
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan makan saja." Ucap Marvin.
"Aku mau banget kalau soal makan. Bagaimana kalau aku saja yang mentraktir kalian. Mau gak."Ucap Callista bahagia.
"Mau." Sorak semua teman teman Marvin.
"Kau juga mau kan Marvin?." Tanyanya.
"Mau banget." Jawabnya.
"Karena kita di pinggir pantai. Bagaimana kalau kita manggang jagung bakar aja. Siapa yang mau membelinya?." Tanyanya.
"Aku." Ucap semua teman Marvin.
"Baiklah, kalau begitu ini uangnya dan cepatlah kembali ya. Aku dan Marvin akan mencari kayu bakar, untuk membuat apinya." Ucap Callista bahagia.
"Siap ratu piano." Langsung hormat kepada Callista dan mengambil uang yang sudah d berikan oleh Callista.
Merekapun langsung pergi semua, dan hanya tinggal Marvin dan Callista saja yang duduk di pinggiran pantai berdua.
"Bintang nya bagus ya malam ini." Ucap Marvin menatap langit.
Sontak Callista langsung menatap ke langit." Iya nih, bintang nya cantik dan sangat terang." Jawabnya tersenyum melihat bintang tersebut.
"Entah kenapa, saat aku menatap bintang bintang di atas. Aku merasa, ada kedua orang tuaku di bintang itu. Aku sangat merindukan mereka." Ucap Marvin masih terus menatap bintang bintang tersebut.
"Aku juga berfikiran seperti itu. Pasti mereka bahagia disana kan. Maka sebab itu, kita tidak boleh bersedih, dan harus bahagia disini. Karena kalau kita sedih, mereka akan ikut sedih disana." Ucap Callista mengelus pundaknya.
"Kalau begitu, mending kita cari kayu bakar di sekitaran ini yuk. Dari pada bersedih mulu." Langsung berdiri dan mencari kayu bakar yang ada di sekitaran mereka.
"Baiklah, aku akan mendapatkan yang paling banyak di bandingkan diri mu. Hahahah." Ucap Marvin langsung berdiri dan berlari mencari kayu dengan bahagia.
"Siapa takut. Aku yang akan mendapatkan kayu bakar banyak." Ucap Callista langsung mencari kayu bakar tersebut.
Setelah beberapa menit. Akhirnya mereka mendapatkan kayu bakar tersebut dan kayu sama banyak." Yah, kayu kita sama banyak nih. Jadi tidak ada pemenang." Ucap Callista langsung menumpuknya di atas kayu yang sudah di letakkan Marvin.
"Sudahlah, kalau begitu aku hidupkan apinya dulu." Langsung mengambil mancis nya dan sebuah plastik snack.
__ADS_1
Api pun langsung hidup." Siap juga akhirnya. Dengan begini, kita akan bisa makan jagung bersama." Ucap Marvin langsung duduk kembali di samping Callista.
Setelah api di nyalakan. Geng motor Marvin pun datang." Jagung sudah datang, jagung sudah datang.", Ucap Frank di motornya.
Merekapun langsung turun, sambil membawa jagung bakar." Wah, kalian sungguh hebat. Bisa mendapatkan jagung di malam malam begini." Bahagia Callista sampai bertepuk tangan.
"Iya dong, namanya geng motor Marvin gitu lho. Hahahah." Ucap Jack langsung mengkibaskan rambutnya.
"Kalau begitu, kalian duduk dulu. Biar Marvin yang membakar jagung jagung nya. Kalian pasti lelah karena mencari jagung kan." Ucap Callista langsung mengelupas kulit jagung tersebut dan memberikannya kepada Marvin, agar di bakar langsung.
"Aku akan membantu Marvin juga deh. Biar cepat selesai dan kita bisa makan jagung bakar bersama. Karena aku sudah lapar juga." Langsung menghampiri Marvin dan membantunya.
Callista pun langsung duduk sampingan sampingan dengan teman teman Marvin." Omong omong Callista, apa kau akan selamanya disini?." Tanya Frank sambil membuka kulit jagung tersebut.
"Entahlah Frank, aku juga tidak tahu. Apakah aku akan selamanya disini, atau akan pindah. Itu semua tergantung nenekku juga." Jawabnya sambil tersenyum.
"Emangnya kenapa kalau dia pindah Frank. Kau mau melamarnya?." Tanya Jack sambil tertawa.
