
"Mau bagaimana lagi, ini sudah bawaan perasaanku. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku. Aku benar benar sudah gila karena kemunculan pria yang bernama Marvin itu. Entah kenapa dia selalu ada disetiap pikiranku." Ucap Callista.
"Kalau begitu kenapa kau tidak mengungkapkan perasaanmu saja kepadanya?." Tanya Greisy sambil menaikkan alisnya.
"Kan sudah aku katakan juga, kalau dia itu seorang pembunuh berkedok pemusik. Tapi aku gak tahu deh kalau dia sudah berubah. Pokoknya aku tidak bisa melupakan kejadian itu." Sedikit tegas Callista menjawabnya.
"Baiklah, jangan marah gitu dong. Bawa santai saja." Jadi tidak enakan Greisy, sambil mengunyah makanannya, dan melirik Callista yang kembali fokus memakan sarapannya.
Disisi lain. Di penginapan Marvin dan sahabatnya. "Dua hari lagi kita kembali pulang. Padahal aku betah disini, dan suka tempat ini. Apa kita tidak bisa meminta libur beberapa hari lagi disini?." Tanya Frank yang sedang berbaring di sofa.
"Tidak bisa. Aku mau pulang secepatnya!." Tegas Marvin kepada Frank.
__ADS_1
"Kau dengar Frank, dia mau cepat pulang, karena dia sudah merindukan pacarnya itu. Hahahah." Ucap Jack meledeknya.
"Benar juga yang kau katakan itu. Mau bagaimana lagi, tapi mana mungkin tiba tiba saja Marvin rindu. Mungkin karena ada Callista disini, jadinya dia mau cepat cepat kembali. Padahal dia sangat mencintainya, tapi kenapa minta cepat cepat pulang. Heran juga aku." Ucap Frank jadi kebingungan.
"Kalau kalian soal mengejek selalu saja nomor satu. Sudahlah, lupakan itu, dan pikirkan musik yang akan kita bawakan ini." Ucap Marvin langsung badmood dan membuka buku musiknya.
Frank dan Jack pun ikut melihatnya. "Lagu yang akan kita bawakan lagu apa ya. Bagaimana kalau kita tampilan tarian dan nyanyian saja, oh ya sama kalian pemegang gitar tentunya." Ucap Marvin memiliki ide.
"Bagaimana itu, coba contohkan?." Tanya Frank yang sedikit bingung dengan rencana Marvin.
"Bagus juga ide mu itu. Omong omong, lagu apa yang cocok dibawakan dance dan nyanyian?." Tanya Jack langsung memikirkannya.
__ADS_1
"Ehm," Ikut memikirkannya.
"Bagaimana kalau You Are My Sonia." Serentak mereka bertiga, dan sontak mereka langsung bertatapan, dan tertawa.
"Hahahah, pemikiran yang sama anjay. Kalau begitu, lagu itu saja karena cocok. Omong omong, didalam lagu itu kan ada wanitanya. Mau dimana kita cari wanitanya?." Tanya Frank langsung menuju ke inti.
"Benar juga yang kau katakan itu Frank. Dimana kita mau cari wanita itu Vin?." Tanya Jack juga langsung bingung seketika.
Marvin memegang dagunya, dan memikirkannya sebentar. "Apa aku harus memakai Callista untuk semalam saja, di hari ajang perlombaan kami?." Ucap batinnya masih bingung.
"Bagaimana ini Vin. Kenapa lama banget kau mikirin nya. Dimana kita mau cari wanitanya, masa mau kita cari di acara klub malam itu. Malas banget." Ucap Jack langsung menyilangkan kakinya.
__ADS_1
"Kalau soal itu aman deh. Akan aku cari nanti, yang hanya kalian perlukan, adalah mengingat nada nada, dan aku harus menghafal dance tersebut. Kalau begitu, mari kita mulai sekarang. Tosan." Jawab Marvin dengan bahagia.
Disisi lain. "Callista, apa kau tidak