
"Katakan saja. Aku sudah tidak punya banyak waktu, karena pacarku sudah menungguku." Ucap Callista.
"Kenapa kamu meninggalkanku, kenapa kamu berubah. Apa salahku selama ini, kenapa kamu menjauh dariku. Bahkan kamu sudah berubah?." Tanya Marvin langsung menatapnya.
"Kenapa kamu sejahat ini kepadaku. Kenapa Callista, kenapa!." Tegas Marvin menatapnya kembali, dengan penuh cinta.
"Aku yang selalu ada buat kamu. Tapi kamu malah ninggalin aku begini, jelasin Callista, jangan diam begini. Aku juga butuh penjelasan dari kami?." Tanyanya langsung meneteskan air matanya.
"Apa, apa yang kamu minta. Kamu minta semua jawaban dariku. Itu yang kamu mau, tapi aku gak bisa jelasin. Karena itu akan membuatku sakit hati, dan mengingat kembali masa lalu itu. Aku benci kamu, aku benci kamu Marvin!." Teriak Callista, langsung berlari keluar, dan meninggalkannya.
Setelah Callista pergi. "Callista, lagi lagi kamu pergi meninggalkanku. Dan apa yang membuatnya sakit hati, dan mengingat kembali masa lalu. Apa maksudnya itu." Ucap Marvin sambil meneteskan air matanya.
"Aku benci diriku. Aku benci diriku, yang tidak bisa mengerti perasaan Callista. Aku benar benar pria yang bodoh." Ucapnya memukul cermin yang ada didepannya, dan tangannya langsung berdarah.
__ADS_1
Marvin pun kembali ke belakang panggung, dan ia langsung duduk di kursinya. Sontak Frank dan Jack melihat tangan Marvin yang berlinang darah.
"Eh, kenapa tanganmu Vin. Ada apa denganmu?." Panik Frank langsung menghampirinya, dan begitu pula dengan Jack.
"Iya Vin, kau kenapa. Kenapa tanganmu sampai berdarah separah ini?." Tanya Jack juga langsung memegang tangan Marvin.
"Auh, sakit tolol." Ucap Marvin kesakitan.
"Cepat kau cari obat P3K yang ada di sekitaran sini Jack. Soalnya tangan Marvin ini parah." Perintah Frank.
Setelah Jack mendapatkan obat terlarang, ia langsung menghampiri Frank dan Marvin. "Ini obat lukanya. Untung saja ada di sekitaran sini, hampir saja tidak ada." Ucap Jack yang ngos ngosan, dan langsung memberikannya kepada Frank.
"Terima kasih banyak Jack. Sini tanganmu Vin, biar aku obati." Ucap Frank.
__ADS_1
Marvin pun langsung memberikan tangannya, dan Frank langsung mengobati tangan Marvin. "Tahan sebentar, karena ini akan sedikit sakit. Omong omong, kenapa kau bisa begini?." Tanya Frank, sambil mengobati luka yang ada ditangan Marvin.
"Tadi aku bertemu dengan Callista lagi." Jawab Marvin sambil menutup wajahnya dengan tangan kanannya.
"Astaga, dan apa kau terluka begini, karena Callista juga?." Tanya Frank kembali.
"Tidak, memang aku sendiri yang mau melukai tanganku sendiri. Jangan salahkan Callista, karena dia tidak salah apapun." Ucap Marvin, masih terus membela Callista, walau ia dibenci Callista.
"Apa yang kalian bicarakan emangnya, sampai kau nekat begini?." Tanya Jack.
"Aku hanya membutuhkan penjelasan saja darinya. Tapi dia langsung mengatakan hal yang aneh, dan mengatakan kalau ia membenciku. Aku harus bagaimana lagi, agar ia kembali seperti dulu, dan kembali menjadi wanita yang penuh dengan kasih sayang." Bingung Marvin, sambil mengerutkan keningnya.
Luka Marvin pun sudah diperban, dan Frank langsung meletakkan obat luka disampingnya. "Selesai juga lukamu. Kalau begitu, kau bisa istirahat dulu, dan jangan bermain musik dulu." Ucap Frank langsung duduk disampingnya.
__ADS_1
"Benar itu Vin. Serahkan saja kepada kami, aman itu." Ucap Jack juga langsung tersenyum.
Disisi lain. Callista