
Tersambung. "Ada apa?." Tanya Drake dari ponselnya.
"Aku ada informasi, ternyata wanita itu tinggal dengan neneknya, dan dia baru saja mengantarkan sahabatnya ke bandara untuk kembali ke luar negeri." Ucap temannya menjelaskannya secara detail.
"Bagus, dengan begitu, kita akan semakin mudah untuk merencanakan rencana kita nanti. Dan kita harus bersabar dalam menjalani rencana ini." Ucap Drake bahagia dengan informasi yang sudah di dapatkannya.
"Kalau begitu, terus intai dia, dan kabari aku kalau ada sesuatu lagi." Ucap Drake langsung mematikan ponselnya.
Callista pun sampai di rumahnya. Dan ia langsung masuk kedalam." Aku pulang." duduk langsung di sofa bersama neneknya.
"Apa Greisy sudah pergi?." Tanya neneknya kepadanya.
"Kenapa nenek malah menanyakannya, dan tidak menanyakan soal diriku." Ucap Callista sambil bersender si paha neneknya.
"Kamu kan sudah di depan mata. Kenapa harus di tanyakan." Jawab neneknya mencubit pipi Callista.
"Aduh, sakit tahu nenek. Yakan setidaknya basa basi nenek. Nenek tahu basa basi tidak." Ucapnya ngambek.
"Nenek gak suka makanan yang basi. Dan kenapa kamu malah memakan begituan. Kotor tahu." Ucap neneknya tidak tahu bahasa kota.
"Terserah nenek deh. Kalau begitu, aku mau ke kelas musik dulu ya nek. Dan jaga nenek baik baik disini. Aku sayang nenek." Langsung berdiri dan mengecup pipi neneknya.
"Dah nek. Aku pergi dulu." Langsung melambaikan tangannya dan keluar dari rumah tersebut, untuk menuju kelas musiknya.
Sesampai kelas musiknya. Ia pun langsung masuk ke dalam." Pagi bu Keyna." Sapanya langsung memberikan kunci mobil tersebut kepada bu Keyna di atas mejanya.
"Pagi juga sayang. Apa Greisy sudah pergi?." Tanya bu Keyna sambil menulis sesuatu.
"Sudah bu. Omong omong, bu Keyna sedang apa?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Ini, saya sedang mencatat job kalian. Dan ada yang mau memakai musik Marvin dan nyanyian kamu Callista. Kalian akan duet bersama di dalam satu gedung Hotel terbesar dalam kota ini.
"Katanya sih, itu adalah Hotel baru, dan sebagai perayaan dari hotel itu sendiri. Ini adalah pertama kalinya, kau bermain berdua seorang pria. Itu pasti akan membuat semua media heboh pasti." Ucap bu Keyna menjelaskannya secara detail kepada Callista.
__ADS_1
"Wah, Marvin pasti akan senang mendengar berita ini bu Keyna. Aku akan menyampaikannya kepada Marvin nanti." Ucap Callista ikut bahagia.
"Aku sangat kenal dengan hotel baru itu. Dan siapa nama pemilik Hotel itu bu Keyna?." Tanyanya kepada bu Keyna.
"Nama pemiliknya adalah pak Alexander. Ia adalah pemilik Hotel yang ada di Inggris juga. Jawab bu Keyna menjelaskannya secara detail kembali kepada Callista.
"Wow, sungguh kaya banget pak Alexander itu ya." Kagum Callista.
"Memang kaya dong, dan dia mempunyai seorang anak laki laki yang sangat tampan. Kalau kau mau, akan saya kenalkan." Ucap bu Keyna sambil menaikkan alisnya.
"Apaan sih bu Keyna ini, masa langsung melupakan hari kemarin. Kan kemarin sudah aku katakan kalau aku menyukai," Terhenti karena Marvin tiba tiba datang.
"Kau menyukai siapa?." Tanya Marvin kepadanya langsung berdiri di sampingnya.
Seketika itu juga Callista mengedipkan matanya kepada bu Keyna, sebagai tanda tidak boleh memberitahukan soal rahasia mereka berdua." Hei, kenapa kau diam saja?." Tanyanya menyadarkan Callista.
"Eh, aku tidak apa apa kok. Apa yang kau tanyakan tadi." Jawabnya sekaligus.