"Hahahahah, ada ada saja kau. Bisa bisa aku hilang dari dunia ini lagi, dibuat Marvin. Hahahha." Jawab Frank tertawa dan semua jadi ikut tertawa.
"Disini semua jomblo Callista. Semua belum pada mau pacaran. Maka sebab itu, saat kami tahu kalau Marvin menyukai mu. Disitulah kami terkaget kaget, karena akhirnya di antara kami, ada juga yang menyukai seseorang." Jawab teman Marvin lainnya yang bernama Victor.
"Coba kalian perkenalkan nama kalian satu satu. Soalnya aku kan belum berkenalan dengan yang lainnya." Ucap Callista yang belum tahu nama beberapa teman Marvin lainnya.
"Kalau begitu, perkenalkan aku Victor. Pria yang paling handal di geng kami." Berjabat tangan dengan Callista.
"Hahaahh, aku Callista." Tersenyum dan memperkenalkan dirinya juga.
"Aku Frank, pria paling tampan di geng kami."
"Kalau kau aku sudah kenal. Tidak perlu di kenalkan lagi." Ucap Callista sudah ingat dengan Frank, sahabat dekat Marvin.
"Aku Jack, pria paling berbakat di geng kami." Ucapnya sambil membakar jagung jagung tersebut.
"Aku juga kenal kau Jack. Tidak perlu di perkenalkan lagi." Ucap Callista sambil membalikkan bola matanya.
"Aku Simon, pria paling pendiam di geng kami." Lemah lembut dan langsung berjabat tangan dengannya.
__ADS_1
"Salam, aku Callista." Ikut tersenyum.
"Aku Zero, pria yang suka bermain kartu. Mau main kartu." Ucap zero ikut tersenyum kepadanya.
"Aku Callista. Salam kenal." Jawabnya kembali ikut berjabat tangan.
"Nah, gini kan enak. Aku jadi tahu nama kalian semuanya. Kemarin itu tidak sempat, aku menanyakan nama kalian satu satu. Karena semua ada disini, jadinya aku kan bisa menanyakan nama kalian." Ucap bahagia Callista sambil meluruskan kedua kakinya.
"Omong omong Callista. Dimana teman kamu yang satu itu lagi?." Tanya Jack kepadanya.
"Maksud mu Greisy. Ada apa emangnya, apa kau menyukainya. Hahahahah." Ucap Callista langsung menatapnya.
"Cieeeee." Ucap semua teman temannya, langsung menatap wajah Jack.
"Bukan begitu maksudku. Apa salahnya kalau aku bertanya dan itu bukan tentang percintaan. Dasar kalian ini." Ngambek Jack langsung.
"Hahhaah, iya deh. Greisy kembali ke London, karena dia harus bekerja disana. Aku sempat di ajak olehnya, tapi aku menolak. Karena aku mau fokus belajar musik disini, dan menyalurkan semua lagu dan nyanyian ku, kepada orang orang yang ingin mendengar musik tersebut." Jawab Callista langsung menjelaskannya secara detail.
"Wah, dia bekerja apa disana?." Tanya Frank langsung fokus menatap wajah Callista.
"Dia bekerja sebagai asisten di sebuah Perusahaan besar di London. Sebenarnya kan dia adalah seorang musisi juga. Tapi dia bilang, dia membutuhkan uang secepatnya, untuk membiayai ibunya yang masih sakit di Rumah Sakit." Jawabnya kembali.
"Kasihan Jack. Tidak akan bertemu dengan bidadari nya lagi. Hahahahh." Ucap Frank kembali mengejeknya.
"Apaan sih kalian ini. Jangan banyak mengejek orang dong. Aku lempar pakai kayu panas ini mau kau." Kesal Jack.
"Lempar kalau bisa. Hahahahah." Ucap Frank langsung berdiri dan Jack langsung mengejarnya. Merekapun langsung bermain kejar kejaran bersama.
"Hahahahah, mereka lebih mirip sepasang kakak beradik." Ucap Callista ikut tertawa dan mereka semua jadi ikut bahagia.
"Apa jagungnya sudah siap Vin?." Tanya Callista langsung menatap Marvin.
"Bentar lagi nih." Jawabnya sambil membalik balikkan jagung tersebut.
"Kenapa kau diam saja dari tadi. Ada apa dengan mu." Langsung menghampiri Marvin dan menatapnya.
"Aku,
__ADS_1