan hal itu. Soal itu, dia belum menerima cintaku ini. Katanya dia belum menentukan jawabannya." Jawab Marvin.


"Mau bagaimana lagi. Aku juga hanya seorang geng motor, dan tidak mempunyai pekerjaan." Jawab Marvin kembali, sambil menaikkan alisnya.


"Kau jangan diam begitu dong. Kau harus membuatnya semakin mencintai mu. Sampai sampai, dia tidak mau jauh dari mu, dan mau terus dekat dengan mu." Ucap Frank mendukungnya.


"Begini begini, karena aku sangat peduli dengan mu. Bagaimana kalau kau ikut dengan rencanaku." Ucapnya ikut menaikkan alisnya.


"Soal itu,


__ADS_1


__ADS_2