"Ehm, maksud ku itu, aku sangat menyukai sikap bu Keyna yang selalu baik kepada siapapun. Bahkan dia memijam ku mobil, agar aku bisa mengantarkan Greisy ke bandara.
"Itu sebabnya aku sangat menyukai kemampuan dan kekuatan bu Keyna." Jawab Callista berbohong kepadanya, agar barangnya tidak ketahuan.
"Ouh, apa itu benar bu Keyna." Tanyanya kepada bu Keyna lagi untuk memastikannya dan menatap wajah bu Keyna. Callista pun langsung mengedipkan matanya, sebagai tanda mengiyakan saja.
"Yang dikatakan Callista memang benar. Saya ini kan cantik dan pekerja keras lagi." Ucap bu Keyna jadi berbangga diri dengan dirinya sendiri.
"Ouh, bilang dong dari tadi." Ucapnya langsung duduk di samping Callista.
"Oh ya Marvin. Ada yang mau aku katakan pada mu." Ucap Monika kepadanya.
"Apa yang mau kau katakan. Katakanlah." Ucap Marvin kembali menatap wajah Callista sambil memegang sebuah alat musik gitar.
"Kita mendapatkan job pertama, untuk kita memainkan musik bersama. Aku sampai bahagia dan terharu." Ucap Callista sangat bahagia di depan Marvin.
__ADS_1
"Wah, apa itu benar. Apa itu benar bu Keyna?." Tanyanya kembali untuk memastikannya.
"Tentu saja benar. Mana mungkin kami mau berbohong kepada mu." Ucap bu Keyna sambil menaikkan alisnya.
"Terus kenapa kau senyum senyum begitu?."Tanya balik.
"Aku begini, karena aku sangat bahagia, akan bermain musik bersama ratu piano. Ini adalah pertama kalinya di dalam hidupku." Jawab Marvin sangat bahagia.
"Sudahlah, kau jangan terlalu bersemangat. Bisa bisa rahang mu bergeser tuh. Hahahahah." Ucap Callista ikut tertawa melihat Marvin bahagia.
"Kalau begitu, kalian harus menyiapkan diri kalian dengan sebaik mungkin. Agar tidak mengecewakan saat melakukan konser kalian.
"Saya ada urusan sebentar di luar, dan jaga ruangan ini dengan baik ya Callista. Saya duluan." Ucap bu Keyna langsung keluar dari menyandang tasnya.
"Aman bu Keyna sayang." Melambaikan tangannya dengan bahagia.
"Kalau begitu, lagu apa yang mau kau bawa Marvin?." Tanya Callista sambil melihat buku paduan musiknya.
"Aku akan membawakan lagu Ki Kasam Ki. Itu adalah lagu yang sangat menyayat hati seseorang. Dimana cinta pria ya, tidak di restui oleh ibu wanita tersebut. Pokoknya bagus deh." Jawab Margin sambil menjelaskannya secara detail.
"Terserah mu saja deh, aku ikut ikut aja." Ucap Callista membalikkan bola matanya dan langsung memainkan pianonya, dan Marvin bernyanyi dengan nada piano yang di mainkan Callista.
Disisi lain. Teman Drake yang bernama Fank, langsung menghubungi Drake, karena mendapatkan informasi.
Tersambung." Halo Fank, ada apa?." Tanya Drake yang sedang berlatih tinju.
"Aku mendapatkan informasi, kalau wanita yang bernama Callista itu, akan bermain musik bersama Marvin. Dan mereka akan menghadiri di sebuah acara Hotel baru yang ada di kota ini Drake." Jawab Fank menjelaskannya dengan nada pelan, agar tidak di ketahui persembunyiannya.
"Baguslah, aku sudah menyusun semua rencana, untuk menghancurkan geng motor Marvin. Dan sebentar lagi, wanita itu akan membencinya dan mereka tidak akan berani merendahkan kita lagi." Ucap Drake langsung mematikan ponselnya dengan senyuman jahat.
Dikelas musik." Wah, suara mu memang sangat bagus ya Marvin. Aku sampai kagum mendengarnya. Kenapa tidak dari dulu saja, kau belajar di sini. Kan kita bisa kenal." Ucap Callista sedikit heran.
"Karena aku,
__ADS_1